Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Perilaku Pasien TB Paru

Ernalinda Rosya

Abstract


Abstrak

Tuberculosis Paru (TB Paru) merupakan penyakit menular yang menjadi penyebab kematian terbanyak baik di dunia atau pun di Indonesia. Penambahan jumlah penderita TB Paru masih terjadi, dikarenakan penularan TB Paru sangat mudah sekali. Penularan ini bisa diatasi dengan membiasakan penderita TB Paru untuk melakukan perilaku batuk yang benar menurut kesehatan. Prinsip pencegahan penularan TB Paru dan Covid-19 hampir sama yaitu dengan memperhatikan etika batuk yang benar, menggunakan masker, mengkonsumsi makanan bergizi dll. Tapi selama pandemic covid ini ditemukan data peningkatan angka penderita TB.Paru. Penelitian ini bertujuan melihat dampak pandemic covid-19 terhadap perilaku pasien TB Paru, Penelitian deskriptif ini menggunakan kuisioner sebagai alat untuk mengumpulkan data. Kuisioner disebarkan pada 86 responden. Kriteria inklusi responden berusia 20 – 60 tahun, menderita TB paru lebih dari 3 bulan sedangkan kriteria eklusi pasien TB MDR. Penentuan responden menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian ini menunjukkan untuk perilaku etika batuk pasien selalu (100%) mengganti masker setiap hari dan hampir selalu (90% )menggunakan tisu saat batuk. Pada perilaku hidup sehat dan bersih pesien selalu (100%) menggunakan masker sendiri dan tidak pernah bertukar masker dengan orang lain dan selalu (100%) mencuci tangan dengan air bersih menggunkan sabun ataupun dengan alcohol. Jadi secara umum responden sudah melakukan perilaku pencegahan penularan TB paru sesuai dengan perilaku yang dianjurkan pada masa pandemi Covid-19,

 

Kata Kunci: TB Paru, COVID-19, Perilaku

 


References


Centers for Disease Control and Prevention, C. (2016) Respiratory Hygiene/Cough Etiquette | FAQs | Infection Control | Division of Oral Health | CDC, Centers for Disease Control and Prevention. Available at: https://www.cdc.gov/oralhealth/infectioncontrol/faqs/respiratory-hygiene.html (Accessed: 16 November 2022).

Centers for Disease Control and Prevention, C. (2022) Science and Research | CDC, Centers for Disease Control and Prevention. Available at: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/science/science-and-research.html (Accessed: 16 November 2022).

Depkes RI (2018) InfoDatin Tuberculosis, Kementerian Kesehatan RI. Jakarta. Available at: https://www.depkes.go.id/article/view/18030500005/waspadai-peningkatan-penyakit-menular.html%0Ahttp://www.depkes.go.id/article/view/17070700004/program-indonesia-sehat-dengan-pendekatan-keluarga.html.

Dotulong, J., Sapulete, M. R. and Kandou, G. D. (2015) ‘Hubungan Faktor Risiko Umur, Jenis Kelamin dan Kepadatan hunian Dengan Kejadian Penyakit TB Paru di Desa Wori Kecamatan Wori’, Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik.

Hannah, H. A., Miramontes, R. and Gandhi, N. R. (2017) ‘Sociodemographic and clinical risk factors associated with tuberculosis mortality in the United States, 2009-2013’, Public Health Reports, 132(3), pp. 366–375. doi: 10.1177/0033354917698117.

Jee, S. H. et al. (2009) ‘Smoking and risk of tuberculosis incidence, mortality, and recurrence in South Korean men and women’, American Journal of Epidemiology, 170(12), pp. 1478–1485. doi: 10.1093/AJE/KWP308.

Lin, H. H. et al. (2009) ‘Association between tobacco smoking and active tuberculosis in Taiwan: Prospective cohort study’, American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, 180(5), pp. 475–480. doi: 10.1164/RCCM.200904-0549OC.

Migliori, G. B. et al. (2019) ‘Reducing tuberculosis transmission: a consensus document from the World Health Organization Regional Office for Europe’, Eur Respir J, 53, p. 1900391. doi: 10.1183/13993003.00391-2019.

Nardell, E. A. (2016) ‘Transmission and Institutional Infection Control of Tuberculosis’, Cold Spring Harb Perspect Med, 6(2). doi: 10.1101/cshperspect.a018192.

Pertiwi, R. (2012a) ‘Hubungan Antara Karakteristik Individu, Praktik Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Tuberculosis Di Kecamatan Semarang Utara Tahun 2011’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, 1(2), p. 18811.

Prihanti, G. S. et al. (2021) ‘The Effectiveness of Cough Etiquette Counseling among People with Presumptive and Confirmed Tuberculosis’, Jurnal Berkala Epidemiologi, 9(1), p. 26. doi: 10.20473/jbe.v9i12021.26-35.

Sharma, A. et al. (2021) ‘COVID-19: A Review on the Novel Coronavirus Disease Evolution, Transmission, Detection, Control and Prevention’, MDPI, 13(202), pp. 2–25. doi: 10.3390/v13020202.

Shimeles, E. et al. (2019) ‘Risk factors for tuberculosis: A case–control study in Addis Ababa, Ethiopia’, PLoS ONE, 14(4). doi: 10.1371/journal.pone.0214235.

Tartari, E. et al. (2019) ‘Train-the-Trainers in hand hygiene: a standardized approach to guide education in infection prevention and control’, Antimicrob Resist Infect Control., 8(206). doi: 10.1186/s13756-019-0666-4.

WHO (2019) WHO guidelines on tuberculosis infection prevention and control. Update 201, WHO. Update 201. WHO. Available at: https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/311259/9789241550512-eng.pdf (Accessed: 17 November 2022).

Wiharni, R. (2022) Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan. Available at: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1/teknik-batuk-efektif-dan-etika-batuk-yang-benar (Accessed: 16 November 2022).

World Health Organization, (WHO) (2020) Coronavirus, World Health Organization. Available at: https://www.who.int/health-topics/coronavirus#tab=tab_1 (Accessed: 21 July 2021).

World Health Organization, (WHO) (2021a) Global Tuberculosis Report. Geneva: WHO.

World Health Organization, (WHO) (2021b) Transmission of SARS-CoV-2: implications for infection prevention precautions, World Health Organization. Available at: https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/transmission-of-sars-cov-2-implications-for-infection-prevention-precautions (Accessed: 21 July 2021).




DOI: https://doi.org/10.47007/ijnhs.v8i2.7188

Refbacks

  • There are currently no refbacks.