Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Buang Air Besar Masyarakat Nelayan di Kampung Garapan Desa Tanjung Pasir Kabupaten Tangerang Propinsi Banten

Agus Triyono

Abstract


Sebagaimana negara-negara berkembang lainnya, Indonesia pada saat ini juga menghadapi masalah di bidang sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat. Dari berbagai kabupaten diperoleh informasi bahwa di pedesaan masalah yang krusial adalah kebiasaan buang air besar sembarangan atau open defecation. Perilaku ini berakibat secara langsung/tak langsung pada terkontaminasinya sumber air minum maupun terjadinya pencemaran ulang (rekontaminasi) pada sumber air dan makanan yang disantap di rumah. Praktek buang air besar sembarangan diartikan menjadi buang air besar sembarang tempat dan membiarkan tinjanya pada tempat terbuka. Penyakit berbasis lingkungan khususnya yang berkaitan dengan air (related-water borne diseases) seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, kecacingan dan polio,  masih mendominasi prevalensi penyakit di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah belum diterapkannya perilaku hidup bersih dan sehat; masyarakat masih berprilaku buruk dan tidak sehat seperti buang air besar sembarangan (BABS/Open Defecation) antara lain di kebun, sungai, dan lokasi sejenisnya. Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang adalah salah satu desa nelayan di propinsi Banten. Pemukiman lingkungan pantai di pesisir pantai Tanjung Pasir identik dengan masyarakat nelayan dan lingkungan kumuhnya. Daerah pantai Kecamatan Teluk Naga ini sudah tercemar dan sangat kotor. Sebagian masyarakat Desa Tanjung Pasir masih belum mempunyai kesadaran yang kuat untuk menjaga kesehatan lingkungan, hal ini terlihat dari tingginya masyarakat yang BAB sembarangan yaitu sekitar 60 % dari jumlah penduduk. Baru sekitar 40% masyarakat Desa Tanjung Pasir yang sudah memiliki jamban sendiri, selebihnya menggunakan MCK umum dan BAB sembarangan. Buang air besar  sembarangan di Desa Tanjung Pasir dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor pengetahuan, pendidikan, sosial ekonomi, geografis (letak rumah), kebiasaan (habit) dan lain-lainnya. Data puskesmas tersebut menyebutkan bahwa penyakit ISPA dan diare masuk ke dalam data bulanan sepuluh besar penyakit yang ada di masyarakat.   Dari tahun 2011 hingga 2013, jumlah penderita ISPA dan diare mengalami  kenaikan 4-5% setiap tahunnya, hal ini diakibatkan oleh faktor lingkungan yang sudah tercemar, yang salah satunya disebabkan oleh BAB sembarangan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan disain potong lintang (Crosssectional Design). Jenis penelitian ini mempelajari dinamika hubungan atau korelasi antara faktor-faktor resiko dengan dampaknya. Faktor resiko dan dampaknya diobservasi pada saat yang bersamaan, artinya setiap subjek penelitian diobservasi hanya satu kali saja dan faktor resiko serta dampak diukur menurut keadaan atau status pada saat diobservasi. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat RT 01 dan 02 yang tinggal di Kampung Garapan Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang Propinsi Banten yaitu berjumlah lebih kurang 254  Kepala Keluarga (KK).  Penelitian ini hanya mengambil populasi satu dusun  dari enam dusun yang ada di Desa Tanjung Pasir. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang buang air besar sembarangan adalah buruk (53,7%), penghasilan keluarga pada masyarakat adalah rendah (56,5%),  ketersediaan sarana air bersih dan jamban pada masyarakat dinyatakan sudah tersedia oleh sebagian besar masyarakat (65,2%), dan peran petugas kesehatan pada masyarakat dinyatakan tidak ada oleh sebagian besar masyarakat (55,1%). perlu dilakukan kegiatan peningkatan pengetahuan tentang kesehatan,  penghasilan keluarga, sarana air bersih dan jamban dan peran petugas kesehatan  supaya masyarakat secara sadar mau merubah perilaku buang air besar sembarangan menjadi buang air besar di jamban.

