PEMODELAN BUSANA SERAGAM TENAGA PEMBATIKAN

Putri Anggraeni Widyastuti

Sari


Abstract

Batik workers is a person whose their job are doing batik process traditionally in batik company. Unfortunately, when visiting the batik production room, encountered unconformity between the uniform clothing batik workers with batik process. For this purpose, community service activities are conducted with the aim of providing uniform fashion training through fashion process as well as a uniform clothing modeling proposal to batik workers who are in Batik Plentong, Jalan Tirtodipuran 48, Yogyakarta. The method of conducting the activity is conducted by conducting a survey of the distribution of themes and tasks that have problems in Batik Plentong. After that done the analysis and study based on the theme, then go into the stages of uniform training on uniform through the fashion process while making engineering modeling based on each theme. The result of this community service activity is the absorption of knowledge about uniform clothing in the form of a proposal of uniform clothing modeling that is in harmony with the production space of Batik Plentong this. Materially, the fabric used as a modeling proposal uniform batik worker clothes is lurik fabric. The conclusion of this activity is a transformation of new changes in the form of uniform batik fashion modeling that can be used in batik process in Batik Plentong, where in accordance with the interior of the production room itself.

 

Keywords: plentong batik, design, uniform cloth

 

Abstrak

Tenaga pembatikan merupakan orang yang pekerjaannya melakukan proses batik secara tradisi-onal di perusahaan batik. Sayangnya, ketika mengunjungi ruang produksi batik, ditemui ketidak-selarasan antara busana seragam tenaga pembatikan dengan proses pembatik tersebut. Untuk itu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tujuan memberikan pembekalan busana se-ragam yang sesuai melalui proses fashion dan juga sebuah usulan pemodelan busana seragam kepada tenaga pembatikan yang berada di Batik Plentong, Jalan Tirtodipuran 48, Yogyakarta. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dilakukan survei dengan melakukan pembagian tema dan tugas yang terdapat permasalahan di Batik Plentong. Setelah itu dilakukan analisa dan kajian berdasarkan tema, lalu masuk ke tahapan pembekalan mengenai busana seragam melalui proses fashion sembari melakukan pembuatan rekayasa model berdasarkan masing-masing tema. Yang terakhir adalah melakukan laporan akhir dan hasil untuk perusahaan Batik Plentong. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyerapan pengetahuan mengenai busana seragam berupa sebuah usulan pemodelan busana seragam yang selaras dengan ruang produksi dari Batik Plentong ini. Secara material kain yang digunakan sebagai usulan pemodelan busana seragam pembatik adalah kain lurik. Kesimpulan dari kegiatan ini adanya sebuah transformasi perubahan baru berupa pemodelan busana seragam tenaga pembatikan yang dapat digunakan dalam melaku-kan proses pembatikan di Batik Plentong, dimana sesuai dengan interior dari ruang produksi itu sendiri.

 

Kata kunci: batik plentong, pemodelan, busana seragam, tenaga pembatikan


Referensi


Daftar Pustaka

Adian, Donny Gahral. (2010). Pengantar Fenomenologi. Depok: Penerbit Koekoesan.

Ardhiati, Yuke. (2012). “Panggung Indonesia”: Khora Pesona Karya “Arsitek” Soekarno 1960-an. Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Bogdan, Robert C. Dan Steven J. Taylor, Introduction to Qualitative Research

Brouwer, MAW. (1983). Psikologi Fenomenologis. Jakarta: PT Gramedia.

Endraswara, Suwardi. (2006). Metodologi Penelitian Kebudayaan, Cetakan ke-2, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Hadirsurya, Irma, Ninuk Mardiana Pambudy dan Herman Jusuf. (2011). Kamus Mode Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Hardisurya, Irma. (2004). Warna bagi Citra dan Penampilan. Jakarta: PT Gaya Favorit Press.

Jones, Sue Jenkyn. (2005). Fashion Design Second Edition London: Laurence King Publishing.

Jones, Sue Jenkyn. (2005). Fashion Design Second Edition London: Laurence King Publishing.

John Wiley dan Sons. 1992. Methotds : A Phenomenological Approach in the Social Sciences. Alih bahasa Arief Furchan. Surabaya: Usaha Nasional.

Purbasari, Mitta, Laura Christina Luzar, Yusaira Farhia. (2014). Analisis Asosiasi Kultural Atas Warna. Jurnal Humaniora. Vol. 5 No. 1 April. Jakarta: Universitas Binus.

Sachari, Agus. (2002). Estetika – Makna, Simbol dan Daya, Bandung: Penerbit ITB.

Sachari, Agus. (2005). Metodologi Penelitian Budaya Rupa. Bandung: Penerbit Erlangga.

Strauss, Anselm L and Corbin, Juliet. (1990). Basics of Qualitative Research. Grounded Theory Procedures and Techniques. California: Sage Publications.


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN CETAK : 2406-8365