Manipulasi Seni Dalam Politik Kekuasaan Tinjauan Kekuasaan Dalam Perspektif Media Audio Visual

Teguh Imanto

Abstract


Abstrak

Televisi dengan kekuatan teknologi yang ada didalamnya dianggap oleh banyak kalangan sebgai teman hidup. Oleh karenanya masyarakat tidak dapat dipisahkan dari televisi. Keduanya ibarat simbiosis mutualisme, sama-sama menguntungkan diantara kedua belah pihak. Televisi telah menjadi bagian dari suatu kehidupan masyarakat yang berfungsi selain sebagai penyebar informasi dan hiburan, juga sebagai suatu alat propaganda yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang untuk percaya dan yakin terhadap pesan yang ada dibalik tayangannya itu. Kekuatan utama televisi adalah gambar, sehingga apapun gambar yang akan ditayangkan akan berdampak pada perilaku yang melihatnya. Dari kekuatan inilah para penguasa negeri ini memanfaatkan media ini sebagai sarana propaganda untuk kepentingan politiknya. Berbagai macam cara perekayasaan gambar dilakukan demi tercapainya tujuan yang diharapkan. Manipulasi gambar tayangan televisi ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mempengaruhi pemirsa, agar percaya dan yakin dengan pencitraann di balik tayangan tersebut. Semua tayangan televisi bukanlah gambar yang sebenarnya, akan tetapi sudah mengalami penyuntingan/pengeditan sesuai dengan strategi yang telah direncanakan, namun kita tidak pernah tahu dan tak akan memikirkan hal itu. Hal inilah yang tak terbayangkan oleh kita, bahwa dibalik tayangan yangspektakuler itu, terselip maksud busuk yang berusaha mempengaruhi jiwa dan perasaan kita.  Diperlukan suatu kekuatan dan kejernihan berpikir dalam mencerna segala tayangan, agar tidak terjerumus dengan sarana propaganda melaluitayangan televisi.

Kata Kunci: manipulasi seni, kekuasaan, ideologi 


References


Daftar Pustaka

Al-Barry, MDJ, Sofyan Hadi, “Kamus Ilmiah Kontemporer”, Pustaka Setia, Bandung, 2000.

Arifin, Eva, “Broadcasting: To Be Broadcaster”, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2010.

Barker, Chris, 2004, “Cultural Studies: Teori dan Praktik”, Penerjemah: Nurhadi, Yogyakarta: Kreasi Wacana, Yogyakarta, 2004.

Burton, Graeme, “Media dan Budaya Populer”, Penyadur: Alfathri Adlin, Jalasutra, Yogyakarta, 2008.

Labib, Muh, “Potret Sinetron Indonesia: Antara Ralita Virtual dan Realitas Sosial”, MU:3, Jakarta, 2002.

Mulyana, Dedi, Idi Subandi Ibrahim, “Bercinta dengan Televisi”, Remaja Rosda Karya, Bandung, 1997.

Rahardi, Kunjana, “Renik-Renik Peradaban”, Duta Wacana Univercity Press, Yogyakarta, 2000.

Riswandi, “Dasar-Dasar Penyiaran”, Jakarta: Graha Ilmu, Jakarta, 2009.

Storey, Jonh, “Teori Budaya dan Budaya Pop: Memetakan Lanskap Konseptual Cultural Studies”, Penyunting: Dede Nurdin, Qalam, Yogyakarta, 2003.

Surbakti, EB, “Awas tayangan Televisi: Tayangan Misteri dan Kekerasan Mengancam Anak Anda”, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2002.

Susanto, AB, “Potret-Potret Gaya Hidup Metropolis”, Toko Buku Kompas Media Nusantara, Jakarta, 2001


Refbacks

  • There are currently no refbacks.