HUBUNGAN KELENGKAPAN SERTIFIKAT MEDIS PENYEBAB KEMATIAN TERHADAPKETEPATAN KODE DIAGNOSA PENYEBAB KEMATIAN PASIEN DIRUMAH SAKIT SUMBER WARAS JAKARTA TAHUN 2016

Rani Puspita Ningrum, Lily Widjaya

Abstract


Abstract

Determination of diagnosis and code of the cause of death are one of the functions in medical records unit that requires accuration. In determining code of the cause of death must be precise and accurate in accordance based on ICD 10. Rules determinant of the accuracy of diagnosis codes are completeness of the writing in a medical certificate of the death causal.The object of this study to known the association between the completeness of the medical certificate of death cause and accuracy of diagnosis code of patients death cause in SumberWarasJakartahospital in 2016. This study is a quantitative study with cross sectional observation. The study sample are 74 death certificates on (January-March) 2016. Data were analyzed using chi square test.The results showed that the completenessof the medical certificate cause of death is complete was 55 (74.3%), and accurationof diagnosis code was 49 (66.2%).The P value = 0.010 (0.010 <0.05) and the  OR = 4.027. there is about association between the completeness of the medical certificate of death cause and accuracy of diagnosis code of patients death cause in SumberWarasJakartahospital in 2016.

 

Keywords:code the cause of death, the completeness writing a diagnosis, ICD-10

 

Abstrak

Penentuan diagnosa dan kode penyebab kematian merupakan salah satu fungsi yang penting dari fungsi unit kerja rekam medis yang membutuhkan ketelitian. Dalam menentukan kode penyebab kematian haruslah tepat dan akurat sesuai dengan aturan ICD 10. Salah satu penentu ketepatan kode adalah kelengkapan penulisan diagnosa di sertifikat medis penyebab kematian.Mengetahui hubungan antara kelengkapan sertifikat medis penyebab kematian dengan ketepatan kode diagnosa penyebab kematian pasien di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta tahun 2016.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dilaksanakan dengan observasi secara cross sectional terhadap sertifikat kematian pasien untuk melihat kelengkapan penulisan diagnosa penyebab kematian dan ketepatan kode diagnosa. Sampel penelitian 74 sertifikat kematian pada triwulan (januari-maret) tahun 2016. Analisis data menggunakan uji chi square.Penelitianinimenunjukan bahwa kelengkapan sertifikat medis penyebab kematian yang lengkap adalah 55 (74.3%) dan ketepatan kode diagnosa yang tepat adalah 49 (66.2%). Nilai P value = 0,010 (0,010 < 0,05) dan nilai OR = 4,027. Sehingga menunjukan adanya hubungan antara kelengkapan sertifikat medis penyebab kematian dengan ketepatan kode diagnosa penyebab kematian pasien.

 

Kata kunci : Kode Penyebab Kematian, kelengkapan penulisan diagnosa, ICD-10


References


Daftar Pustaka

Anggraini, Mayang. 2004. Diagnosis, Informasi Klinis, dan Struktur ICD-10, Jakarta: Universitas Esa Unggul

Anggraini, Mayang. 2013.Audit coding diagnosis. Jakarta:UniversitasEsaUnggul.

Arikunto, Suharsimi. 2013. ProsedurPenelitianSuatuPendekatanPraktik. Jakarta: RinekaCipta.

BadanLitbangDepkes RI & WHO.2007. PedomanSertifikatMedisPenyebabKematian di DKI Jakarta. Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes RI. (2008). Buku Panduan Penentuan Kode Penyebab Kematian Menurut ICD-10. Jakarta.

Budi, Savitri Citra, M.PH. 2011. Manajemen Unit Kerja Rekam Medis. Yogyakarta: Quantum Sinergis Media.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2010. Peraturan Menteri Kesehatan No 162/MENKES/PB/2010 Tentang Pencatatan. Jakarta.

Erkadius. 2011. Manajemen Informasi Kesehatan V. Padang: APIKES.

Hatta, Gemala R. 2014. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan disarana Pelayanan Kesehatan. Jakarta: UI-Press.

Huffman, E.K. 1994. Health Information Management.Illinois : Physicians Record Company.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269/Menkes/Per/III/2008 Tentang Rekam Medis. Departemen Kesehatan RI. Jakarta.

Qadri. 2015. Hubungan Kelengkapan Penulisan Diagnosa Utama dengan Ketepatan Pengodean di Rumah Sakit Fatima Pare-pare. Jakarta: Universitas Esa Unggul.

Skurka, M. A. 2003. Health Information Management. Chicago: AHA Press

Soetomo, RSUD. 1998. Klasifikasi Statistik Internasional tenyang Penyakit dan Masalah Kesehatan ICD-10. Surabaya.

Sugiyono. 2002. Statistika untuk penelitian. Revisi terbaru. Bandung : CVAlfabeta.

Widjaya, Lily. 2012. Manajemen Informasi Kesehatan 1A. Jakarta: Universitas Esa Unggul.

Widjaya, Lily. 2014. Manajemen Informasi Kesehatan 3 Peningkatan Kelengkapan Pendokumentasian Klinis. Jakarta: Universitas Esa Unggul.

World Health Organization. 2008. Buku Panduan Penentuan Kode Penyebab Kematian Menurut ICD-10. Jakarta: Depkes RI.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.