Hubungan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan Keluhan Gangguan Kulit pada Pemulung di TPA Kedaung Wetan Tangerang

Intan Silviana Mustikawati, Farid Budiman1, Rahmawati Rahmawati

Abstract


Abstrak

Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mempunyai resiko besar terkena gangguan kulit, dikarenakan adanya berbagai faktor resiko yang berbahaya di lingkungan kerjanya. Dengan semakin sering dan lamanya kontak dengan sampah, serta tidak digunakannya alat pelindung diri,  maka pemulung mempunyai resiko untuk terkena gangguan kulit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan keluhan gangguan kulit pada pemulung di TPA Kedaung Wetan Tangerang tahun 2012. Metode penelitian adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 66 orang, diambil melalui purposive sampling. Rata-rata umur responden 15-49 tahun (77,3%), berlatar  pendidikan tidak tamat SD (93,94%), dengan masa kerja 1-10 tahun (59,1%). Hasil penelitian menunjukan sebanyak 30 orang (45,45 %) mengalami keluhan gangguan kulit dengan kategori sedang. Pemulung yang perilaku penggunaan APD dengan kategori sedang sebanyak 30 orang (45,45 %). Dengan menggunakan Korelasi Spearman Rank  diperoleh nilai p sebesar 0,000  lebih kecil dari alpha (p<0,05) yang berarti Ho ditolak, sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku penggunaan APD dengan keluhan gangguan kulit pada pemulung di TPA Kedaung Wetan Tangerang.

Kata kunci: Penggunaan APD, Gangguan Kulit, Pemulung


References


Daftar Pustaka

Alcamo IE.2001. Fundamentals of microbiology, In: Boston, Jones and Bartlley

Depkes Republik Indonesia. 2006. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta

Fregert, S., 1988. Manual Of Contact Dermatitis 2nd ed, Yayasan Essentia Medika, Yogyakarta

Goldstein, B.G. 2001. Practical dermatology. Hipokrates. Jakarta. pp 43-46.

Hapsari. 2003. Hygiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja, Cetakan Kelima. Gunung Agung. Jakarta

Harahap, M. 1998. Hipokrates. Ilmu Penyakit kulit. Jakarta

Harahap, M. 2000. Ilmu Penyakit Kulit. 1,35, 40-41, Hipokrates, Jakarta

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/2042123-jenis-jenis-penyakit-kulit-bagian, (Jurnal Elektronik) diakses 21 Juni 2012 www.google.com

Kusnoputranto, Haryoto, 1986. Kesehatan Lingkungan. Depdikbud, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta

Lestari, F., Kunia, P. 2007. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Kontak Pada Pekerja yang Terpajan Dengan Bahan Kimia di Perusahaan Industri Otomotif Kawasan Industri Cibitung Jawa Barat. Makara Kesehatan, vol 12, 2, pp 63-70.

Lestari, F., Suryo, H. 2007. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Dermatitis Kontak Pada Pekerja di PT. Pantja Press Industri. Makara Kesehatan, vol 11, 2, pp 61-68

Mukono, H. J, 2006. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan, Edisi ke-2, Airlangga University Press, Surabaya

Notoatmojo, Soekodjo, 1997. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Rineka Cipta. Jakarta

Notoatmojo, Soekodjo, 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Rineka Cipta. Jakarta

Notoatmojo, Soekidjo, 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, (Jakarta : PT. Rineka Cipta)

Persatuan Dokter Kulit Indonesia (Perdoski). 2009. Pertemuan Ilmiah Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta

Pusat Kesehatan Kerja, 2002. Kecelakaan di Industri, Puskesja, Depkes RI, Hal. 22

Ridley, John. 2004. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Erlangga, Jakarta

Saftarina, dkk, 2011. Hubungan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) dan Personal Hygiene Terhadap Kejadian Dermatitis Kontak Akibat Kerja PadaPemulung Di TPA Bakung Bandar Lampung tahun 2011. Dalam : Seminar Nasional Sains dan Teknologi- IV

Siregar RS, Tantawi Djauhari, 1990. Dermatofitosis di Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan Sumatera Selatan ; Penelitian Aspek Kebersihan, Kelembaban dan Temperatur. Dexa Medis

Soebono, H., Dermatomikosis Superfisialis. Jakarta; Balai Penerbit FKUI

Suma’mur p.k, 1996. Hygiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja, Jakarta: PT. Toko Gunung Agung


Refbacks

  • There are currently no refbacks.