POLITIK IDENTITAS ANAK (ANALISIS SEMIOTIKA POLITIK IDENTITAS ANAK DALAM IKLAN PRODUK SUSU DANCOW)

Annisa Sungga Dirgantari

Abstract


Abstract

In this research the writer attempts to define commercial advertisement which presents children in its advertisement especially the roles of children in the advertisement. Dancow milk commercial advertisement is considered to represent how children meet their basic needs of consuming milk. The advertisement has affected children’s desire in consuming what is being advertised, including the Dancow milk product. This research describes the meaning of characters visualization in Dancow milk commercial advertisemenst for children which were broadcasted in television to determine the political identity of children in that commercial advertisement. It is aimed at determining the meaning lies on the Dancow milk commercial advertisement which can be used further to establish the existence of political identity on that advertisement. This research employs qualitative approach and semiotic analysis method. The research suggests that the commercial advertising in mass media should concern with the children’s rights so that their identity can be maintained. The research also reveals that the safari version of 3+ and 5+ Dancow milk commercial advertisements broadcasted on television depict the nature of children in their playful world, their nature of independence, social, cooperation, attention, curiosity, and need for parents’ love in a family. Therefore, it is important for the parents and the people who produce commercial advertisements to value the existence of the children in adults’ environment and their fundamental nature as children.

 

Keywords: political identity of children, Dancow milk commercial advertisement, advertising Dancow milk

 

Abstrak

Politik Identitas Anak Dalam Iklan Produk Susu Dancow (Analisis Semiotika Politik Identitas Anak Dalam Iklan Produk Susu Dancow), Penulis mencoba memaknai iklan yang menampilkan anak-anak khususnya peran anak-anak dalam iklan. Dalam hal ini Iklan Produk Susu Dancow ini merupakan salah satu gambaran dalam bentuk iklan untuk merepresentasikan bagaimana anak-anak dalam memenuhi salah satu kebutuhan pokoknya yaitu minum susu. Sedikit banyak Iklan di televisi sangat berpengaruh pada keinginan mereka mengonsumsi apa yang di Iklankan salah satunya adalah Susu Dancow. Penelitian ini mendeskripsikan makna dari visualisasi penokohan yang ada pada iklan produk Susu Dancow untuk anak-anak di media elektronik yaitu yang ditayangkan di stasiun televis dan untuk mengetahui politik identitas anak dalam iklan susu Dancow di stasiun televisi. Dengan tujuan untuk mengetahui makna/arti yang terkandung di balik penampilan dan tanda-tanda yang ada di dalamnya agar tercapai tujuan utamanya yaitu mengetahui ada atau tidaknya Politik Identitas anak dalam Iklan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika. Dari hasil analisis iklan produk susu untuk anak-anak di media televisi. Dapat diketahui bahwa Politik atau kebijakan periklanan iklan di media massa harus melindungi kepentingan anak-anak agar identitas anak sebagai anak tetap terpelihara. Di akhir penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa visualisasi Iklan susu Dancow 3+ dan 5+ “versi Dancow Safari 3+ dan 5+” yang ditayangkan di media televisi menggambarkan sisi anak-anak dalam dunianya bermain, menggambarkan sisi kemandirian anak, menggambarkan sisi sosial, kerjasama dan kepedulian anak, menggambarkan jiwa ingin tahu anak, dan menggambarkan sifat manja dan kasih sayang Ibu dan Ayah dalam sebuah keluarga. oleh karena itu menjadi perhatian penting bagi para orangtua dan praktisi periklanan agar memahami keberadaan anak-anak diruang lingkup orang dewasa dan hakekat anak sebagai anak.

 

Kata kunci: politik identitas anak, analisis semiotika, iklan susu Dancow


References


Daftar Pustaka

Afifuddin, H. S., & Ahmad, B. (2009). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.

Baharuddin, H. (2009). Pendidikan dan psikologi perkembangan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Barkatullah, A. H. (2010). Hak-hak konsumen. Bandung: Nusamedia.

Barton, W., & Beck, A. (2010). Bersiap mempelajari kajian komunikasi. Yogyakarta: Jalasutra.

Bungin, B. (2008). Konstruksi sosial media massa. Kencana Prenada Media Group.

Haryatmoko. (2007). Etika komunikasi. Yogyakarta: Kanisius.

Himpunan Kode Etik Asosiasi di Indonesia. (2006). Yogyakarta: Pustaka Yustisia.

Junaedi, F., dkk. (2010). Gado-gado pelanggaran iklan. Bantul Yogyakarta:Kreasi Wacana.

Kriyantono, R. (2007). Teknik praktis riset komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Machfoedz, M.(2010). Komunikasi pemasaran modern. Yogyakarta: Cakra Ilmu.

May, R.T. (2009). Pengantar ilmu politik wawasan pemikiran dan kegunaannya. Bandung: PT Refika Aditama

Morissan. (2010). Psikologis komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia.

Perundang-undangan tentang Anak. (2010). Yogyakarta: Pustaka Yustisia.

pinginpintar.com. diakses pada tanggal 10 maret 2010 pukul 21.08 WIT

Rahayu, T. P. (2006). Politik identitas anak-anak dalam iklan anak-anak. Jurnal Unair Media Masyarakat dan Kebudayaan dan Politik, 19 (2).

Severin J., Werner. Jr., & Tankard, W. J. (2005). Teori komunikasi sejarah, metode, dan terapan di dalam media massa. Jakarta: Prenada Media.

Sobur, A. (2006). Semiotika komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Sobur, A. (2001). Analisis teks media: Suatu pengantar untuk analisi wacana, analisi semiotika, dan analisis Framing. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Suhandang, K. (2010). Periklanan manajemen, kiat, dan strategi. (Cetakan I).Bandung: Nuansa.

Susanto, H. (2008). Hak-hak konsumen jika dirugikan. Jakarta: Visimedia

Widyatama, R. (2009). Pengantar periklanan. Cetakan ke-6. Yogyakarta: Pustaka Book Publiser.

www.dancow.co.id diakses pada tanggal 15 Juni 2010 pukul 14.02 WIT.

www.kewarganegaraan.wordpress.com/Rofi Nurmaulani

www.kompas.com/read. diakses pada tanggal 2 mei 2010 pukul 17.05 WIT.

Zamroni, M. (2009). Filsafat komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.