PENGUKURAN STATUS GIZI DAN SOSIALISASI GIZI SEIMBANG PADA ANAK PANTI ASUHAN TEBET YAYASAN REMAJA MASA DEPAN

Devi Angeliana Kusumaningtiar

Sari


Abstract

Based on WHO (2013), the number of malnutrition in the world reaches 104 million children. This state of malnutrition is responsible for one-third of all childhood causes worldwide. WHO estimates that 54% of child deaths in the world are caused by poor nutrition. In Indonesia, malnutrition causes more than 80% of deaths in children. Therefore, the measurement of nutritional status in children and the socialization of balanced nutrition is very useful to prevent the occurrence of malnutrition in children and improve children's understanding of balanced nutrition. The purpose of community service is to increase insight and understand balanced nutrition and to measure the nutritional status of children using anthropometry. The method used is counseling, questioning and direct measurement of body weight and height in children. The result of community service in nutritional status category found that 10 children (44%) have nutritional status category very thin, 6 children (26%) thin, 6 children (26%) normal and 1 child (4%) obese. Socialization of materials on balanced nutrition runs smoothly and participants can answer precisely and correctly each question. Suggestions that can be given to supervise and monitoring continuously on the nutritional status of children.

 

Keywords : nutrional status, malnutrition, orphanage

 

Abstrak

Menurut WHO (2013), jumlah penderita kurang gizi di dunia mencapai 104 juta anak. Keadaan kurang gizi ini menjadi penyebab sepertiga dari seluruh penyebab kematian anak di seluruh dunia. WHO memperkirakan sebanyak 54% kematian anak di dunia disebabkan oleh keadaan gizi yang buruk. Di Indonesia, gizi buruk menyebabkan lebih dari 80% kematian pada anak. Oleh karena itu, pengukuran status gizi pada anak dan sosialisasi gizi seimbang sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya gizi kurang pada anak dan meningkatkan pemahaman anak terhadap gizi seimbang. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menambah wawasan dan memahami gizi seimbang dan melakukan pengukuran status gizi anak menggunakan antropometri. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, Tanya jawab dan pengukuran langsung terhadap berat badan dan tinggi badan pada anak. Hasil pengabdian masyarakat ini pada kategori status gizi didapatkan bahwa sebanyak 10 anak (44%) memiliki kategori status gizi sangat kurus, 6 anak (26%) kurus, 6 anak (26%) normal dan sebanyak 1 anak (4%) gemuk. Penyampaian materi mengenai gizi seimbang berjalan dengan lancar dan peserta dapat menjawab dengan tepat dan benar setiap pertanyaannya. Saran yang dapat diberikan melakukan pengawasan dan pemantauan secara terus menerus mengenai status gizi anak.

 

Kata kunci : status gizi, gizi kurang, panti asuhan


Referensi


Daftar Pustaka

Adisasmito, W. (2007). Sistem kesehatan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Kemenkes RI (2014). Pedoman Gizi Seimbang. Direktorat Bina Gizi dan KIA. Kementerian Kesehatan RI

Sediaoetama. (2004). Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi Jilid II. Jakarta: Dian Rakyat.

Thomson, Davis, Renzaho & Toole (2014). Addressing child undernutrition: evidence review. Office of Development Effectivenes. Australian Government Department of Foreign Affairs and Trade, Canberra, March 2014

WHO (2011). Level and Trends in Child Malnutritions.Unicef-WHO-The World Bank Joint Child Malnutrition Estimates

WHO (2013). The Millenium Development Goals (MDGs) Report 2013. United Nation New York.Diperoleh tanggal 25 Desember 2013 dari http://www.who.int/nutrition/ publications/severemalnutrition

Wong, D (2001). Wongs essentials of pediatric nursing. 6th edition. Mosby Inc. St Lois United states

Wong et al.(2014). Risk factors of malnutrition among preschool children in Terengganu, Malaysia: a case control study. BMC Public Health Journal 2014, 14: 785


Teks Lengkap: PDF (English) PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN CETAK : 2406-8365