HUBUNGAN EFEK SAMPING OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS BAJA KOTA TANGERANG

Nadillah Nadillah, Anita Sukarno, Ratna Dewi, Budi Mulyana

Abstract


Abstract

The number of tuberculosis patients’ death increased for a decade in 2020 by (15%) or 5.8 million deaths worldwide. Indonesia is the second prevalent country according to the Global Report Tuberculosis 2020. The medication adherence is the key to cure this disease. Purpose: to investigate the relationship between the severity of side effects (OAT) and medication adherence in tuberculosis patients at the Baja City Health Center, Tangerang. Method: this study used purposive sampling to select participants who had been diagnosed with pulmonary tuberculosis at the Baja Tangerang City Health Center and 107 patients completed the study. This study used the Indonesian version of the MMAS-8 questionnaire instrument to assess patients’ medication adherence. This stude used univariate and bivariate using the Mann-Whitnney analysis to test the hypothesis. Results: Most of the respondents are in the intensive treatment stage and the majority of the respondents experienced mild level of side effects. Among 20 types of anti-tuberculosis drugs (OAT) side effects, joint pain and abdominal pain are the most widely felt and the results show that there was a significant relationship between joint and abdominal pain and treatment adherence among pulmonary tuberculosis patients at the Baja Tangerang City Health Center. Conclusion: Health care professional should manage patients’ pain to increase treatment adherence among patients with pulmonary tuberculosis.

 

 

Keyword: Tuberculosis; Anti-tuberculosis drugs; Side effects, Treatment adherence

 

 

Abstrak

Jumlah kematian pasien tuberkulosis meningkat selama satu dekade pada tahun 2020 sebesar (15%) atau 5,8 juta kematian di dunia. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi kedua menurut Global Report Tuberculosis 2020. Kepatuhan minum obat merupakan kunci penyembuhan penyakit ini. Tujuan: mengetahui hubungan tingkat keparahan efek samping (OAT) dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Baja Kota Tangerang. Metode: penelitian ini menggunakan purposive sampling untuk memilih partisipan yang pernah didiagnosis TB Paru di Puskesmas Baja Kota Tangerang dan 107 pasien yang menyelesaikan penelitian. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner MMAS-8 versi bahasa Indonesia untuk menilai kepatuhan pengobatan pasien. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan analisis Mann-Whitnney untuk menguji hipotesis. Hasil: Sebagian besar responden dalam tahap pengobatan intensif dan sebagian besar responden mengalami efek samping tingkat ringan. Diantara 20 jenis efek samping obat anti tuberkulosis (OAT), nyeri sendi dan nyeri perut adalah yang paling banyak dirasakan dan hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara nyeri sendi dan perut dengan kepatuhan berobat pada pasien TB Paru di Puskesmas Baja Kota Tangerang. Kesimpulan: Tenaga kesehatan harus mengelola nyeri pasien untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien dengan tuberkulosis paru.

 

 

Kata Kunci: Tuberkulosis; obat anti tuberkulosis; Efek samping, Kepatuhan pengobatan 


References


Afif Nur Yunita. (2019). Hubungan Tingkat Pengetahuan Pengwasan Menelan Obat (PMO) Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien TB paru di Puskesmas Wilayah Kabupaten Bantul. Jurnal Keperawatan.

Ahdiyah, N. N., Andriani, M., & Andriani, L. (2022). Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien TB Paru Dewasa Di Puskesmas Putri Ayu. Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 3(1), 23. https://doi.org/10.31764/lf.v3i1.6817

Amalia, D. (2020). Tingkat Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien TB Paru Dewasa Rawat Jalan di Puskesmas Dinoyo. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

Andriati, R., & Sudrajat, A. (2020). Analisis Faktor Kepatuhan Terapi Obat Anti Tuberkulosis Kombinasi Dosis Tetap Pada Penderita Tuberkulosis Di Puskesmas Serpong 1 Kota Tangerang Selatan. Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 4(2), 53. https://doi.org/10.52031/edj.v4i2.60

Anogra, D. (2017). VALIDASI 8-ITEM MORISKY MEDICATION ADHERENCE SCALE VERSI INDONESIA PADA PASIEN HIPERTENSI DEWASA DI PUSKESMAS KABUPATEN SLEMAN DAN KOTA YOGYAKARTA. Indonesian Journal of Community Health Nursing. http://etd.repository.ugm.ac.id/

Azzahra, Z. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Mulyorejo Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Tahun 2017. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.

Budi, I. S., Ardillah, Y., Sari, I. P., & Septiawati, D. (2018). Analisis Faktor Risiko Kejadian penyakit Tuberculosis Bagi Masyarakat Daerah Kumuh Kota Palembang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 17(2), 87.

Dogah, E., Aviisah, M., Kuatewo, D.-A. M., Kpene, G. E., Lokpo, S. Y., & Edziah, F. S. (2021). Factors Influencing Adherence to Tuberculosis Treatment in the Ketu North District of the Volta Region, Ghana. Tuberculosis Research and Treatment, 2021, 1–6. https://doi.org/10.1155/2021/6685039

Elisabeth, B., & Savitri, W. (2021). Hubungan efek samping OAT dengan motivasi pasien TB paru untuk melanjutkan pengobatan.

Gego, G. (2019). Gambaran Keberhasilan Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Paru BTA(+) Positip Di Wilayah Puskesmas Borong Kabupaten Manggarai Timur. Karya Tulis Ilmiah, 1–57.

Handriana Gustin .J. (2020). Chmk health journal volume 4 nomor 1, januari 2020. 4(April), 0–7.

Hayati, D. S. (2020). Monitoring Efek Samping Obat Antituberkulosis (OAT) Terhadap Pasien Tuberkulosis Paru di Beberapa Puskesmas di Kabupaten Indramayu.

Made Bagiada, N. L. P. P. (2010). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Ketidakpatuhan Penderita. Jurnal Penyakit Dalam, 11(3), 158–163.

Ismah, Z., & Novita, E. (2017). Studi Karakteristik Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Seberang Ulu 1 Palembang. Unnes Journal of Public Health, 6(4), 218–224. https://doi.org/10.15294/ujph.v6i4.15219

Jannah, A. M. (2016). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Paru di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Paru Jember. Universitas Jember.

Kadek, S., Theresia, I., & Gabrilinda, A. Y. (2018). Pengaruh Efek Samping Oat (Obat Anti Tuberculosis) Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tbc Di Puskesmas. IJurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI), 3(2), 1–12.

Kemenkes RI. (2016). Info Datin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI Tuberkulosis (Temukan Obat Sampai Sembuh). In Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI (pp. 2–10).

Muhammad, E. Y. (2019). Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 288–291. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.173

Mulia Syakira. (2021). KAJIAN SPASIAL DAN TEMPORAL KASUS TUBERCULOSIS PARU BTA POSITIF DI INDONESIA. Indonesian Journal of Community Health Nursing.

Pangestika, R., Fadli, R. K., & Alnur, R. D. (2019). Edukasi Pencegahan Penularan Penyakit Tb melalui Kontak Serumah. Jurnal SOLMA, 8(2), 229. https://doi.org/10.29405/solma.v8i2.3258

Ridwan, A. (2019). Hubungan Tingkatan Pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Penularan TB PARU. JIM FKep, IV(2), 42–47.




DOI: https://doi.org/10.47007/ijnhs.v8i2.6899

Refbacks

  • There are currently no refbacks.