OPTIMALISASI TEMPAT SAMPAH WARNA SEBAGAI PEMECAHAN MASALAH DI SDN 11 DURI KEPA, JAKARTA BARAT

Devi Angeliana Kusumaningtiar

Sari


Abstract

Community service activities, especially in the form of transfer of knowledge and technology to the public concerning the problems faced by the community, among others, to overcome the problems of waste that was in SDN 11 Duri Kepa, West Jakarta. Implementation of Tri dharma community service aims to raise awareness of health and the environment against waste disposal in the area of environment SDN 11 Duri Kepa. The method used in community service is a demonstration of waste disposal into coloured wastebasket in the school. SDN 11 Duri Kepa there are bins in the open state and not well maintained, the school only has trash that medium-sized and made of drums which are not covered are laid out in the school yard. This will cause the bins become full, which can cause a variety of diseases caused by waste. The results of this activity the students understanding is good enough on the types of organic and non-organic trash, it's just that students are still shy to enter the type of waste which includes organic or non-organic trash. Giving coloured wastebasket became solution and so help the school in waste management over the years.

Keywords: optimizing, coloured wastebasket, organic and nonorganic

Abstrak

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terutama berupa transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat antara lain yaitu mengatasi permasalahan sampah yang berada di SDN 11 Duri Kepa, Jakarta Barat. Pelaksanaan Tri dharma pengabdian  kepada  masyarakat  ini  bertujuan untuk meningkatkan kepedulian kesehatan dan lingkungan terhadap pembuangan sampah di wilayah lingkungan SDN 11 Duri Kepa. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah peragaan pembuangan sampah ke tempat sampah warna serta pemberian tempat sampah warna ke sekolah. SDN 11 Duri Kepa masih terdapat tempat sampah dalam keadaan terbuka dan tidak terpelihara dengan baik, sekolah hanya memiliki tempat sampah yang berukuran sedang dan terbuat dari drum bekas yang tidak tertutup yang diletakkan di halaman sekolah. Hal ini akan menyebabkan tempat sampah menjadi penuh, sehingga dapat menyebabkan berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh sampah. Hasil dari kegiatan ini pemahaman siswa-siswi sudah cukup baik mengenai jenis sampah organik dan nonorganik, hanya saja siswa-siswi masih malu untuk memasukkan jenis sampah mana yang termasuk sampah organik atau nonorganik. Pemberian tempat sampah warna ini menjadi solusi dan sangat membantu pihak sekolah dalam pengolahan sampah selama ini.

 Kata Kunci : Optimalisasi, tempat sampah warna, organik dan nonorganik


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Daftar Pustaka

Ayu Artiningsih Ni Komang. 2008. Peran serta Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (Studi Kasus di Sampangan dan Jombang Kota Semarang. Tesis. Pascasarjana Universitas Diponogoro.

Buku Pedoman 3R Berbasis Masyarakat di Kawasan Permukiman. Jakarta : Direktorat Pengemabangan Penyehatan Lingkungan Permukiman. 2008

Chandra, Dr. Budiman. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran. Hal. 124, dan 144-147.

Dwiyatmo, Kus. 2007. Pencemaran Lingkungan dan Penangananya. Yogyakarta: PT. Citra Aji Parama

Rahayu, T. Puji. 2010. Enskilopedia Seri Desa-Kota. Semarang: Aneka Ilmu.

Soemirat, Juli. 2011. Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Yogjakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN CETAK : 2406-8365