IMPLEMENTASI SENAM HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KELURAHAN PONDOK RANGGON I JAKARTA TIMUR

Devi Angeliana Kusumaningtiar, Nayla Kamilia Fithri

Sari


Abstract

The highest hypertension prevalence in the African Region is 46% of adults aged 25 and above, while the lowest prevalence in 35% is found in America. According to(Depkes RI, 2013), the prevalence of hypertension is 25.8%. highest in Bangka Belitung Islands (30.9%), while the lowest in Papua was (16.8%). One of the causes that affect hypertension is due to lack of physical activity. The method used in the implementation of community service is to intervene in hypertension and direct blood pressure measurement. According to the American College of Sport Medicine(American College of Sports Medicine (ACSM), 2006), gymnastic activity is very beneficial for the management of hypertension. Hypertension is one of the diseases in the top 10 diseases in the Puskesmas in Pondok Ranggon Subdistrict I. The high incidence of hypertension in these health centers is a problem that must be met by the partners. Puskesmas Kelurahan Pondok Ranggon I does not have a special program related to hypertension problems. Therefore, it is expected that the implementation of community service can provide solutions and can reduce the incidence of hypertension. This community service activity provides increased knowledge about hypertension and direct intervention in the prevention of hypertension that runs smoothly and is conducive. Hypertension exercise activities should be carried out continuously every once a week and monitoring or monitoring related to blood pressure of hypertensive patients.

 

Keywords: hypertension, hypertension gymnastics, physical activity

 

Abstrak

Prevalensi hipertensi tertinggi di Wilayah Afrika sebesar 46%dari orang dewasa berusia 25 ke atas, sedangkan yang terendah Prevalensi di 35% ditemukan di Amerika. Menurut (Depkes RI, 2013), prevalensi hipertensi sebesar 25,8%. tertinggi di Kepulauan Bangka Belitung (30,9%), sedangkan terendah di Papua sebesar (16,8%). Salah satu penyebab yang mempengaruhi hipertensi yaitu karena kurangnya aktivitas fisik.Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan intervensi senam hipertensi dan pengukuran langsung tekanan darah. Menurut American College of Sport Medicine (American College of Sports Medicine (ACSM), 2006), Aktivitas senam sangat bermanfaat bagi penatalaksanaan hipertensi. Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit yang berada dalam 10 besar penyakit di Puskesmas Kelurahan Pondok Ranggon I. Tingginya kejadian hipertensi di puskesmas tersebut merupakan suatu permasalahan yang harus di hadapai pihak mitra.Puskesmas Kelurahan Pondok Ranggon I belum memiliki program khusus terkait dengan permasalahan penyakit hipertensi.Oleh karena itu diharapkan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dapat memberikan solusi dan dapat menurunkan kejadian hipertensi.Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan peningkatan pengetahuan mengenai penyakit hipertensi dan intervensi langsung dalam penanggulangan hipertensi yang berjalan dengan lancer dan kondusif.Sebaiknya kegiatan senam hipertensi dilaksanakan secara terus menerus setiap seminggu sekali dan pemantauan atau monitoring terkait dengan tekanan darah penderita hipertensi.

 

Kata kunci : hipertensi, senam hipertensi, aktivitas fisik


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Daftar Pustaka

American College of Sports Medicine (ACSM). (2006). ACSM’s Metabolic Calculations Handbooks, Lippincott Williams and Wilkins, Baltimore.

Depkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian dan pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.

Grcae. (2016). Pengaruh Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi di Puskesmas Wara Palopo.

Harber, P. M. & S. T. (2009). Aerobic Exercise Training Improves Whole Muscle And Single Myofiber Size And Function In Older Woman. Journal Physical Regular Integral Company Physical, 10, 11–42.

JNC, V. (2003). The seventh report of the Joint National Committee on prevention, detection, evaluation, and treatment of high blood pressure. Hypertension, 42, 1206–1252. Retrieved from http://hyper. ahajournals. org/cgi/content/full/42/6/1206

Masriadi, H. (2016). Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: CV Trans Info Media.

Maulitasari, R. (2014). Pengaruh Olahraga terhadap Tekanan Darah Pada Lansia di Kelurahan Tandang.

Trisnanto. (2016). Pengaruh Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia dengan Hipertensi grade I-II di Posyandu lansia RT 05 RW 03 Kelurahan Bogo Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk.

WHO. (2011). Global status report on noncommunicable diseases 2010. Geneva: World Health Organization.

WHO. (2014). Martenal Mortality. World Health Organization.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN CETAK : 2406-8365