PELATIHAN GISEL MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MENYUSUN MENU SARAPAN BERGIZI SEIMBANG PENUH WARNA UNTUK CALON DOKTER CILIK SELURUH SEKOLAH DASAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEPATAN TIMUR, KABUPATEN TANGERANG

Dudung Angkasa, Elika Maret Rahim, Nadiyah Nadiyah, Yudiana Noor Alisa, Nur Azizah, Nadiya Putri Rahmayati, Eva Sari, Annike Efnita, Eri Kusrianti

Sari


Abstract

Little doctor (DOKCIL) is one of government programs to promote a healthy school environment. The candidates of DOKCIL from all elementary schools (n=35 schools) in working area of Public Health Center (PHC) Kedaung Barat have never had a balance nutrition training. Therefore, GISEL (School Nutrition and Health) team from Department of Nutrition Undergraduate Degree delivered a balance nutrition training for those DOKCIL. Objectives of this training are 1) to improve DOKCIL nutrition knowledge related to balance nutrition particularly balance-nutrition breakfast, 2) to empower DOKCIL to practice the principles of balance nutrition on breakfast menu. This training was conducted in September 2019 in Auditorium of PHC Kedaung Barat, Tangerang District. The training involved 3-4 candidates of DOKCIL from each 35 schools . All equipments such as soundsystems, laptop, banner, participant sheets were provided from PHC Kedaung Barat team. For the evaluation, paired sample t- test was applied to assessed DOKCIL knowledge before and after the training. Beside that, the DOKCIL practice in organizing the balance nutrition of breakfast menu was also observed. The result showed a significant increment of nutrition knowledge after training. Moreover, DOKCIL are able to apply principle of colourful and balance nutrition in sandwich, bento and sushi menu.

 

Keywords: training, balance nutrition, school children, little doctor, breakfast

 

Abstrak

Dokter cilik (DOKCIL) merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya menyehatkan sekolah. Calon DOKCIL dari seluruh sekolah dasar (n=35) di wilayah kerja Puskesmas Kedaung Barat belum mendapatkan pelatihan mengenai gizi seimbang. Oleh karena itu, Tim GISEL (GIzi keSEhatan sekoLah) Program Studi S1 Gizi memberikan pelatihan gizi seimbang pada calon DOKCIL tersebut. Tujuan dari kegiatan abdimas ini ialah 1) siswa meningkat pengetahuannya tentang gizi seimbang terutama pada waktu sarapan, 2) siswa mampu mempraktikan prinsip gizi seimbang pada menu sarapan. Kegiatan yang dilaksanakan pada bulan September 2019 ini melibatkan sebanyak 3-4 calon DOKCIL yang merupakan perwakilan dari tiap sekolah dasar baik negeri dan swasta (n=35 sekolah). Pelatihan dilakukan di aula Puskesmas Kedaung Barat, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Semua peralatan presentasi seperti soundsystem, laptop, spanduk, hingga administratif (daftar hadir) disiapkan oleh pihak puskesmas. Indikator keberhasilan pelatihan dinilai dengan kuesioner pre- dan post- test terkait prinsip gizi seimbang pada waktu sarapan dengan uji t-test independent. Selain itu, keberhasilan juga dinilai dari kemampuan perwakilan siswa dalam menyusun menu sarapan yang memenuhi prinsip gizi seimbang dan penuh warna. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang pada menu sarapan yang bermakna antara sebelum dan setelah diberi pelatihan. Selain itu, siswa juga berhasil menyusun menu sarapan berupa sandwich, bento dan sushi yang memenuhi prinsip gizi seimbang dan penuh warna.

 

Kata kunci: gizi seimbang, sarapan, anak sekolah, dokter kecil, pelatihan 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Angkasa, D, Sitoayu, L., Putri, V., & Mulyadi, M. (2017). Peduli Sarapan Dan Makanan Sehat, Serta Higiene Dan Sanitasi Lingungan Sekolah Pada Siswa Sekolah Dasar Di Kecamatan Sepatan Timur. J Pengabdi Masy AbdiMas, 3(2).

Angkasa, Dudung, & Nadiyah, N. (2019a). Ibu Berpendidikan Rendah Cenderung Memiliki Anak Lebih Kurus Dibandingkan Ibu dengan Pendidikan Tinggi. Indonesian Journal of Human Nutrition, 6(1), 53–61.

Angkasa, Dudung, & Nadiyah, N. (2019b). Maternal Nutrition Status are Strongly Associated to Schoolchildren Z-Scores for Height and BMI in Rural Settings. Nutrition and Food Sciences Research, 6(3), 1–7.

Contento, I. R. (2008). Nutrition education: Linking research, theory, and practice. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 17.

Destyana, R. M., Angkasa, D., & Nuzrina, R. (2018). Hubungan Peran Keluarga dan Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian ASI di Desa Tanah Merah Kabupaten Tangerang. Indonesian Journal of Human Nutrition, 5(1), 41–50.

Hayati, M. (2009). Pengaruh peer edukasi tentang jajanan sehat terhadap perilaku anak usia sekolah di kota Lhokseumawe Naggroe Aceh Darussalam= The impact of peer education on healthy food toward school age children Behavior at Lhokseumawe of Nanggroe Aceh Darussalam in 2009 [Universitas Indonesia]. http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/2016-11/125184-Mawar%20Hayati.pdf

Irnani, H., & Sinaga, T. (2017). Pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan, praktik gizi seimbang dan status gizi pada anak Sekolah Dasar. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 6(1), 58–64.

Republik Indonesia, K. K. (2018). Buku KIE Kader Kesehatan Remaja. http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/Buku%20KIE%20Kader%20Kesehatan%20Remaja.pdf

Straus, S. E., & Holroyd-Leduc, J. (2008). Knowledge-to-action cycle. BMJ Evidence-Based Medicine, 13(4), 98–100.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN CETAK : 2406-8365