HYGIENE DAN SANITASI PADA PENJAMAH MAKANAN DI KANTIN UNIVERSITAS ESA UNGGUL

Nayla Kamilia Fithri

Abstract


Abstract

Food and Bevarege is very important for live. Food and beverages are potentially contaminated by pathogenic microorganism and chemical agent. The purpose of this research is to know the correlation between the education level, knowledge, attitude and facilities with personal hygiene and sanitation food handler in Esa Unggul Canteen. The used methode in this research is survey with cross Sectional Study. Result of reseach obtained data of the most responden have the level education is Junior High school are 11 people (42%), and the most responden have a good knowladge are 18 people (69%), and the most responden have good attitude are 17 people (65%), and complete facilities are 22 people (85%), and 13 people (50%) for responden have good personal hygiene and sanitation, the other have bad personal hygiene and sanitation. Result of  Fisher test, obtained the not correlation between the education level, knowladge, attitude and facilities with personal hygiene and sanitation in The Esa Unggul Canteen because score p-value > 0,005.

 

Keywords :Hygiene and Sanitation, Food Handler

 

Abstrak

Makanan dan minuman merupakan kebutuhan hidup yang paling utama. Makanan dan minuman berpotensi untuk terkontaminasi bakteri pathogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap dan ketersediaan sarana dengan personal hygiene dan sanitasi penjamah makanan Di Kantin Esa Unggul. Penelitian ini menggunakan metode cross sectionalHasil penelitian ini diperolah bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan lulus SMP dengan jumlah (42%), sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan baik sebesar (69%), sebanyak 65% mempunyai sikap yang baik, dan 85% sarana dan prasarana kantin Esa unggul mempunyai sarana tang sudah memenuhi syarat, serta separuh dari responden mempunyai praktik personal hygiene dan sanitasi yang baik sebesar 50% sedangkan 50% lainya mempunyai praktek hygiene dan sanitasi yang buruk. Hasil uji Fisher menunjukan bahwatidak ada hubungan antara pengetahuan dengan personal hygiene dan sanitasi penjamah makanan  dengan p-value > 0,005.

 

Kata kunci :Hiegene dan sanitasi, penjamah makanan

References


DaftarPustaka

Agustina, Titin. 2005. PentingnyaHigienePenjamahMakananTradisional, Proceeding Seminar NasionalMemebangun Citra PanganTradisonaltanggal 15 April 2005. Semarang: JurusanTeknologiJasadanProduksiFakultasTeknikUniversitasNegeri Semarang.

Azwar Azrul. 1996. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Jakarta: PT Mutiara Sumber Widya.

Azwar, Saifudin. 2011. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Budiyono. 2008. Tingkat Pengetahuan dan Praktik Penjamah Makanan tentang Higiene dan Sanitasi Makanan Pada Warung Makan Di Tembalang Kota Semarang. Semarang: UNDIP.

Hartono, Andri. 2005. Penyakit bawaan Makanan. Jakarta: EGC

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia No. 715/Menkes/SK/2003 Tentang Persyaratan Hygiene sanitasi Jasa Boga. Jakarta: Kepmenkes.

UsmanNasikhin, ChatarinaWariyah, Sri HartatiCandraDewi. 2013. Hubungan antara Tingkat Pendidikan Pedagang dengan Hygiene dan Sanitasi Makanan Jajan Anak Sekolah Dasar Di Kabupaten Kulonprogo DIY. Jurnal Agrisains Vol. 4. No.7. Yogyakarta

Suwondo, A. 2004. Makalah Food Born Diseases Sebagai nya Kontaminasi dan Bahan Toksik pada Pangan. Seminar Nasional pangan dan Kesehatan Semarang: UNDIP

WHO. 2005. Penyakit Bawaan Makanan Fokus Pendidikan Kesehatan . Jakarta: EGC


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.