PENGENALAN BIOTEKNOLOGI DAN METODE KULTUR JARINGAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN WAWASAN SISWA DI SMA YAYASAN PERSIAPAN GENERASI BARU

Febriana Dwi Wahyuni, Titta Novianti, Henny Saraswati, Seprianto Seprianto

Sari


Abstract

High school students is a level of secondary school education that will enter a higher level of education in tertiary institutions. Of course, a lot of preparation must be done as a provision after graduating, both knowledge and skills. This community service activity is one of the first steps to introduce and enhance secondary school students' insights about biotechnology. Biotechnology is a relatively new study program in Indonesia. Biotechnology has many focus areas that can be studied, including tissue culture and microbiology. The community service activity aims to provide knowledge not only to students, but also to teachers in the Senior High School Foundation Preparation Foundation regarding tissue culture and microbiology techniques. The method used for the delivery of the material is the lecture and practicum methods. Mastery of tissue culture and microbiology is expected to make students as creative individuals in creating a product that is related to these two focus areas.

 

Keywords: biotechnology, tissue culture, microbiology

 

Abstrak

Siswa SMA merupakan tingkatan dari pendidikan sekolah menengah yang akan memasuki tingkatan pendidikan yang lebih tinggi di perguruan tinggi. Tentunya banyak persiapan yang harus dilakukan sebagai bekal setelah lulus nantinya, baik ilmu maupun keterampilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan  salah satu langkah awal untuk memperkenalkan dan meningkatkan wawasan siswa Sekolah Menengah tentang bioteknologi. Bioteknologi merupakan salah satu program studi yang terhitung baru di Indonesia. Bioteknologi mempunyai banyak bidang fokus yang bisa dipelajari, diantaranya yaitu kultur jaringan dan mikrobiologi. Adapun kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tidak hanya kepada siswa, tetapi juga kepada guru di lingkungan SMA Yayasan Persiapan Generasi Baru mengenai teknik-tekniik kultur jaringan dan mikrobiologi. Adapun metode yang digunakan untuk penyampaian materi tersebut adalah metode ceramah dan praktikum. Penguasaan tentang kultur jaringan dan mikrobiologi ini diharapkan dapat menjadikan siswa sebagai individu yang kreatif dalam menciptakan suatu produk yang berkaitan dengan kedua bidang fokus tersebut.

 

Kata Kunci : bioteknologi, kultur jaringan, mikrobiologi


Teks Lengkap:

PDF Indonesia

Referensi


Daftar Pustaka

Djajanegara, I. (2010). Pemanfaatan Limbah Buah Pisang dan Air Kelapa sebagai Bahan Media Kultur Jaringan Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) Tipe 229. Jurnal Teknologi Lingkungan, 11(3), 373–380.

Herliana, O., Rokhminarsi, E., Iqbal, A., & Kartini. (2019). Pelatihan Pembibitan Anggrek secara Vegetatif, Generatif, dan Kultur Jaringan pada Paguyuban Mantan Buruh Migran “Seruni” Kabupaten Banyumas. Logista-Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 61–69.

Mirawati, B., Royani, I., Imran, A., Firdaus, L., & Fitriyani, H. (2019). Pelatihan Teknik Kultur Jaringan Siswa MA Syaikh Zainuddin ( MAPK ) NW Anjani Lombok Timur. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 91–94.

Pangesthi, L. T., & Indrawati, V. (2018). Roti Manis dari Ragi Kering Kismis. Prosiding Semnas PPM, 1–11.

Riani, S., Hindun, I., & Krisno Budiyanto, M. A. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Bioteknologi Modern Siswa Kelas Xii Sma. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 1(1), 9–16. https://doi.org/10.22219/jpbi.v1i1.2298

Sandra, E. (2013). Cara Mudah Memahami dan Menguasai Kultur Jaringan. Bogor: IPB Press.

Widi Purwianingsih, N. Y. R. & S. R. (2009). Identifikasi Kesulitan Pembelajaran Bioteknologi pada Guru SLTA se Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Biologi Dan Pendididkan Biologi Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia, Bandung 15-16 Juli.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN CETAK : 2406-8365