DAMPAK PANDEMI COVID 19 TERHADAP SEKTOR EKONOMI BERIMBAS PADA TINGGINYA ANGKA PERCERAIAN DI WILAYAH KABUPATEN BOGOR

Ari Anggarani Winadi Prastyoning Tyas

Sari


Dampak Pandemi Covid 19 terhadap perekonomian dirasakan sangat besar bagi masyarakat Indonesia. Sebanyak 50.891 karyawan di Jakarta terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), diwilayak kabupaten Bogor pun tidak jauh berbeda imbas yang dirasakan. Pandemi virus corona berdampak pada operasional pabrik dan industri jasa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sedikitnya, 1.467 orang telah dirumahkan. Imbas dari perekonomian yang menurun adalah perceraian, banyak keluarga yang berdampak ekonominya akibat covid sehingga mengajukan perceraian. Pandemi Covid 19 telah banyak melumpuhkan sendi – sendi ekonomi, masyarakat, bahkan pemerintahan, seperti meningkatnya pengangguran, meningkatnya angka kemiskinan, inflasi, berkurangnya pendapatan daerah, serta menurunnya produk domestic regional bruto (PDRB) dan laju pertumbuhan Ekonomi. Faktor ekonomi yang tidak pasti, sehingga menyebabkan penurunan aktivitas bisnis, memancing emosional baik laki – laki maupun perempuan sehingga menimbulkan perceraian. Jumlah perkara gugatan perceraian di Pengadilan Agama Cibinong Kabupaten Bogor mencapai sejumlah 3.880 perkara. Rata – rata. Melalui web seminar (webinar), maka dilakukanlah edukasi dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Edukasi ini membahas mengenai cara penanganan terkait ekonomi, agar tidak berimbas pada kasus perceraian.  Edukasi ini menjelaskan 6 kebijakan yang dilakukan Pemkab Bogor dalam mengantisipasi dampak Covid 19. Edukasi  atau webinar ini menggunakan aplikasi zoom pada tanggal 15 Oktober 2020. Kegiatan diikuti oleh kurang lebih 70 orang peserta tanpa kriteria khusus (masyarakat umum). Kegiatan ini berlangsung sekitar 60 menit, dengan metode ceramah dan tanya jawab. Kegiatan edukasi berjalan dengan lancar, dikarenakan beberapa faktor pendukung seperti dukungan, penerimaan positif dari pihak fasilitator yaitu LPPM Universitas Esa Unggul dan peserta, serta antusiasme peserta. Namun, edukasi ini juga memiliki hambatan yaitu faktor sinyal dari jaringan internet, dan faktor lingkungan tempat pelaksanaan webinar yang kurang kondusif. Sebanyak 54 peserta menyatakan materi di webinar ini sangat bermanfaat.

 

Kata kunci : Pandemi Covid 19, Ekonomi, Perceraian


Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.47007/abd.v7i03.4110

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510
Telp : 021 5674223 ext 266

email : [email protected]