EVALUASI KINERJA BIS APTB (ANGKUTAN PERBATASAN TERINTEGRASI BUSWAY) 03 PORIS – S. PARMAN

Andi Abdullah Mutakaliman, Ken Martina

Abstract


Abstrak

APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway) memiliki peranan penting dalam mendukung aktivitas masyarakat yang ingin melakukan perjalanan ke Jakarta. Transportasi ini adalah sebuah moda alternatif bagi masyarakat pengguna kendaraan umum seperti angkot, ojek, bajaj, taksi, kereta. APTB merupakan angkutan umum yang mampu memberikan rasa nyama bagi penumpangnya. Tujuan angkutan umum ini adalah mengantar penumpang ke dan dari wilayah yang tidak dapat digapai oleh TransJakarta. APTB ini memiliki keintegrasian dengan pendahulunya yaitu Transjakarta ini menguntungkan karena APTB dapat melalui jalur khusus yang disediakan untuk Transjakarta. APTB dapat mengantar ke kota-kota sekitar Jakarta seperti Tangerang, Bogor, Bekasi. Namun pengguna APTB ini masih sedikit, khususnya pada APTB dengan rute Poris-S. Parman. Ini disebabkan dari kinerja APTB tersebut dimana waktu tunggu yang lama dan kurangnya jumlah armadabus. Studi ini mengkaji mengenai evaluasi kinerja bus APTB 0 Poris-S.Parman. metode pendekatan yang digunakan dalam studi ini bersifat deskriptif, yang ditekankan pada analisis kuantitatif. Hasil analisis menunjukan bahwa APTB 03 Poris-S. Parman memiliki faktor muat (load factor) pada jam sibuk pagi sebesar 0,36 dan jam sibuk sore 0,44 dan pada jam tidak sibuk siang sebesar 0,16. Untuk jumlah bus yang dibutuhkan adalah dengan penambah 11 unit untuk memenuhi kebutuhan penumpang. Tanggapan pengguna terhadap kinerja bus APTB sudah dinyatakan cukup baik

 

Kata Kunci : APTB, Busway, Transportasi, TransJABODETABEK


References


Daftar Pustaka

Adisasmita, Rahardjo. (2010). Pembangunan Kawasan dan Tata Ruang. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Catanese, Anthony J & James C. Synder. (1988). Edisi Ke 2. Urban Planning. McGraw-Hill Inc.

Ikatan Ahli Perencana Indonesia. (1997). Kamus Tata Ruang. Jakarta: Direktorat Jendral Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum.

Setiyowati, Revi. (2013). Evaluasi Perpindahan Penumpang Trans Jabotabek Tangerang Jurusan Kota Tangerang – Kota Jakarta Barat, (laporan penelitian, tidak dipublikasikan). Jakarta: Teknik Perencanan Wilayah dan Kota Universitas Esa Unggul.

Taylor, Griffit. (2007). Urban Geography (Edisi ke 2). London: Routledge.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.