PROFIL PSYCHOLOGICAL WELL BEING MAHASISWA REGULER PROGRAM STUDI PSIKOLOGI SEMESTER 1 DI UNIVERSITAS ESA UNGGUL

Sulis Mariyanti

Sari


Abstract

The University's policy of imposing mandatory counseling to students of EsaUnggul University starting from 2nd semester students who have a GPA <2.00 is one of the preventive ways to identify stressfull problems by students, both academic and non academic and find solutions from the beginning, so that students are able to complete their studies on time. The amount of psychological stress experienced by students as a result of the demand to adjust to the new situation is one indicator of the psychological well-being level and is usually greater experienced by students at the beginning of the lecture. First semester students will be able to undergo a transition period well needed a very important thing that is psychological well being. The purpose of this study is the availability of psychological profile profilewell being a new student in the psychology department and the factors that influence it. This research is descriptive quantitative research, with saturated sampling method which involves all students of psychology semester one study program is 51 regular students, using psychological well-being scale scale reliability value of coefficient (α) = 0,86. From the results of the categorization of students visible semester 1 (one) tend to have more psychological well being low (51%). Other findings suggest that sex, family status, family economic conditions, shelter, and dating status do not affect the psychological well being of the student.

 

Keywords: psychological well being, semester 1, psychology student

 

Abstrak

Kebijakan Universitas yang memberlakukan konseling wajib kepada para mahasiswa Universitas Esa Unggul yang dimulai dari mahasiswa semester 2 (dua) yang memiliki IPK <2,00 merupakan salah satu cara preventif untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang dirasakan stressfull oleh mahasiswa, baik akademik maupun non akademik serta menemukan solusi sejak awal, agar mahasiswa mampu menyelesaikan studinya dengan tepat waktu.  Besarnya stress psikologis yang dialami mahasiswa sebagai akibat tuntutan untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru merupakan salah satu indikator dari level psychological well-being dan biasanya lebih besar dialami mahasiswa pada awal perkuliahan. Mahasiswa semester satu akan mampu menjalani masa transisi dengan baik dibutuhkan suatu hal yang sangat penting yaitu psychological well being. Tujuan penelitian ini adalah tersedianya profil kondisi psychological well being mahasiswa baru di prodi psikologi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif, dengan metode sampling jenuh yang melibatkan seluruh mahasiswa prodi psikologi semester satu berjumlah 51 mahasiswa reguler, menggunakan alat ukur  psychological well-being scale nilai koefisien reliabilitas  (α)= 0,86. Dari hasil kategorisasi terlihat mahasiswa semester 1 (satu) cenderung lebih banyak yang memiliki psychological well being rendah (51%). Temuan yang lain menunjukkan bahwa jenis kelamin, status keluarga, kondisi ekonomi keluarga, tempat tinggal, dan status berpacaran tidak mempengaruhi psychological well being mahasiswa.

 

Kata kunci : psychological well being, semester 1, mahasiswa psikologi


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Daftar Pustaka

Amawidyati, S.A.G., & Utami, M.S (2007). Religiusitas dan Psychological Well-Being pada korban gempa. Jurnal Psikologi Universitas Gajah Mada, 34(2), 164 – 176

Azwar, S. (2012) Penyusuan Skala Psikologi. (edisi-2). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

DEPDIKBUD,. (2000) Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 232/U/2000 tentang Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa

Lazarus, R.S. & Folkman, S.(1984) Stress Appraisal and Coping, New York: Springer.

Papalia, D.E., Olds, S.W., & Feldman, R.D (2011). Human Development; Psikologi Perkembangan (A.K. Anwar, Penerjemah). Jakarta: Kencana

Ryff, C.D. (1989). Happiness is everything, or is it? Exploration on the meaning of Psychological Well-Being, Journal Of Personality and Social Psychology 57(6), 1069-1081

Ryff, C.D (1995). Pschological Well-Being in Adult Life. Current Direction In Psychological Science, 4(4), 99 – 104

Ryff, C.D., & Keyes, C.L.M (1995). The Structure Of Psychological Well-Being Revisited.Journal Of Personality And Social Psychology, 69(4), 719-727

Ryff, C.D., Keyes, C.L.M., & Shmotkin, D (2002). Optimizing Well-Being: The Emperical Encounter Of Two Traditions. Journal Of personality and Social Psychology, 82(6), 1007 - 1022

Sarafino, E.P. (2002) Health Psychology: Biopsychosocial Interactions (4th ed), New York : John Wiley & Sons, Inc.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.