PENGUKURAN STATUS GIZI DAN EDUKASI CUCI TANGAN PADA ANAK JALANAN RPTRA GONDANGDIA JAKARTA

Nanda Aula Rumana, Laras Sitoayu, Vitria Melani

Sari


Abstract

In the 1945 Constitution the rights of children have been stated that children have the right to survival, to grow and develop, and to protect them from discrimination and violence. This shows that children are no exception street children have the right to grow and develop properly. Community service this time aims to provide education about good hand washing and measuring nutritional status through anthropometry. Community service is carried out at the RPTRA Gondangdia, Central Jakarta, targeting all street children around the RPTRA. Lectures and discussions about hand washing were directed in 20 minutes. Recording data on height and weight of street children is very necessary because it can be a data to calculate the nutritional status of an attacker. Based on the results of the study it was found that some street children were still experiencing malnutrition. This can be a concern for stakeholders to pay more attention to children's rights, especially in matters of food security.


Keywords: hand washing, street children, nutritional status

 

Abstrak

Dalam Undang-undang dasar 1945 telah tertuang tentang hak anak bahwa anak-anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta perlindungan dari diskriminasi dan kekerasan. Hal tersebut menunjukkan bahwa anak-anak tidak terkecuali anak jalanan memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang dengan layak. Pengabdian masyarakat kali ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang cuci tangan yang baik dan melakukan pengukuran status gizi melalui antropometri. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di RPTRA Gondangdia Jakarta Pusat dengan sasaran seluruh anak jalanan yang berada di sekitar RPTRA tersebut. Ceramah dan diskusi tentang cuci tangan dilakukan secara terarah selama 20 menit. Pencatatan data tinggi badan dan berat badan anak jalanan menjadi sangat diperlukan karena dapat menjadi data untuk menghitung status gizi seserang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa beberapa anak jalanan masih mengalami gizi kurang. Hal tersebut dapat menjadi perhatian terhadap pemangku kepentingan untuk lebih memperhatikan hak anak jalan terutama dalam masalah ketahanan pangan.

 

Kata kunci: cuci tangan, anak jalanan, status gizi


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Daftar Pustaka

Hakim, R. L. (2016). Faktor – faktor yang berhubungan dengan status gizi anak jalanan di kota semarang. Universitas Negeri Semarang.

Juliasih, D. R. (2013). Pengaruh Konsumsi Pangan terhadap Status Gizi Anak Jalanan pada Komunitas Sanggar Alang-Alang di Kawasan Joyoboyo Surabaya. E-Journal Boga, 2(1), 190–197.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). HASIL UTAMA RISKESDAS 2018.

Limpeleh, F. V. (2014). Hubungan antara Asupan Energi dengan Status Gizi Anak Usia Sekolah di Kompleks Pasar 45 Kota Manado. Universitas Sam Ratulangi Manado.

Pramitasari, O. P. (2013). Faktor Risiko Kejadian Penyakit Demam Tifoid Pada Penderita Yang Dirawat Di Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran. Jurnal Kesehatan Ma, 2(1), 1–10.

Presiden Republik Indonesia. (2012). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.

Purwandari, R., Ardiana, A., & Wantiyah. (2013). Hubungan antara perilaku mencuci tangan dengan insiden diare pada anak usia sekolah di kabupaten jember. Jurnal Keperawatan, 4(2), 122–130.

Purwani, E. (2007). Pola makan dan status gizi anak jalanan di sekitar kampus universitas muhammadiyah surakarta. Universitas MUhammadiyah Surakarta.

SDGs Indonesia. (2017). Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Umar, Z. (2008). Perilaku Cuci Tangan Sebelum Makan dan Kecacingan pada Murid SD di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. KESMAS, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 2(6), 249–254.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN CETAK : 2406-8365