Kajian Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Kabupaten Kaimana, Papua Barat

Vita Elysia

Abstract


Sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan salah satu sumberdaya   yang   penting   bagi   hajat   hidup   masyarakat dan dapat dijadikan sebagai penggerak utama perekonomian nasional. Hal ini didasari  pada  kenyataan bahwa  pertama,  Indonesia memiliki potensi sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil yang tinggi dengan karakteristik wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang beraneka ragam.  Kedua,  sebagian  besar  kegiatan  industri  pada  kabupaten/kota berada  di  wilayah  pesisir. Ketiga, kegiatan industri di wilayah  pesisir memiliki keterkaitan (backward  and forward linkage) yang kuat dengan industri-industri lainnya. Keempat, wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan basis sumberdaya lokal bagi industri perikanan atau dikenal dengan istilah resources-based industries dan Kelima, wilayah pesisir di Indonesia memiliki keunggulan (comparative advantage) yang tinggi sebagaimana dicerminkan dari potensi sumberdaya ikannya. Kabupaten Kaimana memiliki wilayah lautan yang luas dan terhampar di sebelah selatan wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Laut Arafura. Selain memiliki wilayah daratan utama di Papua, Kabupaten Kaimana juga memiliki pulau-pulau kecil yang tersebar di seluruh wilayahnya dengan jumlah 425 pulau kecil dan 1 pulau daratan Papua (Berdasarkan Hasil analisis Data GIS BIG, Tahun 2013) dengan 7 pulau yang berpenghuni dan 418 pulau yang tidak berpenghuni. Kehidupan masyarakat di Kabupaten Kaimana erat kaitannya dengan pemanfaatan sumberdaya pesisir dan kelautan yang ada. Mengingat besarnya potensi sumberdaya pesisir dan kelautan di Kabupaten Kaimana, maka perlu dikaji lebih dalam sejauh mana pola pemanfaatan sumberdaya pesisir dan kelautannya.

 

Kata kunci: pesisir, kelautan, pulau-pulau kecil


References


Adisasmita, Raharjo, “Dasar-Dasar Ekonomi Wilayah”, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta, 2005.

Alkadri, dkk (ed)., “Tiga Pilar Pengembangan Wilayah”, Pusat Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengembangan Wilayah, BPPT, 2001.

Alonso, William, “Location Theory”, MIT Press, Boston-Massachusetts, 1975.

Balchin, Paul, dkk., “Urban Land Economics and Public Policy”, Macmillan Education LTD, 1990.

Daldjoeni, “Geografi Baru: Organisasi Keruangan dalam Teori dan Praktek”, Alumni, Bandung, 1997.

Hotma Balo, RS. Permasalahan di seputar kawasan ekonomi khusus

Koestoer dkk. (editor), “Dimensi Keruangan Kota: Theory dan Kasus”, UI Press, Jakarta, 2001.

North, Douglass, “Location Theory and Regional Economic Growth”, Journal of Political Economy, The University of Chicago Press, 1995.

Pontoh, Nia dan Iwan Kustiawan, “Pengantar Perencanaan Perkotaan”, Penerbit ITB, Bandung, 2008.

Reksohadiprojo, Sukanto, “Ekonomi Perkotaan”, BPFE, Yogyakarta, 1997.

Yunus, H.S., “Struktur Tata Ruang Kota”, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2001.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.