Cedera Olahraga Pada Atlet Pelatda PON XVIII DKI Jakarta

Junaidi Junaidi

Abstract


Abstrak

Tujuan : Memperoleh data empiris tentang  prevalensi cedera olahraga pada atlet sehingga dapat mejadi bahan masukan untuk menyusun rencana kerja bidang kesehatan olahraga KONI Provinsi DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini dilakukan di Poliklinik KONI Provinsi DKI Jakarta pada bulan September – Oktober  2012.  expose facto dengan tehnik analisis dokumenter. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet Pelatda PON XVIII/2012 Provinsi DKI Jakarta  dengan tehnik pengambilan sampel berupa total sampling. Instrumen yang digunakan berupa status kesehatan atlet. Hasil : Dari hasil perhitungan dilakukan analisis data dengan menginterpretasikan setiap informasi yang diperoleh, hasilnya didapati  kasus terbanyak adalah sprain (cedera ligamen) sebanyak 41,1 %,  dan kasus cedera yang paling sedikit adalah cedera luka (kulit) sebanyak  7,9%. Bagian tubuh yang mengalami cedera kasus yang terbanyak adalah bagian ekstiemitas bawah sebanyak 60% dan yang paling sedikit bagian kepala sebanyak 0,8%. Cedera akut sebanyak 64,4% dan cedera kronis 35,6%.  Tempat penanganan kasus cedera ,  terbanyak dilakukan di KONI DKI Jakarta sebanyak 35,2% dan yang paling sedikit di Rumah Sakit yaitu sebanyak 8,5%. Kesimpulan : Cedera yang dialami oleh atlit pelatda Pon XVIII DKI Jakarta umumnya pada cedera ligamen bersifat akut pada ekstremitas bawah.

Kata kunci: cedera olahraga, atlet, pelatda

 

Abstract

Objective : to obtain empirical data on the prevalence of athletes’s sports injuries that can be input for workplace health plan KONI sports Jakarta. Methods: This study was conducted at the Polyclinic KONI Jakarta in September-October 2012. facto expose the documentary analysis techniques. The population in this study were all athletes Pelatda XVIII/2012 PON DKI Jakarta with a total sampling technique sampling. Instruments used are the health status of athletes. Results: The results of calculations performed data analysis by interpreting any information obtained, the results were found to be the case most were sprains (ligament injuries) as much as 41.1%, and the least injury cases is wound injuries (skin) as much as 7.9%. Body part injured most cases is lower limb as much as 60% and that at least cases part are the head as much as 0.8%. Acute injuries as much as 64.4% and 35.6% of chronic injuries. Place handling injury cases, most done in KONI Jakarta as much as 35.2% and the least in the hospital is as much as 8.5%. Conclusion: Injuries suffered by athletes Pelatda Pon XVIII Jakarta commonly in acute ligament injuries of the lower limb.

Keywords: sport injuries, pelatda, athletes


References


FIFA, “Football medicine Manualâ€, Hitzigweg F-Marc. Zurich, 2005

Hardianto Wibowo, “Pencegahan dan Penatalak-sanaan Cedera Olahragaâ€, EGC, Jakarta, 2008

International Olympic Committee, “Medical Commission Sport Medicine Manualâ€, 2000

Morris F. Alfred , “Sports Medicine, Prevention of Athletic Injuriesâ€, Wm. C. Brown Publisher, USA, 1984

NIAMS, Sport injuries, p. 2, 2010 (http://www.niams. nih.gov/ Health_Info /Sports_Injuries/default.asp

P. Brukner. , Khan K, et al, “Clnical Sport Medicineâ€, 3rd ed. McGraw Hill , Australia, 2007

Shihab Helmi Rukmini, “Pencegahan Cedera Olahragaâ€. Majalah Kesehatan FKUI, th.XI. No. 3, September 1995

Suharsimi,Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek . PT Rineka Cipta, Jakarta, 1998.




DOI: https://doi.org/10.47007/fisio.v13i1.642

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


   

View My Stats