PENILAIAN STATUS KEBUGARAN ANAK SEKOLAH DASAR DURI KEPA 11 JAKARTA BARAT

Mury Kuswari

Sari


Abstract

School-age children act as an investment for the nation, since they are the future generation. The optimal Growth and development  of school-age children depends on adequate nutrient intake through high quality food and their physical fitness. For a school age children, physical fitness status is very important to suppport learning and playing activity. Children who are at good physical fitness status will be able to learn, play, or doing other activities longer than those who did not have optimal physical fitness status. Physical fitness status influenced by several things, including nutrient intake and body composition. This activity aims to assess the fitness status of male and female students of State Elementary School Duri Kepa 11. This activity is done with cross-sectional design. This activities carried out in March 2016. The population in this activity are children of school age grade 3 and 4 in Duri Kepa SD Negeri Jakarta, 83 students were present and willing to become respondent in this activity.  Fitness status measurement is done by bleep test method and then the result compared with the fitness status standard. Based on the measurement, results showed that  majority of female students at  SDN Duri Kepa 11 status is not fit, yet, most of the male students were on optimal physical fitness status.  Constant monitoring of elementary school student’ physical fitness status need to be done not only to support children's health status but also as a basis to do an health intervention.

 Keywords: fitness, student, elementary school

 Abstrak

Anak usia sekolah adalah investasi bangsa, karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Tumbuh berkembangnya anak usia sekolah yang optimal tergantung pemberian asupan zat gizi dengan kualitas dan kuantitas yang baik serta benar. Bagi seorang anak, kebugaran sangat penting terutama sebagai modal utama dalam melaksanakan kegiatan belajar dan bermain. Anak yang bugar akan memiliki rentang perhatian lebih lama dalam belajar, bermain, atau berbagai kegiatan lainnya. Kebugaran jasmani dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya asupan zat gizi dan komposisi tubuh. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai status kebugaran siswa dan siswi SDN Negeri Duri Kepa 11. Kegiatan ini dilakukan dengan desain cross-sectional. Waktu kegiatan dilakukan pada bulan Maret 2016. Populasi dalam kegiatan ini adalah anak-anak usia sekolah kelas 3 dan 4 di SD Negeri Duri Kepa Jakarta. Dari jumlah populasi yang ada, didapatkan besar sampel yang hadir dan bersedia untuk menjadi responden sebesar 83 siswa/i. Pengukuran status kebugaran dilakukan dengan cara bleep test dan kemudian dibandingkan dengan standar kebugaran anak. Berdasarkan hasil pengukuran didapatkan hasil sebagian besar siswi SDN Duri Kepa 11 berstatus tidak bugar namun, sebagian besar siswa SDN Duri Kepa Berstatus Bugar. Banyaknya siswi yang berstatus tidak bugar, pemantauan terhadap kebugaran dan pembinaan kebugaran jasmani siswa SD perlu dilakukan untuk menunjang status kesehatan anak sekolah.

Kata Kunci: kebugaran, siswa, sekolah dasar


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Daftar Pustaka

Adi. (2010). Meningkatkan kebugaran jasmani anak SD melalui latihan kebugaran aerobik. http://blogjurnalkesehatan.com//.html [11 September 2012].

Almatsier, Sunita. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Badan Pusat Statitik. (2015). Proyeksi Penduduk Indonesia Menurut Provinsi 2010-2035. Diakses dari https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1810

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2010). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2010. Jakarta: Penerbit: Kemenkes RI.

BAPPENAS. (2010). RANPG 2006-2010, 1–60.

Gibson RS. (2005). Principle of Nutritional Assessment. OXFORD University Press.Second Edition.

Gutin, B,. Yin, Zenong., Humphries, Matthew. C et al. (2005). Relationship of Moderate and Vigourous Physical Activity to Fitness and Fatness in Adolescent. The American Journal of Clinical Nutrition, 81, 71, 746-50.

Hastuti S. (2003). Hubungan Status Gizi dengan Tingkat Kesegaran Jasmani Anak Sekolah Dasar di Sd Negeri Majasto I Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo [skripsi]. Semarang: Gizi Kesehatan Masyrakat, UNDIP.

Jumirah, Lubis Z, Aritonang E. (2008). Status Gizi dan Tingkat Kecukupan Energi dan Protein Anak Sekolah Dasar di Desa Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan. Medan: Jurnal Penelitian USU, Juni 2008, 12(1): 1-6.

Kesehatan Komunitas. (2002). Panduan Kesehatan Olahraga Bagi Petugas Kesehatan. Jakarta: Kesehatan Komunitas.

Khomsan A. (2002). Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. Bogor: Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Muslichatun. (2005). Perbandingan Pengaruh Latihan Senam Kesegaran Jasmani Usia Sekolah Dasar Antara Tiga Kali dengan Empat Kali dalam Seminggu terhadap Tingkat Kesegaran Jasmani Siswa Putri di SD Negeri Gunungjati 4 dan Nangkosawit Tahun Ajaran 2004/2005 [skripsi]. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Nasoetion A, Riyadi H. (1994). Gizi Terapan. Bogor: Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPB. Nurhasan H, Cholil H, 2007. Modul Tes dan Pengukuran Keolahragaan. Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia.

Ruiz, Jonathan R.., Rizzo, Nico S., Hurtig-Wenlnlof, Anita et al. (2006). Relations of Total Physical Activity and Intensity to Fitness and Fatness in Children. American Journal Clinical Nutrition, 84, 299–303

Satya WI. (2008). Kebugaran jasmani dalam mendukung kinerja. Jurnal IQRA, Ilmu Kependidikan dan Keislaman 4(2):211-222.

Santoso BI, Hardinsyah, Siregar P, Pardede SO. (2011). Air Bagi Kesehatan. Jakarta: Centra Communications.

Setiawan B, Rahayuningsih S. (2004). Angka Kecukupan Vitamin Larut Air. Jakarta: Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII.

Soekirman, Hardinsyah, Jus’at I, Jahari AB. (2002). Regional study of nutritional status of urban primary school children, West Jakarta and Bogor, Indonesia. Food and Nutrition Bulletin, 23 (1): 31-40.

Soetardjo S. (2011). Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan. Jakarta: PT. Gramedia.

Sriundy MIM. (2009). Profil kebugaran jasmani anak usia 7 – 13 tahun sebagai sasaran evaluasi penjasorkes. Jurnal Pendidikan Dasar 10(1): 92-104.

Sudarsono NC. (2008). Kebugaran. http://kebugaran.myblog.com/2011/07/15/tes- kebugaran-jasmani-indonesia-tkji/ [11 September 2012]

Sulistiono, Agus. (2014). Kebugaran Jasmani Siswa Pendidikan Dasar dan Menengah di Jawa Barat. Puslitjak, Balitbang-Kemdikbud

Yayasan Institut Danone. (2010). Sehat & Bugar Berkat Gizi Seimbang. Penerbit: PT. Gramedia. Jakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN CETAK : 2406-8365