KONSEP PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA PELABUHAN SUNDA KELAPA SEBAGAI PUSAT MUSEUM MARITIM INDONESIA

Budi Sulistyo, Zahrotunissa Insani

Abstract


Indonesia is the largest maritime or island nation in the world. Since the maritime era, inter-island shipping and trading have developed by using various types of traditional boats and vessels. Sunda Kelapa Port is one of the historical relics associated with maritime. It was a trade entrance on the island of Java known as a busy pepper port. Foreign ships already docked in this port carrying goods. Sunda Kelapa Harbor now serves as a port of people's voyages and tourist areas. Port as a tourist area has its own attractions for tourists in terms of activities of loading and unloading of goods traditionally and the use of Phinisi Ship. But the port as a tourist area has not been developed properly seen from the existing condition of tourist areas that have not been able to serve the tourists in supporting tourism activities and the utilization of other historical relics. Therefore, it takes a study that aims to assist the development of tourism potential owned by the Tourism Area of Sunda Kelapa Harbor. The research method used in this study is descriptive qualitative method and frequency analysis by extracting information from literature study, interview, questionnaires and field observation. This method is used to determine the condition of the last study area and analyze the factors that hamper the development of the tourist area followed by the formation of the concept in the form of site plan of development of Sunda Kelapa Harbor Tourism Area as the center of Indonesian maritime museum. Keywords: concept, port, tourist area, tourism area development, maritime museum

References


Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta. 2007. Sejarah dan Guideliness Kotatua. Jakarta.

Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum bekerjasama dengan Ikatan Ahli Perencana Indonesia. 1997. Kamus Tata Ruang. Jakarta.

DKI Jakarta Dalam Angka 2012. DKI Jakarta: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta.

Eko Sujanto, Agus. 2009. Aplikasi Statistik dengan SPSS 16. Prestasi Pustaka Publisher.

Glasson, J. 1974. An Introduction to Regional Planning. London: Hutchinson Educational.

Hadinoto, Kusudianto. 1996. Perencanaan Pengembangan Destinasi Pariwisata. Jakarta: Universitas Indonesia.

Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran, Buku 1 dan 2. Jakarta: PRENHALLINDI.

Kuncoro, Mudrajad. Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi, Bagaimana Meneliti dan Menulis Tesis. Jakarta: Erlangga.

Lynch, Kevin. 1960. The Image Of The City. Cambrige: The MIT Press.

Pendit, Nyoman S. 1980. Ilmu Pariwisata Perdana. Jakarta: Pradnya Paramita.

Poelinggomang, Dr. Edward L. 2012 Bahan Ajaran Sejarah Maritim Dunia. Makassar: Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan.

Porter, Michael E. 1987. Competitive Advantage. New York: Free Press.

Prasetyo, Bambang dan Lina Miftahul Jannah. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi, Jakarta: PT. Radjagrafindo Persada.

Riduwan. 2005. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Ruslan, Rosady. 2003. Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi. Jakarta: Rajawali Press.

Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. 1989. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES.

Spillane, J James. 1994. Pariwisata Indonesia Siasat Ekonomi dan Rekayasa Kebudayaan. Kanisius. Yogyakarta.

Yoeti, Oka A. 1996. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa.

Peraturan Perundang-undangan:

Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta 2030

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2010 tentang Kepelabuhan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Tugas Akhir:

Asmara, Maya. 2011. Identifikasi Faktor Tidak Berkembangnya Pedagang Eks PKL Barito di Lokasi Baru. Tugas Akhir, Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Esa Unggul.

Hasan, Nur. 2005. Identifikasi Faktor Penghambat Perkembangan Kawasan Wisata Sendang Biru. Tugas Akhir, Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS. Surabaya.

Mahmud, Amir. 2007. Model Komunikasi Pembangunan Dalam Penyediaan Prasarana Perdesaan di Kawasan Pesisir Utara Jawa Tengah (Studi Kasus Desa Morodemak dan Purwosari Kabupaten Demak).

Mareza, Muhamad Daniel. 2013. Konsep Pengembangan Kawasan Minapolitan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan. Tugas Akhir. Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Esa Unggul.

Nurun, Meisani. 2013. Revitalisasi Kawasan Pasar Baru Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing Pusat Belanja Tertua di Jakarta. Tugas Akhir, Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Esa Unggul.

Rahmita, Ira. 2011. Hubungan Minat Masyarakat Terhadap Rumah Susun Sederhana Dengan Aksesibiltas dan Lokasi. Tugas Akhir, Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Esa Unggul.

Ricardo Turnip, Daniel. 2010. Museum Musik di Medan. Tugas Akhir, Departemen Arsitektur, Universitas Sumatera Utara.

Jurnal:

Indriyanto. Peran Pelabuhan Dalam Menciptakan Peluang Usaha Pariwisata; Kajian Historis Ekonomi.

Surat Kabar:

Berita Resmi Statistik No.24/04/Th.XVI, 1 April 2013. Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional. www.bps.go.id, Februari 2013.

Kompas. 2012. “Kutai Kartanegara Kembangkan Obyek Wisata”. 13 Juli. Balikpapan.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.