Implementasi Cara Distribusi Obat Yang Baik (CDOB) Pada Strandard Operating Procedure (SOP) Penerimaan Barang di PBF X
Abstract
Penerimaan barang yang baik dalam distribusi farmasi merupakan proses penting untuk memastikan bahwa obat yang diterima sesuai jenis, jumlah, kondisi fisik, dan berasal dari pemasok resmi, sesuai regulasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi SOP penerimaan barang di PBF X berdasarkan pedoman CDOB. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional melalui wawancara semi-terstruktur dengan Apoteker Penanggung Jawab. Hasil menunjukkan bahwa PBF X telah menerapkan sebagian besar prinsip CDOB dengan baik, termasuk pemeriksaan fisik, pencocokan dokumen, dan dokumentasi digital melalui sistem SAP. Namun demikian, ditemukan bahwa aspek pelaporan kerusakan belum sepenuhnya terintegrasi dengan sistem, serta belum ada evaluasi berkala terhadap efektivitas SOP. Diperlukan meningkatkan sistem pelaporan kerusakan secara digital dan melakukan audit SOP secara berkala guna menjamin keberlanjutan mutu distribusi.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
BPOM RI. (2020). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat yang Baik. Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan, 151(2), 10–17.
Hidayat, T., Syurya, W., & Dharma, T. (2020). Evaluation of Pharmaceutical and Health Institution Distribution Distribution Systems in Pharmacy (Pbf) Traders in the Province of Dki Jakarta 2018. Social Clinical Pharmacy Indonesia Journal, 5(1), 58–68.
Kusuma, C. F., Alfian, S. D., & Mulyasyari, A. I. (2023). Evaluasi Aspek CDOB Penanganan Produk Rantai Dingin Berdasarkan Checklist Inspeksi Diri di Salah Satu Pedagang Besar Farmasi di Bandung. Farmaka, 22(1), 46–57.
Rachmayanti, A. S., Badar, M., Wulandari, C., Sammulia, S. F., Haryani, R., & Hasan, N. (2023). Gambaran Pelaksanaan Penyimpanan Cara Distribusi Obat Yang Baik Dan Benar (CDOB) Di PBF BUMN Dan Non BUMN Kota Batam. The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research, 1(2), 20–30. https://doi.org/10.57213/tjghpsr.v1i2.186
Saepullah, A. (2024). Implementasi Sistem Barcode Terintegrasi Dengan Sap Erp Pada Sistem Persediaan Pt Al. Jurnal Ekselenta, 1(1), 1–6.
Saputri, F. S. D., & Sopyan, I. (2022). Evaluasi Kondisi Bangunan dan Peralatan di Salah Satu Gudang Penyimpanan Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Kota Bandung. Farmaka, 20(1), 14–20. http://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/34621
Waluyo, E. T. B., Hanafri, M. I., & Sulaeman, S. (2019). Perancangan Sistem Informasi Persediaan Barang Pada Gudang Sparepart. Jurnal Sisfotek Global, 9(1). https://doi.org/10.38101/sisfotek.v9i1.205
Wijaya, M., & Chan, A. (2019). Evaluasi Pelaksanaan Cara Distribusi Obat di PBF Rajawali Nusindo. Jurnal Dunia Farmasi, 2(3), 148–159. https://doi.org/10.33085/jdf.v2i3.4409
DOI: https://doi.org/10.47007/ap.v7i2.9561
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510
Telp : 021 5674223 ext 266
email : [email protected]
.png)






.png)
