GAMBARAN STRES KERJA PADA TERAPIS AUTISME DI YAYASAN TERAPI ANAK AUTISME DI KECAMATAN MEDAN BARU DI MEDAN TAHUN 2010

Decy Situngkir

Abstract


Abstract

Occupational stress is an arising out stress at organization’s workers because of negative impact of working environment that influence worker’s psychology, physiology and behavior that bothering implementation of working. This research a descriptive one, which purpose to find the working stress on autism Therapists in the therapy foundation for autism children, YAKITA, KIDCARE and TALI KASIH in the district of Medan Baru in Medan on 2010, using total sampling method on 27 therapists. The research indicate that the autism therapists in the autism foundation in the district of Medan Baru are having working stress, although it is only at the low level. Therefore, it’s suggested to the foundation management to give special attention to the therapists to overcome the working stress, concerning the proportion of the therapysts and the member of autism children and give facility for them. For the therapists to cooperate with his/her partner and principle.

 

Keywords : occupational stress, therapists, autism

 

Abstrak

Stres kerja adalah stres yang timbul pada pekerja di organisasi/perusahaan dikarenakan dampak negatif lingkungan kerja yang mempengaruhi psikologi, fisiologi dan perilaku pekerja yang mengganggu pelaksanaan kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui gambaran stres kerja pada terapis anak autisme di yayasan terapi anak autisme di Kecamatan Medan Baru di Medan tahun 2010. Alat ukur untuk mengetahui stres kerja dengan menggunakan kuesioner. Populasi adalah seluruh terapis anak autisme di yayasan terapi anak autisme YAKITA, KIDCARE dan TALI KASIH di Kecamatan Medan Baru di Medan tahun 2010 berjumlah 27 orang. Sampel penelitian adalah populasi (Total Sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapis anak autisme di yayasan terapi anak autisme Kecamatan Baru di Medan tahun 2010 mengalami stres kerja, meskipun tingkat stres kerja terapis tersebut rendah. Disarankan agar pihak manajemen yayasan terapi anak autisme memberi perhatian khusus kepada terapis untuk mengatasi stres kerja dengan memperhatikan proporsi terapis dengan jumlah anak autisme yang ditanggungjawabi, menyediakan fasilitas untuk kesejahteraan terapis. Untuk terapis supaya menjalin kerja sama dengan atasan dan teman kerja.

 

Kata kunci : stres kerja, terapis, autisme


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Anoraga, P. (2005). Psikologi Kerja. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Suatu Penelitian-Suatu Pendekatan Praktik. Cetakan 13. Penerbit : Rineka Cipta, Jakarta.

Brecht, G. (2000). Mengenal dan Menanggulangi Stres : Seri Mengenal Diri. PT. Prenhallindo, Jakarta.

Caroline. (2007). Faktor-faktor Penyebab Stres Pada Terapis Dari Anak Autistic Spectrum Disorder (ASD). Tesis, Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta.

Hariandja, ETM. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia. Grasindo, Jakarta.

Jacinta, FR. (2002). Stres Kerja. http://www.e-psikologi.com. Diakses tanggal 15 September 2009.

Mistiani. (2007). Pengaruh Kepuasan Kerja dan Stres. http ://Buletin LitBang, Dephan.go.id/index.asp.no : 188. Diakses tanggal 24 November 2009.

Munandar, SA. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press), Jakarta.

Sarwono. (2006). Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi - Volume 31, No. 1 : Hubungan Masa Kerja Dengan Stres Kerja Pada Pustakawan Perpustakaan. Universitas Gajah Mada, Jogjakarta.

Schultz, PD , Sydney ES. (2006). Psychology and Work Today. Pearson Education, Inc, New Jersey.

Singarimbun M. (1989). Metode Penelitian Survei. Cetakan I (revisi). Penerbit :PT. Pustaka LP3ES Indonesia, Jakarta.

Visimedia. (2007). Undang - Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan Undang – Undang No. 21 Tahun 2000 Tentang Serkat Pekerja/Serikat Buruh. Cetakan II. Penerbit Visimedia, Jakarta.

Widyasari P. (2008). Stres Kerja. http://www.rumahbelajarpsikologi.com. Diakses tanggal 15 September 2009.

Widyastuti P. (2004). Manajemen Stres, National Safety Councli. Jakarta : EGC


Refbacks

  • There are currently no refbacks.