PERBEDAAN HEALTH BELIEF MAHASISWA PEROKOK UNIVERSITAS ESA UNGGUL BERDASARKAN JENIS KELAMIN

Simon Noviyanto, Yeny Duriana Wijaya

Sari


Abstract

Smoking behavior was discovered at EsaUnggul University. Students who do the smoking behavior is not only men but also women. Students of male smokers, smoking is considered reasonable thing to do, while smoking for female students, smoking assessed a way to look attractive. Female smokers believed the threat of disease from smoking will interfere with student health than male smokers. One's beliefs on health-related behaviors called health belief. Purpose of this study was to determine differences health belief EsaUnggul University student smokers. Research includes a comparative study non-experimental. Amount 100 sample students smokers. With data retrieval technique of non-probability sampling with purposive sampling.Health measuring devices belief (valid item 33) with reliability coefficient of 0.940. Statistical results, obtained by the Sig. (2-tailed) or 0.000 (p <0.05) with a mean value of a group of male smokers student at 89.30 and the mean value of female smokers student produces mean deference by 93.56 -4.26 , There are differences health belief between student EsaUnggul University gender male and female smokers.

 

Keywords: health belief, smoking behavior, student

 

Abstrak

Perilaku merokok masih ditemukan di Universitas esa unggul. Mahasiswa yang melakukan perilaku merokok bukan hanya laki-laki, namun juga perempuan. Bagi mahasiswa perokok laki-laki, merokok dinilai wajar untuk dilakukan, sedangkan perilaku merokok bagi mahasiswa perempuan, merokok dinilai sebagi cara untuk terlihat menarik. Mahasiswa perokok perempuan lebih meyakini ancaman penyakit dari perilaku merokok akan mengganggu kesehatannya daripada mahasiswa perokok laki-laki. Keyakinan seseorang terhadap perilaku yang berhubungan dengan kesehatan disebut dengan health belief. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan health belief mahasiswa perokok Universitas Esa Unggul berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini termasuk studi komparatif non-eksperimental. Jumlah sampel penelitian 100 mahasiswa perokok. Dengan teknik pengambilan data non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Alat ukur health belief (33 aitem valid) dengan koefisiensi reabilitas 0,940. Hasil uji statistik, diperoleh nilai Sig.(2-tailed) 0.000 atau (p < 0.05) dengan nilai mean dari kelompok mahasiswa perokok laki-laki sebesar 89,30 dan nilai mean dari mahasiswa perokok perempuan sebesar 93,56 menghasilkan mean deference -4.26. Terdapat perbedaan health belief antara mahasiswa perokoko laki-laki dan mahasiswa perokok perempuan.

 

Kata kunci :health belief, perilaku merokok, mahasiswa.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Daftar Pustaka

Achadi, A. (2008). Regulasi Pengendalian Masalah Rokok. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 2, No. 4.

Acarli, D.S. & Kasap, Y.M. (2014).An Examination Of High School Students’ Smoking Behavior By Using The Theory of Planned Behavior.Journal of Baltic Science Education, Vol. 13, No. 4.

Arfat, A. (2014). Dinamika Disonasi Kognitif Pada Perokok Penderita Asma. Skripsi. Publikasi. Program Studi Psikologi. Universitas Islam Negeri Sunan Kali Jaga. Yogyakarta.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Ed Revisi VI, Penerbit PT Rineka Cipta, Jakarta.

Astuti, K. (2012). Gambaran Perilaku Merokok Pada Remaja di Kabupaten Bantul. Insight Volume 10, Nomor 1.

Azwar, S. (2012). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Becker, M.H & Janz, N.K. (1984). The Health Belief Model: A Decade Later. Health Education Quarterly, Vol. 11(1): 1-47 (Spring, 1984)

Chaplin, J.P. (2006). Kamus Lengkap Psikologi. (Penerj. Kartini Kartono). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Chotidjah, S. (2012). Pengetahuan Tentang Rokok, Pusat Kendali Kesehatan Eksternal dan Perilaku Merokok. Makara Sosial Humaniora, Vol. 16, NO. 1, 49-56.

