EVALUASI NILAI GIZI PRODUK KRIM PROBIOTIK LACTOBACILLUS CASEI YANG DIPERKAYA PURE TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL) DAN KONSENTRAT KORO BENGUK (MUCUNA PRURIENS)

Reza Fadhilla, Shibratallah Solah, Dudung Angkasa

Abstract


The purpose of this study was to determine the nutritional value of probotic cream enriched with tomato and koro benguk using probiotic bacteria Lactobacillus casei. The method used is this type of research is an experimental study with 4 levels of treatment, namely F1 0%, F2 25%: 10%, F3 17.5%: 17.5%, and F4 10%: 25%. The chemical test carried out on nutrient content is a total proximate analysis. From the test results obtained that the F4 treatment was the best treatment with 7.54% protein content, 43.17% carbohydrate, 6.07% fat, water42.78%, and ash 0.45%.

 Keywords: Probiotic cream, Lactobacillus casei, mixed


Full Text:

PDF

References


AOAC. (2005). Official Methods of Analysis Association of Official Analytical Chemist. Washington: Benjamin Franklin Station.

Dewanti, T. (2010). Aneka Produk Olahan Tomat dan Cabe. Malang: Universitas Brawijaya.

Dzulhijjah, R. (2016). Pemanfaatan Pati Singkong (Manihot utilissima) Dan Tepunh Ikan Como (Rastrelliger brachysoma) Sebagai Biskuit MP-ASI Lokal Desa Pondok Kelor, Kec. Sepatan Timur, Kab. Tanggerang. [Skripsi]. Jakarta: Universitas Esa Unggul.

Fitriasari, M. R. (2010). Kajian Penggunaan Tempe Koro Benguk (Mucuna pruriens) Dan Koro Pedang (Canavalia ensiformis) Dengan Perlakuan Varian Pengecilan Ukuran (Pengirisan Dan Penggilingan) Terhadap Karakteristik Kimia Dan Sensoris Nugget Tempe Koro. [Skripsi]. Surakarta: Universita Sebelas Maret.

Fatmawati, L. S. (2017). Kualitas Es Cream Sari Koro Benguk (Mucuna pruriens L.) Dengan Kombinasi Susu Sapi Dan Santan Kelapa. Jurnal Pangan , 115. Hafidz, U. (2009). Karakteristik Biskuit Prebiotik Berserat Tinggi Dari Tepung Komposit Ubi Kayu dan Ubi Jalar Yang Diperkaya Krim Yogurt Berprobiotik. [Skripsi]. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Kailaku, S. I., Dewandari, K. T., & Sumarmani. (2006). Potensi Likopen Dalam Tomat Untuk Kesehatan. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian , 1-9. asmidjo, R. B. (1990). Tempe : Mikrobiologi dan Biokimia Pengolahan serta Pemanfaatannya. Yogyakarta.: Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi UGM.

Koswara, S. (1992). Teknologi Pengolahan Kedelai Menjadikan Makanan Bermutu. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Koswara, S. (2009). Teknologi Pengolahan Susu. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Kuswijayanto, B. (1990). Aktivitas Tripsin Inhibitor Selama Proses Pembuatan Tempe Kara Benguk (Mucuna pruriens), Tolo Putih (Vigna unguiculata), dan Gude (Cajanus cajan). [Skripsi]. Yogyakarta: Fakultas Teknologi Pertanian UGM.

Pramita, D. S. (2008). Pengaruh Teknik Pemanasan Terhadap Asam Fitat dan Aktivitas Antioksidan Koro Benguk (Mucuna pruriens),Koro Glinding (Phaseolus lunatus), dan Koro Pedang (Canavalia ensiformis). [Skripsi]. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Lestari, Y. I., Kusharto, C. M., Rimbawan, & Surono, I. S. (2013). Efek Pemberian Bisukuit Fungsional Yang Diperkaya Tepung Ikan Lele dan Tepung Ubi Jalar Dengan Krim Probiotik Enterococcus faecium Terhadap Keseimbangan Mikro Fekal Tikus Betina Usia Tua. Forum IPIMA , 1-4.

Muhtar, M. A., Adhitya, M. A., Huda, K., & Purwandari, U. (2015). Orzo Benguk (Mucuna pruriens) sebagai Alternatif Makanan. Prosiding Seminar Agroindustri dan Lokakarya Nasional FKPT-TPI , 1-8.

Sunardi, K. (2007). Uji Aktivitas Antioksidan Ektrak Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbii, L) terhadap 1,1 Diperhenly-2-Picrylhidrazyl (DPPH). Seminar Nasional Teknologi.

Winarno, F. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.