ANALISA KOMPARASI KADAR LOGAM BERAT MERCURI PADA URINE PASIEN KANKER PAYUDARA DENGAN KADAR LOGAM BERAT MERCURI PADA URINE WANITA SEHAT

Yayah Karyana

Abstract


Abstrak

Jumlah penderita kanker di Indonesia sangat tinggi. Setiap tahun tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi di Indonesia. Oleh karena itu kanker serviks disebut sebagai penyakit pembunuh wanita nomor 1 di Indonesia. Penderita kanker payudara di Indonesia pada tahun 2004 (sebagaimana dikutip dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2008) sebanyak 5.207 kasus. Setahun kemudian pada 2005, jumlah penderita kanker payudara meningkat menjadi 7.850 kasus. Tahun 2006, penderita kanker payudara meningkat menjadi 8.328 kasus dan pada tahun 2007 jumlah tersebut tidak jauh berbeda meski sedikit mengalami penurunan yakni 8.277 kasus. Beberapa faktor yang diduga kuat sebagai zat-zat mutagen yang berasal dari lingkungan, salah satunya adalah zat logam yang berpotensi sebagai zat mutagen, yang menyebakan terjadinya mutasi gen penyebab kanker payudara. Zat logam yang berbahaya antara lain; Cd, Pb dan Hg, berpotensi menghasilkan zat radikal bebas penyebab kanker. Urine sebagai cairan tubuh, akan menampung berbagai zat-zat sisa metabolisme tubuh, termasuk logam berat. Oleh karena itu urine dapat dijadikan sebagai bahan analisis dan indikator seseorang terinfeksi atau tidak. Hasil penelitian bahwa terdapat perbedaan antara kadar Hg pada urin pasien kanker dengan kadar Hg pada urine wanita sehat. Berdasarkan hasil uji Mann Whitney 2 sampel independen , didapatkan nilai P 0.000 < 0,05 . H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan  antara  kadar logam berat mercuri (Hg)  pada urine pasien kanker dengan kadar logam berat mercuri (Hg)  pada urine wanita sehat .Kadar Hg pada urine bisa dijadikan salah satu  indikator terinfeksi kanker payudara. Dari hasil uji univariat responden bertempat tinggal di daerah yang kena polusi 80% dan responden 60% pengguna kendaraaan 70% keluarga responden merokon . 60% responden merokok dqn 70% anggota keluarganya merokok. Diduga peyebab pasien kanker karena  polusi udara.

 

Kata kunci: polusi udara, mercuri, kanker

Abstract

The number of cancer patients in Indonesia is very high. Every year no less than 15,000 cases of cervical cancer occur in Indonesia . Therefore, cervical cancer is referred to as the number one disease killer of women in Indonesia . Breast cancer patients in Indonesia in 2004 (as quoted from Indonesia Health Profile 2008) as many as 5,207 cases . A year later in 2005, the number of breast cancer cases increased to 7,850. In 2006 , breast cancer patients increased to 8,328 cases in 2007 and that number is not much different, although slightly decreased the 8,277 cases . Several factors are strongly suspected as a mutagen substances from the environment , one of which is a metal that has the potential as a mutagen substances , which cause the occurrence of breast cancer causing gene mutations . Hazardous substances among other metals ; Cd, Pb and Hg , potentially resulting in cancer-causing free radicals substances . Urine as body fluids , would accommodate a variety of substances the body of metabolic waste , including heavy metals . Therefore, urine can be used as material analysis and indicators of a person is infected or not . The results of the study that there is a difference between the levels of Hg in urine of cancer patients with high levels of Hg in urine of healthy women . Based on the results of the Mann Whitney test of two independent samples , obtained P value 0.000 < 0.05 . H0 is rejected and Ha accepted . It can be concluded that there is a difference between the levels of heavy metals mercury  (Hg) in the urine of cancer patients with high levels of heavy metals mercury (Hg) in the urine of healthy women. Levels of Hg in urine can be used as an indicator of breast cancer infected . From the results of the univariate test respondents residing in polluted areas 80 % and 60 % of respondents vehicle users 70 % of respondents merokon family . 60 % of respondents 70 % DQN smoking family members smoke . Suspected cancer patients because the causes of air pollution .

Keywords: air pollution, mercury, cancer


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Eddie, W.S. 2005. Limbah B3 dan Kesehatan.

http://www.dinkesjatim.go.id/images/datainfo/200504121503 - LIMBAH%20B-3.pdf. 8 April 2013.

Enger, Shelly, et. al, 2000. Body Size, Physical Activity and Breast Cancer Hormone Receptor Status. Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention.

http://www.deherba.com/statistik-penderita-kanker-di-indonesia.html, download 8 Januari 2013 jam 03.00 WIB.

Indrati, R. 2005. Faktor-faktor Risiko yang berpengaruh terhadap kejadian kanker payudara wanita. Jurnal Epidemiologi, Undip. (Unpublished)

Meister, K & J. Morgan. 2000. Risk Factor For Breast Cancer. American Council On Science And Health.

Prayitno, A. R., I. Darmawan, Yuliadi & A. Mudigdo. 2005. Ekspresi protein p53, Rb, dan c-myc pada kanker serviks uteri dengan pengecatan histokimia. Biodiversitas. Vol 6, no. 3.

Putranto, T.T. 2011. Pencemaran logam berat merkuri (Hg) pada air tanah. Jurnal Kesehatan Lingkungan. Vol 32 no. 1.

Ratnani, R.D. 2009. Eliminating Solid Phase Extraction with Large-Volume Injection

LC/MS/MS: Analysis of Illicit and Legal Drugs and Human Urine Indicators in US Wastewaters. Momentum, Vol. 5, No. 1, April : 16 – 22

Sainsburry, Anderson, T.J., & Morgan, D.A.L. 2000. Breast Cancer. BMJ. Vol 321 : 745 – 751.

Soeroso. 2003. Gen Terkait Kanker Payudara. Medicinal. Vol 4 No. 2 Juli.

Stephen, S. Falkenberry, & Robert, D. L.2002. Risk Factor For Breast Cancer. Obstetrics and Gynecology Clinics. Vol. 29 Number 1. March.

Sudarmaji , J. Mukono & Corie I.P. 2006. Toksikologi Logam Berat B3 dan dampaknya terhadap kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan. Vol 2 no. 2 Januri 42 : 129 -142


Refbacks

  • There are currently no refbacks.