KAJIAN ESTETIKA RANGKA PENAHAN ATAP PADA INTERIOR KELENTENG JIN DE YUAN, JAKARTA

Irma Damayantie

Abstract


Abstract

This report discusses the aesthetics study of roof retaining framework on an old temple in Jakarta, the Jin De Yuan Temple. The architecture and interior of the Jin De Yuan temple was built as a re-imagery activity by the Chinese community living in the Chinatown area of Jakarta. The building takes the essence of the shapes from the Chinese temple in their origin place, the area of South China. The result of the formation in Jin De Yuan temple in particular is the imitation of the original Chinese temple, but it has been assimilated with local culture, so it becomes aesthetic and different from any other temple. Ornaments on temples, especially those seen on the side of the roof has aesthetic value in general, so we can find the similarity of the use of roof truss ornaments on each temple. This research method using qualitative research methods, by choosing the type of historical research. The strategy chosen on the history of the founding of temples, historical relics, and records.

 

Keywords: aesthetics, roof retaining frame, interior temple

 

Abstrak

Tulisan ini membahas mengenai kajian estetika rangka penahan atap pada sebuah kelenteng tua di Jakarta, yaitu Kelenteng Jin De Yuan. Arsitektur dan interior dari kelenteng Jin De Yuan dibangun sebagai kegiatan pencitraan kembali oleh masyarakat Tionghoa yang tinggal di kawasan pecinan Jakarta. Bangunan tersebut mengambil inti sari bentuk-bentuk dari kelenteng Cina pada tempat asal mereka, yaitu daerah Cina Selatan. Hasil bentukan kelenteng Jin De Yuan tidaklah secara khusus merupakan imitasi kelenteng Cina aslinya, tetapi telah berasimilasi dengan budaya lokal, sehingga menjadi estetis dan berbeda dari kelenteng manapun. Ornamen pada kelenteng, khususnya yang terlihat pada sisi atap memiliki nilai estetika kelenteng secara umum, sehingga kita dapat menemukan kesamaan penggunaan ornamen rangka atap tersebut pada tiap-tiap kelenteng. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan memilih jenis penelitian historical research. Strategi yang dipilih didasarkan pada pertimbangan peristiwa sejarah berdirinya kelenteng, peninggalan sejarah berupa catatan dan dokumen-dokumen.

 

Kata kunci: estetika, rangka penahan atap, interior kelenteng


References


Daftar Pustaka

“Kelenteng Jin De Yuan”, http://thearoengbinangproject.com/2011/03/wisata-jin-de-yuan/, 17 Juli 2017.

“Kelenteng Kim Tek Ie (Jin de Yuan)”, http://lisasuroso.wordpress.com/2007/07/04/jakarta-china-town-jejak-sejarah-tionghoa-di-jakarta/, 17 Juli 2017.

Antariksa, “Melihat Sejarah dan Arsitektur Kawasan Pecinan”, http://antariksaarticle.blogspot.com/2010/02/melihat-sejarah-danarsitektur-kawasan.html, 17 Juli 2017.

Ardiani, Yanita Mila. (2015). Estetika dalam Arsitektur. Jakarta : PT.Widya Inovasi Nusantara.

Asti Kleinsteuber & Syafri Maharadjo. (2010). Kelenteng-kelenteng Kuno di Indonesia, Jakarta : PT. Gramedia Printing.

Bouvier, Nicolas & Denise Blum. (2002). “China”, Benedikt Taschen Verlag GmbH, Koln.

Ching, Francis D.K. (2012). “Arsitektur: Bentuk, Ruang, dan Tatanan”, Jakarta : Erlangga.

Dewi Puspa, dkk. (2000). “Kelenteng Kuno di DKI Jakarta dan Jawa Barat”. Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

http://campuraduk-gadogado.blogspot.com, 17 Juli 2017.

http://jindeyuan.org/arsitektur, 17 Juli 2017.

Khol, David G. (1984). “Chinese Architecture in The Straits Settlements and Western Malaya : Temples Kongsis and Houses”, Heineman Asia, Kuala Lumpur.

Moerthiko. (1980). “Riwayat Klenteng, Vihara, dan Lithang: Tempat Ibadah Tri Dharma se-Jawa”, Sekretariat Empe Wong Kam Fu, Semarang.

Salmon, CI. & D. Lombard. (2003). “Klenteng-Klenteng dan Masyarakat Tionghoa Di Jakarta”, Yayasan Cipta Loka Caraka, Jakarta.

Sumintarja, Jauhari. (1988). “Kompendium Sejarah Arsitektur”, Yayasan Lembaga Pendidikan Masalah Bangunan, Bandung.

Yaya Badriya. “Pengertian Estetika Menurut Para Ahli Beserta Penjelasannya”, www.ilmuseni.com, 21 Juli 2017.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.