 

Kata kunci: BAB sembarangan, open defecatio, water borne diseases


References


Anderson dan Arnstein, dalam Wagner dan Lanoix, dalam buku M.Soeparman dan Suparmin, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 2002.

Arikunto, Suharsimi, “Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik”, Edisi Revisi VI, PT Rineka Cipta, Jakarta, 2006.

Azwar, Saifuddin, “Metodologi Penelitian”, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1995.

Bappenas.et.al., “Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum Dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat”, Bappenas, Jakarta, 2011.

Beatley, T.D.J, Brower and A.K. Schwab, “An Introduction to Coastal Zones Management”, Island Press, Washington, 1994.

Brunner dan Suddarth, “Keperawatan Medikal Bedah”, Edisi 8 Volume 2, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 2001.

Dahuri dalam Rafli, “Perjuangan Anak Nelayan: Membangun Kelautan dan Perikanan”, Bening, Jakarta, 2004.

Dahuri, R., J. Rais, S.P. Ginting, dan M.J. Sitepu, “Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu”, PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 1996.

Departemen Kesehatan RI, “Pedoman Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Pedoman STBM)”, Departemen Kesehatan, Jakarta, 2008.

Departemen Kesehatan RI, “Strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat“, Departemen Kesehatan RI, Jakarta, 2008.

Effendi, N., “Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat”, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1998.

Graef, Elder & Booth, “Communication for Health and Behaviour Change”, Komunikasi untuk kesehatan dan perubahan perilaku, edisi terjemahan, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 1996.

Horton, Paul B, Chester L. Hunt, “Sosiologi”, Erlangga, Jakarta, 2003.

Institute Development Study (IDS), Study Kualitatif CLTS di beberapa kabupaten, IDS, Jakarta, 2007.

Kelompok Kerja AMPL, PERCIK, “Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan”, edisi Oktober, Jakarta, 2008.

Lawrence W. Green, Marshall, “Health Promotion Planning: An Educational and Environmental Approach”, Mountain View, Mayfield Publishing Company, 1980.

Notoatmodjo, Soekidjo, “Pendidikan dan Perilaku Kesehatan”, Rineka Cipta, Jakarta, 1997.

Notoatmodjo, Soekidjo, “Pendidikan dan Perilaku Kesehatan”, Rineka Cipta, Jakarta, 2003.

Notoatmodjo, Sukidjo, “Metodologi Riset Kesehatan”, Rineka Cipta, Jakarta, 2010.

Purba, Jonny, “Pengelolaan lingkungan sosial, kantor menteri Negara Lingkungan Hidup”, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 2005.

Riduwan, “Dasar-dasar Statistika”, Alfabeta, Bandung, 2005.

Republik Indonesia, Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Kep.10/Men/2003 tentang Pedoman Perencanaan Pengelolaan Pesisir Terpadu.

Septiadi, “Studi Kasus Proses Perubahan Perilaku Buang Air Besar pada Masyarakat Dusun Margodadi Desa Kenongo Kecamatan Gucialit Lumajang Jawa Timur”, Studi Kualitatif, Thesis, Universitas Indonesia, Depok, 2006.

Skinner dalam Winarto, Joko, “Teori B.F Skinner”; http://edukasi.kompasiana.com/2011/02/13/teori-bf-skinner.

Soekidjo Notoatmodjo, “Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar”, Rineka Cipta, Jakarta, 1997.

Soekidjo Notoatmodjo, “Pendidikan dan Perilaku Kesehatan”, RinekaCipta, Jakarta, 2003.

Soeparman dan Suparmin, “Pembuangan Tinja dan Limbah Cair (Suatu Pengantar)”, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 2002.

Sunaryo, “Psikologi untuk Keperawatan”, EGC, Jakarta, 2004.

World Health Organization (WHO) and UNICEF, “Progress on Drinking and Sanitation Unicef & WHO” Geneva, 2008.

World Sanitation Programme, “Total Sanitation & Sanitation Marketing”, Sanitasi Total dan Pemasaran Sanitasi, WSP, Jakarta, 2007.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.