Kebangkitan Politik Lokal Kawasan Perbatasan Indonesia(Kalimantan Barat) – Malaysia (Sarawak) Perspektif Konflik Vertikal dan Horizontal.

Rizal A.Hidayat

Abstract


Abstrak

Fenomena WNI yang menjadi warga negara Malaysia menyangkut konflik antar etnis dan ilegalitas kegiatan ekonomi perbatasan RI-Malaysia (Serawak) di Provinsi Kalimantan Barat menarik untuk dikaji dalam perspektif konflik horizontal maupun vertikal. Keduanya merupakan isu-isu strategis lokal pasca dibukanya pintu kebijakan otonomi daerah di provinsi Kalimantan Barat. Kedua isu strategis ini pada akhirnya membawa pengaruh demokratisasi otonomi daerah di Kalimantan Barat yang menyangkut dinamika ketahanan politik lokal kawasan perbatasan yang mewakili perbatasan RI – Malaysia itu sendiri. Dalam konteks proses demokratisasi yang berjalan dalam kerangka otonomi daerah, maka kebijakan penempatan elit politik berbasis identifikasi etnis diharapkan mampu mengelola keberagaman tuntutan dan kepentingan etnis-etnis yan g berbeda-beda di setiap kabupaten, sehingga pada akhirnya tetap inheren terhadap kebutuhan ekonomi-politik lokal kawasan perbatasan tersebut. Komprehensifitas deskripsi tulisan ini berfokus pada kebijakan  identifikasi elite politik etnis yang berlatar belakang konflik horizontal (komunal) dan vertikal antar etnis kawasan perbatasan Indonesia (Kalimantan Barat) dengan Malaysia (Serawak).

Kata Kunci : Politik Etnis, Identitas Etnis, Konflik Horizontal


References


Daftar Pustaka

Alqadrie, Syarif Ibrahim, “Potensi Konflik, Faktor Penyebab, Kepemimpinan sosial Dan Pemindahan Kebencian”, http://www.borneotribune.com. diakses pada tanggal 10 Juni 2010,

Baswedan, Anies, “Kata Pengantar, Dalam Henk Schulte Nordholt & Gerry Van Klinken (eds,), Politik Lokal Di Indonesia”, KITLV&Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 2007.

Borneo Tribune, “Singkawang Siaga I, FPI-Polisi Bentrok di Tugu Naga”,

Harian Kompas, “2000 WNI Jadi Warga Negara Malaysia: Terkait Infrastruktur Jalan Dan Fasilitas Umum”, 3 Juni 2010.

Haryanto, “Otonomi Daerah Dan Perubahan Sosial, Dalam : Abdul Gaffar Karim (ed,), Kompleksitas Persoalan Otonomi Daerah Di Indonesia”, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2006.

Indoflyer, “Udara KALIMANTAN BARAT hadapi ancaman pelanggaran penerbangan gelap (asing)”, http://www.indoflyer.net. diakses 10 Juni 2010.

LBH-MABM KB, “Inventarisir Sengketa Etnis Di Kalimantan Barat-1”,. www.lbhmabmkb.blogspot.com. Diakses 10 Juni 2010.

Mawardi, Mohammad Ikhwanuddin, “Membangun Daerah Yang Berkemajuan, Berkeadilan dan Berkelanjutan”, IPB Press, Bogor, 2009.

Tanasaldy, Taufik, “Politik Identitas Etnis Di Kalimantan Barat, Dalam : Henk Schulte Nordholt & Gerry Van Klinken (eds,), Politik Lokal Di Indonesia”, KITLV&Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 2007.

Tribun Pontianak, “Perbatasan Rawan Jalur Narkoba”, http://www. tribunpontianak.co.id. diakses 10 Juni 2010.

YP, Azis, “Sekitar 80,89 Persen Korban Trafficking Asal Kalimantan Barat”, www.teladananakkali man tan.blogspot.com, diakses tanggal 9 Juni 2010.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.