HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN MENGENAI PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DENGAN PERILAKU PAKAI SABUN PADA IBU-IBU DI KAMPUNG NELAYAN MUARA ANGKE, JAKARTA UTARA

Intan Silviana Mustikawati

Abstract


Abstrak

Program cuci tangan pakai sabun merupakan bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga sebagai upaya pemberdayaan anggota rumah tangga agar sadar, mau, dan mampu melakukan PHBS. Berdasarkan survei Joint Monitoring Program (JMP) pada tahun 2004, didapatkan bahwa masyarakat yang melakukan cuci tangan pakai sabun pada lima waktu kritis (sebelum menjamah makanan, sebelum menyuapi anak, sebelum makan, setelah membersihkan BAB/buang air besar anak dan setelah BAB) kurang dari 15%. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar, ditemukan bahwa persentase kebiasaan cuci tangan pakai sabun masih belum mencapai angka 50%. Hasil studi WHO (2007) membuktikan bahwa angka kejadian diare dapat menurun sebesar 45% dengan perilaku mencuci tangan pakai sabun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan mengenai perilaku cuci tangan pakai sabun dengan perilaku cuci tangan pakai sabun pada ibu-ibu di kampung Nelayan Muara Angke, Jakart Utara. Jenis penelitian yaitu studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 72 orang. Rata-rata umur responden yaitu 30 tahun, berpendidikan SD dan SMP (32,5%), berpenghasilan lebih dari Rp 1.000.000,00 sampai dengan Rp 3.000.000,00 (65%), dan pernah mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan (57,5%). Ibu-ibu di kampung nelayan Muara Angke memiliki pengetahuan mengenai perilaku cuci tangan pakai sabun yang baik (65%), dan memiliki perilaku cuci tangan pakai sabun yang baik (80%). Berdasarkan uji statistik χ², ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan mengenai perilaku cuci tangan pakai sabun dengan perilaku cuci tangan pakai sabun (p value < 0,05) pada ibu-ibu di kampung nelayan Muara Angke. Perlu adanya peningkatan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dan sosialisasi mengenai perilaku cuci tangan pakai sabun secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai perilaku cuci tangan pakai sabun pada ibu-ibu di kampung nelayan Muara Angke.

 

Kata kunci : pengetahuan, perilaku cuci tangan pakai sabun

Full Text:

PDF

References


Agboatwalla, et al, (2005). Effect of Hand Washing on Child Health: A Randomised Controlled Trial. The Lancet Infectious Diseases 2005, 366 (9481): 225-233

Aiello, (2008). Effect of Hand Hygiene on Infectious Disease Risk in the Community Setting: A Meta-Analysis. American Journal of Public Health 2008, 98 (8):1372–1381

Curtis, V & Cairncross, S., (2003). Effect of Washing Hands with Soap on Diarrhoea Risk in the Community: A Systematic Review. The Lancet infectious diseases 2003, 3 (5), 275-281

Departemen Kesehatan RI, (2007). Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan. Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI

Departemen Kesehatan RI, (2007). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI

Departemen Kesehatan RI, (2007). Pedoman Pemberantasan Penyakit Diare Edisi Ketiga. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan RI

Departemen Kesehatan RI, (2009). Panduan Penyelenggaraan Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS). Jakarta: Departemen Kesehatan RI

Departemen Kelautan dan Perikanan RI, (2007). Sosial Budaya Masyarakat Nelayan; Konsep dan Indikator Pemberdayaan. Jakarta: Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan RI

Fajar & Misnaniarti, (2011). Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun pada Masyarakat di Desa Senuro Timur. Jurnal Pembangunan Manusia 2011, 5 (1):42-48

Fewtrell et al, (2005). Water, sanitation, and hygiene interventions to reduce diarrhoea in less developed countries: A systematic review and meta analysis. The Lancet Infectious Diseases 2005, 5 (1):42-52

Green, L. W. Kreuter, (2000). Health Promotion Planning, An Educational and Environmental Approach, 2nd Edition. California:Mayfield Publishing Company

Kaufmann et al, (2005). Water, Sanitation, and Hygiene Interventions to Reduce Diarrhoea in Less Developed Countries: A Systematic Review and Meta-Analysis. The Lancet Infectious Diseases 2005, 5 (1), 42-52

Lamawati dkk (2011). Analisis Manajemen Promosi Kesehatan dalam Penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Tatanan Rumah Tangga di Kota Padang Tahun 2011. Program Pasca Sarjana Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, Padang

Luby et al, (2004). The Effect of Handwashing on Child Health: A randomised Controlled Trial. The Lancet Infectious Diseases 2004, 98(8): 1372–1381

Luby et al (2011). The Effect of Handwashing at Recommended Times with Water Alone and With Soap on Child Diarrhea in Rural Bangladesh: An Observational Study. PLoS Medicine 2011, 8 (6):40-52

Notoatmojo, (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta:PT Rineka Cipta

Notoatmodjo, (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta

Savolainen et al, (2012). Hand Washing with Soap and Water Together with BehaviouralRecommendations Prevents Infections in Common Work Environment: An Open Cluster Randomized Trial. BioMed Central Ltd.2012, 13 (1):10-21

Wagner & Lanoix, (1958). Excreta Disposal for Rural Areas and Small Communities. Geneva: WHO Monograph series No.39:9-24

WHO, (1986). The Ottawa Charter for Health Promotion. Geneva: WHO

WHO, (2002). The World Health Report 2002; Reducing Risks, Promoting Healthy Life. Geneva: WHO

WHO, (2009). Guidelines on Hand Hygiene in Healthcare. Geneva: WHO


Refbacks

  • There are currently no refbacks.