Juniarti, D. (2008). Hubungan Antara Health Belief Dengan Sikap Terhadap Merokok pada Remaja. Naskah Publikasi. Skripsi. Fakultas Psikologi.

Emqi, Z.H. (2013). Belief pada Remaja Penyalahguna Alkohol. Jurnal Online Psikologi, Vol. 01 No. 02.

Fikriyah & Febrijanto. (2012). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Laki-Laki di Asrama Putra. Jurnal STIKES Vol. 5 No.1.

Fitriati, (2005). Keyakinan Terhadap Kesehatan Pada Remaja Perokok.Naskah Publikasi. Skripsi. Universitas Islam Indonesia Jogjakarta

Fuadah (2008). Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Laki-Laki Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta Angkatan 2009. Naskah Publikasi. Skripsi. Universitas Negeri Jakarta.

Hurlock, E (2003). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentan Kehidupan. Jakarta : Erlangga.

Kurniawati, N. & Sulistyorini, I.R. (2008). Hubungan Antara Keyakinan Terhadap Bahaya Merokok Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja. Naskah publikasi. Skripsi. Universitas Islam Indonesia.

Kurniawati, Y. & Ramli, A.H. (2007). Perbedaan Konsep Diri Pada Perokok Laki-Laki Dan Remaja Perempuan Remaja Akhir.

Komalasari, D. & Helmi, A.V. (2000). Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Merokok Pada Remaja.

Lestary & Sugiharti. (2007). Perilaku Beresiko pada remaja menurut Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia. Jurnal Kesehatan Reproduksi Volume 1.

Martini, S. (2014). Makna merokok pada remaja putri perokok. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan Volume 3, No. 2.

Mu’tadin, Z. 2002. Kemandirian sebagai kebutuhan psikologis pada remaja. http://www.e-psikologi.com/artikel/individual/kemandirian-sbg- kebutuhan- psikologis-pada-remaja. Diakses 4 Maret 2015.

Monk, F. J., Knoers, A. M. P., Haditono, S. R. 2001. Psikologi Perkembangan:Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nadianti & Rahayu. (2015). Hubungan Antara Health Belief Dengan Perilaku Compliance Pada Pasien Penderita Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung.

Nasution, I. K. (2007). Perilaku Merokok Pada Remaja. Universitas Sumatera Utara

Norman, P., et al. (1999). The Theory Of Planned Behavior And Smoking Cessation. Health Psychology, Vol. 18 No. L, 89-94.

Parkinson, C.M., Hammond., D., Fong. T. G., Borland, R., Omar. M., Sirirassamee, B., Awang, R., Driezen, P., Thompson, M. (2009). Smoking Beliefs And Behavior. Am J Health Behav, 33(4):366-375.

Pratiwi & Rosina. (2014). Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Tentang Bahaya Merokok Dengan Tindakan Merokok Pada Siswa-Siswi Sma Negeri 9 Manado. skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sam Ratulangi

Resna & Farida. (2015). Health Belief Penderita Hipertensi Primer Non Compliance Di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Skripsi. Fakultas Psikologi. Universitas Islam Bandung.

Ruth R.K., Smith. M., Heron. J., Hickman. M., Campbell. R., (2014). Multiple risk behaviour in adolescence and socio-economic status: findings from a UK birth cohort. European Journal of Public Health, 1-6.

Sugiyono. (2012). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sirait (2012). Hubungan Komponen Health Belief Model (HBM) Dengan Tindakan Penggunaan Kondom Pada Anak Buah Kapal (Abk) Di Pelabuhan Belawan Tahun 2012. Naskah Publikasi. Tesis.Universitas Sumatrea Utara (USU)

Sevgi, Y. Ö., et all. (2011). Risk Factors For Smoking Behavior Among University Students. Turk J Med Sci, 41 (6): 1071-1080.

Tuti, W. (2013). Korupsi Dalam Pandangan Cognitive Dissonance Theory. Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Bakrie.

World Health Organization. (2013). WHO Report On The Global Tobacco Epidemic. http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/85380/1/9789241505871_eng.pdf. (diakses pada November 2015


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.