UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI SEKOLAH GRATIS MASTER DEPOK MELALUI PENGENALAN POTENSI DIRI, INTERAKSI DAN PENGARAHAN PELUANG PEKERJAAN

Erwan Baharudin

Sari


Abstract

Compulsory education is a government program that is being intensively encouraged by the government. This program requires every citizen to learn for twelve years at the level of primary school up to high school. However, not all children have the motivation for learning of minority children in particular. This is because of the demands they make a living to help their parents and provide for their own needs. Thus, for some minority children earning a living is more important than learning, so even though there is already a free school for the children of minorities is more concerned with earning a living than learning in the schools. Based on this reason, then this community activities aimed at motivating learning and directing minority children elementary school levels through the introduction of potential. The method of implementing these activities through presentations and lectures are interspersed with the reciprocal interaction between students with a resource person for 30 minutes.  The result of this community service activity is the growing interest of learning based on the introduction of potential owned by minority students. The conclusion of the activities of this devotion is the increased awareness of the students of the importance of learning in school, because those in school can develop its potential and directional.

Keywords: learning, self potential, self development

 

 Wajib belajar merupakan program pemerintah yang sedang gencar digalakkan oleh pemerintah. Program ini mewajibkan setiap warga negara  untuk belajar selama dua belas tahun pada jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Namun, tidak semua anak-anak memiliki motivasi untuk belajar khususnya anak-anak minoritas. Hal ini dikarenakan adanya tuntutan mereka mencari nafkah untuk membantu orang tuanya dan mencukupi kebutuhannya sendiri. Dengan demikian, untuk beberapa anak minoritas mencari nafkah lebih penting daripada belajar, sehingga meskipun sudah ada sekolah yang gratis anak-anak minoritas ini lebih mementingkan mencari nafkah daripada belajar di sekolah tersebut. Berdasarkan alasan inilah, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini  bertujuan untuk memberikan motivasi belajar serta mengarahkan anak-anak minoritas tingkat sekolah dasar melalui pengenalan potensi diri yang dimilikinya. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu melalui presentasi dan ceramah yang diselingi dengan interaksi timbal balik antara siswa dengan narasumber selama 30 menit. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah tumbuhnya minat belajar berdasarkan pengenalan potensi diri yang dimiliki oleh para siswa minoritas tersebut. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kesadaran para siswa-siswi akan pentingnya belajar di sekolah, karena di sekolah tersebut potensi yang dimilikinya dapat berkembang dan terarah.

Kata kunci: belajar, potensi diri, pengembangan diri


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Dwinda Reina Sari (2008), “Motivasi belajar Anak Jalanan di Rumah Singgah DILTS Foundation”, Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma.

GeP.anakpanah.sch.id (2016), “Setelah 18 tahun sekolah, mau jadi apa?”, http://anakpanah.sch.id/2016/04/26/setelah-sekolah-formal-18-tahun-ditanya-tidak-tahu-mau-jadi-apa,diakses tanggal 26 Juni 2016.

Hope Phillips (2010), “Perspectives in Learning: A Journal of the College of Education & Health Professions, Columbus State University Volume 11, Number 1, Spring 2010

Howard Gardner (1993). Multiple Intelligences : The Theory in Practice A Reader. NewYork : Basic Books.

Jamaluddin (2013), “Fiat Money: Masalah dan Solusi”, Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol. 4 No. 2 Agustus 2013: 165-329

Katie Davis, Joanna Christodoulou, Scott Seider, Howard Gardner (2012), “The Theory of Multiple Intelligences”.

Kompas.com (2012), “9 Kecerdasan Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua”, http://tekno.kompas.com/read/2012/07/02/11494856/9.kecerdasan.anak.yang.perlu.diketahui.orang.tua, diakses tanggal 26 Juni 2016

Rahmah Maulidia (2007), “Problem Malas Belajar pada Remaja”, Jurnal Tsafaqah Vol 3 No. 2, 2007: 355-377

Rahmi Mustikasari (2008), “Minat Belajar Anak Jalanan (Studi Kasus Anak Jalanan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan Yogyakarta terhadap Sekolah Formal), Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Siti Patimah (2012), “Motivasi Belajar Anak Jalanan dan Faktor-Faktor yang Mempenga-ruhinya”, STKIP Siliwangi Bandung.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN CETAK : 2406-8365