PEMBERDAYAAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DALAM MEMILIH JAJANAN YANG SESUAI DENGAN PRINSIP GIZI SEIMBANG REMAJA USIA 13-15 TAHUN

Nadiyah Nadiyah, Nova Andriani, Dinda Yulian Ardiani, Dita Amalia Husna, Al Dwi Putri Rizki, Andini Dhea, Jumiati Utari

Sari


Abstract

Over-nutrition among adolescents aged 13-15 years in Indonesia is increasing from moderate (5-9%) in 2010 to severe level (>10%) in 2013. DKI Jakarta has the third highest prevalence of overweight among adolescents 13-15 aged years, which is above national prevalence. High calorie snacks cause overweight in adolescents. SMP Negeri 16 is one of junior high schools in urban area in South Jakarta. SMP 16 is located in a strategic area and near three minimarkets that provide various snacks. Objective of this activity is to empower students to choose appropriate snack with their nutritional need. This activity was conducted in SMP 16, from 30 September to 12 October 2016. In concept, this activity was begun with situation and problem analysis and started from planning, organizing, actuating then evaluating. This activity introduced nutritional balance concept, the pattern of nutritional balance for adolescents aged 13-15 years and demonstrated them how to select the appropriate snacks with the adolescence nutritional balance. The result indicated that the over-nutrition (overweight and obesity) problem in SMP 16 has high category (33%). As 58% students has body fat percentage above normal. Most of them consume high calorie drinks three to six in a week. Canteen in SMP 16 has not provided healthy and nutritious snacks. T-test statistic between student pre-test and post-test was applied to evaluate this activity, there was improvement in their knowledge and attitude toward appropriate snacks after this activity (p=0,000).

 

Keywords: overweight, adolescent, high calorie

 

Abstrak

Masalah kegemukan remaja usia 13-15 tahun di Indonesia meningkat dari kategori moderate/sedang (5-9%) menjadi severe/parah (>10%). DKI Jakarta merupakan propinsi ketiga tertinggi dengan prevalensi gemuk dan sangat gemuk pada anak usia 13-15 tahun, prevalensinya di atas angka nasional. Makanan/minuman selingan manis tinggi kalori yang banyak digemari oleh para remaja saat ini berisiko menyebabkan overweight ataupun obesitas pada remaja. SMP Negeri 16 Jakarta merupakan salah satu SMP di wilayah perkotaan Jakarta tepatnya Jakarta Selatan. SMPN 16 memiliki lokasi yang sangat strategis, akses yang sangat dekat dengan ketiga minimarket sekaligus menyebabkan mudah memperoleh berbagai jenis minuman dan makanan ringan yang tersedia lengkap dengan berbagai pilihan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan siswa agar mampu secara mandiri memilih makanan minuman selingan yang benar dan sesuai dengan kebutuhan gizi remaja usia 13-15 tahun. Kegiatan pengabdian masyarakat diselenggarakan di SMP N Jakarta, dari tanggal 30 September hingga 12 Oktober 2016. Secara konsep, kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan analisis situasi dan masalah.  Kegiatan pada dimulai dari tahap planning lalu organizing kemudian actuating, diakhiri dengan evaluating. Penyuluhan mengenalkan konsep gizi seimbang, pola gizi seimbang bagi remaja usia SMP, dan memberdayakan siswa agar mampu secara mandiri memilih jenis makanan dan minuman selingan yang sesuai dengan kebutuhan gizi remaja. Hasilnya menunjukkan SMPN 16 memiliki tingkat masalah kegemukan yang tinggi (33%). Sebanyak 58% siswa memiliki persen lemak tubuh di atas normal. Sebagian besar mahasiswa mengkonsumsi minuman-minuman tinggi kalori 3-6 kali perminggu. Kondisi kantin SMPN 16 belum mampu mendukung terciptanya jajanan sehat bergizi bagi siswa. Berdasarkan uji statistik t-test antara pre-test dan post-test, terdapat perbaikan pengetahuan dan sikap siswa setelah diberikan penyuluhan (p=0,000).

 

Kata kunci: kegemukan, remaja, tinggi kalori

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Daftar Pustaka

Dahlan, M. S. (2011). Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Departemen Kesehatan RI. (2007). Laporan Hasil Riset Kesehatan dasar Indonesia Tahun 2007. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. (2010). Laporan Hasil Riset Kesehatan dasar Indonesia Tahun 2010. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. (2013). Laporan Hasil Riset Kesehatan dasar Indonesia Tahun 2013. Jakarta.

Freedman, D. S., et al. (1999). The Relation of Overweight to Cardiovascular Risk Factors among Children and Adolescents: The Bogalusa Heart Study. Pediatrics. 103(6):1175-1182.

Gibson dan Rosalind S. (2005). Principles of Nutritional Assessment. New York: Oxford University Press.

Kementerian Kesehatan RI. (2014). Pedoman Gizi Seimbang (PGS) 2014. Jakarta.

Lee R. dan Nieman D. (1996). Nutritional Assessment. Amerika: The Graw-Hill Companies.

Malik, Schuzle dan Hu. (2006). Intake of Sugar-Sweetened Beverages and Weight Gain: A Systemic Review. American Journal Clinical Nutrition. 274-288.

Sabia J. (2007) The Effect of Body Weight on Adolescent Academic Performance. Southern Economic Journal. 73(4):871-900.

Tobin. (2013). Fast-food Consumption and Educational Test Scores in the USA. National Center for Biotechnology Information. U.S National Library of Medicine. Jan;39(1):118-24.

World Health Organization. (2006). WHO Child Growth Standards. Technical Report. Department of Nutrition for Health and Development. Geneva: WHO.

World Bank. 2006. Repositioning Nutrition as Central to Development. A Strategy for Large-Scale Action. Washington DC: World Bank.

Yau, P. L., et al. (2012). Obesity and Metabolic Syndrome and Functional and Structural Brain Impairments in Adolescence. Pediatrics. 130(4):856-864


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN CETAK : 2406-8365