REPRESENTASI ETNIS JAWA-NGAPAK MELALUI CEMEN DALAM STAND UP COMEDY ACADEMY DI INDOSIAR

Iky Putri Aristhya

Abstract


Abstract


Stand Up Comedy is one of the television shows that are popular within the last 5 years. Its presence is preferred because it is entertainment as well as providing social criticism. Indeed, Stand-Up alone does not mean standing, but to express and defend their own opinion. Superiority theory indicates if the laugh is on a super position; while objects are ridiculed in a position degradation (belittled or insulted). Through this Stand Up Comedy, Cemen ethnic make-Ngapak Java, as a laughingstock or degraded. He is the owner of the information (communicator) was not as having full authority. This suggests that theories of superiority, is not entirely correct for this comedy. In the stand-up comedy show academy, on the one hand, komika as degraded but on the other hand it can also have the power. Performers in this event, such as Host and jury, also put Cemen as the humiliated or degraded. CemenNgapak use language as one of the conversation, which later became the laughingstock of the entire audience. Therein lies the degradation of the Java language-Ngapak by Cemen.

Keywords: stand-up comedy, superiority theory, stereotype

 


Abstrak

 

Stand Up Comedy merupakan salah satu acara televisi yang sedang populer dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Kehadirannya sangat disukai karena ini adalah hiburan sekaligus memberikan kritik sosial. Sejatinya, Stand-Up sendiri bukan berarti berdiri, namun mengutarakan dan membela pendapatnya sendiri. Teori Superioritas menunjukkan jika yang menertawakan berada pada posisi super; sedangkan objek yang ditertawakan berada pada posisi degradasi (diremehkan atau dihina). Melalui Stand Up Comedy ini, Cemen membuat etnis Jawa-Ngapak, sebagai bahan tertawaan atau yang mengalami degradasi. Ia sebagai pemilik informasi (komunikator) ternyata bukan sebagai pihak yang memiliki kuasa sepenuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa teori superioritas, tidak sepenuhnya benar untuk komedi ini. Dalam acara stand-up comedy academy, di satu sisi,komika sebagai orang yang mengalami degradasi namun disisi lain ia juga dapat mempunyai kuasa. Pengisi acara dalam acara ini, seperti Host dan Dewan Juri, juga turut menempatkan Cemen sebagai pihak yang direndahkan atau mengalami degradasi. Cemen menggunakan bahasa Ngapak sebagai salah satu bahan pembicaraannya, yang kemudian menjadi bahan tertawaan oleh seluruhaudience. Disinilah letak degradasi bahasa Jawa-Ngapak oleh Cemen.

Keywords:stand-upcomedy, superiority theory, stereotype


References


Daftar Pustaka

Abede Pareno, Sam. (2013) Komunikasi ala Punakawan dan Abu Nawas. Yogyakarta : Baraka Grafika

Barker, Chris. (2005)Cultural Studies. Teori dan Praktik. Yogyakarta : Bentang

Fashri, Fauzi. (2014)Perre Bourdieu : Menyingkap Kuasa Simbol. Yogyakarta : Jalasutra

Pragiwaksono, Pandji. (2012)Merdeka dalam Bercanda. Bandung : Bentang Pustaka

Rahmanadji, Didik. (2007)Sejarah, Teori dan Fungsi Humor. Jurnal; Bahasa Dan Seni, Tahun 35 Nomor 2 Agustus 2001, Malang: UM, Malang (pdf).

Ruben, Brent D dan Lea P Stewart. (2006) Komunikasi dan Perilaku Manusia. Jakarta: PT.Rajawali Pers


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.