SARAPAN SEHAT MENUJU GENERASI SEHAT BERPRESTASI

Laras Sitoayu, Yulia Wahyuni, Dudung Angkasa, Anugrah Noviyanti

Sari


Abstract

Good food for school children is a food that contains many varieties and in accordance with the recommended dietary allowance, one through breakfast habit. In fact, not all school children have breakfast habits. Only 10.6% of the children breakfast sufficient energy (>30%) and still very lack of breakfast with diverse food. Breakfast habit is important not only taught at home, but also need to be socialized at school. Teacher, as parent in the school need to understand the importance of a healthy breakfast habit and are able expected to socialize. This activity is one of the implementation of the Circular of Kementerian Dalam Negeri No. 444/1123/ PMD dated 4 February 2013 to the Governor throughout Indonesia, to support and implement the Week Breakfast National or Pekan Sarapan Nasional (PESAN) with campaigning and encouraging people to adopt a healthy breakfast behave through seminars. This event aims to disseminate a healthy breakfast for any teacher PAUD/ kindergarten for a whole West Jakarta through seminars, conducted in Ballroom Kemala Esa Unggul University. Socialization is done with providing counselling and using comics "Come Breakfast" or “Ayo Sarapan” as a medium of education. A total of 302 teachers early childhood /kindergarten throughout West Jakarta attended and participated in this well. Understanding and socialization reinforced by educational media used and given to participants, so easy to understand and can be applied in everyday life. Events like this are important to do every year to different participant, so socialization healthy breakfast can be achieved with good.

Keywords : healthy breakfast, teacher, school

Abstrak

Makanan yang baik untuk anak sekolah adalah yang beraneka ragam jenisnya dan sesuai dengan kecukupan gizi yang dianjurkan, salah satunya melalui kebiasaan sarapan. Pada kenyataannya, tidak semua anak sekolah mempunyai kebiasaan sarapan. Hanya 10.6% dari sarapan anak yang mencukupi energi (>30%) dan masih sangat kurangnya sarapan dengan makanan yang beranekaragam. Kebiasaan sarapan tidak hanya penting diajarkan di rumah namun juga perlu disosialisasikan di sekolah. Guru, sebagai pengganti orang tua siswa di sekolah perlu memahami pentingnya kebiasaan sarapan sehat dan diharapkan mampu mensosialisasikannya. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 444/1123/PMD tanggal 4 Febuari 2013 kepada Gubernur di seluruh Indonesia, untuk mendukung dan melaksanakan Pekan Sarapan Nasional (PESAN) dengan mengampanyekan dan mendorong masyarakat agar menerapkan perilaku sarapan sehat melalui seminar. Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan sarapan sehat kepada Guru PAUD/TK se-Jakarta Barat melalui seminar, yang dilakukan di Ballroom Kemala Universitas Esa Unggul. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan menggunakan media komik “Ayo Sarapan” sebagai salah satu media edukasi. Sebanyak 302 Guru PAUD/TK se-Jakarta Barat hadir dan mengikuti kegiatan ini dengan baik. Pemahaman dan sosialisasi diperkuat dengan adanya media edukasi yang digunakan serta diberikan pada peserta sehingga mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan seperti ini penting dilakukan setiap tahun dengan target sasaran yang berbeda-beda, sehingga sosialisasi sarapan sehat dapat tercapai dengan baik.

Kata Kunci : sarapan sehat, guru, sekolah


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Daftar Pustaka

Gibson SA & Gunn P. (2011). What’s for breakfast? Nutritional implications of breakfast habits: insights from the NDNS dietary records. Nutrition Bulletin, 36, 78—86.

Hardinsyah. (2012). Kebiasaan Sarapan Anak Indonesia berdasarkan Data Riskesdas 2010. Jurnal Gizi dan Pangan. Sekretariat Pergizi Pangan Indonesia, Departemen Gizi Masyarakat, FEMA IPB, Bogor

Hardinsyah. (2013). Analisis jenis, jumlah, dan mutu gizi konsumsi sarapan anak Indonesia. Jurnal Gizi Pangan 8(1): 39-46

Judarwanto, Widodo. (2006). Perilaku Makan Anak Sekolah. Direktorat Bina Gizi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Diunduh pada tanggal 4 Juni 2016) Diakses dari: http://gizi.depkes.go.id/makalah/download/perilaku%20makan%20anak%20sekolah.pdf

Kementerian Kesehatan RI. (2014). Pedoman Gizi Seimbang (PGS) 2014. Jakarta

Khomsan, A. (2003). Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. Jakarta: Rajagrafindo Persada

Mhurchu, CN. (2010). Effects of a free school breakfast programme on school attendance, achievement, psychosocial function, and nutrition: a stepped wedge cluster randomised trial. British Medical Journal Public Health, 10, 738

Muhilal, Damayanti. (2006). Waspadai Kegemukan Pada Anak (Diakses pada tanggal 29 Agustus 2016 pukul 19:00)

Sukiniarti. (2015). Kebiasaan Makan Pagi Pada Anak Usia SD dan Hubungannya dengan Tingkat Kesehatan dan Prestasi Belajar. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia. Vol 1 (3): 315-321

Utter, Jennifer. (2007). At-Home Breakfast Consumption among New Zeland Children : Association With Body Mass Index and Related Nutrition Behavior. The American Dietetic Association.

Volker. (2005). Impact Breakfast on Daily Energy Intake- an Analysis Absolute Versus Relative Breakfast Calories. The Nutritional Journal

Yayasan Institut Danone. 2010. Sehat & Bugar Berkat Gizi Seimbang. Penerbit: PT. Gramedia. Jakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN CETAK : 2406-8365