Perang Tema dan Psikologi Publik Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Politik Pilkada Dki Jakarta 2007

Bambang Sukma Wijaya

Sari


Abstract

Jakarta local elections in 2007 with the victory obtained Fauzi Bowo still left the stories and important lessons for the development of political marketing communications in the country. Fauzi-Prijanto supported by 20 parties against Adang-Dani supported by a party, but Fauzi-Prijanto only got a narrow victory, 57% to 43%. Why did this happen? This article analyzes the political marketing communications strategies both candidates and the anatomy of the consumer audience of voters based on data from research results were released in the Kajian Bulanan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Issue 04-August 2007. The authors found that voters in Jakarta tend to be more rational, due to information access is more widely open and easier, so as to provide good insight for citizens. Similarly, the tight life competition and better legal awareness made the metropolitan residents tend to be more courageous and critical voice their aspirations. The results of this analysis can serve as a lesson and reference to political contestants for the next campaigns.

Keywords: marketing politic communication, politic campaigns, national campaign

Abstrak

Pilkada atau pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada 2007 lalu dengan kemenangan Fauzi Bowo menyisakan cerita dan pelajaran penting bagi perkembangan komunikasi pemasaran politik di tanah air.  Fauzi-Prijanto dengan dukungan 20 partai melawan Adang-Dani yang didukung 1 partai, namun Fauzi-Prijanto hanya memperoleh kemenangan tipis, yakni 57% berbanding 43%. Mengapa hal ini terjadi? Tulisan ini berusaha menganalisis strategi komunikasi pemasaran politik kedua kandidat, dan mengkaji anatomi khalayak konsumen pemilih berdasarkan data dari hasil riset yang dirilis dalam Kajian Bulanan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Edisi 04-Agustus 2007. Penulis menemukan bahwa pemilih Jakarta cenderung lebih rasional, kemungkinan hal ini dikarenakan akses informasi lebih terbuka luas dan lebih mudah sehingga memberikan wawasan yang baik bagi warganya sehari-hari. Pun persaingan hidup yang ketat dan kesadaran hukum yang cenderung lebih baik, membuat warga metropolitan cenderung lebih berani dan kritis menyuarakan aspirasinya. Hasil analisis ini dapat menjadi pelajaran dan referensi bagi kontestan politik untuk kampanye-kampanye berikutnya.

Kata kunci: komunikasi pemasaran politik, kampanye rasional


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Daftar Pustaka

Edward, Djony. “Common Enemy”. Bisnis Indonesia, 9 Juli 2007

Firmanzah. “Marketing Politic”. Obor Indonesia. Jakarta. 2007

Harian Bisnis Indonesia, 9 Juli 2007

Harian Kompas, 27 Juli 2007

Harian Koran Tempo, 17 November 2007

http://www.lsi.co.id

Kajian Bulanan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Edisi 04-Agustus 2007

Kotler, Philip. “According to Kotler”. penerj: Herman Sudrajat, BIP. Jakarta. 2005

Kurtz, David L. “Principles of Contemporary Marketing”. Cengage. USA. 2012

Nursal, Adman. 2004. Political Marketing. Gramedia. Jakarta. 2004

Smilansky, Shaz. 2009. Experiential Marketing. Kogan Page. London. 2009

Wijaya, Bambang Sukma. 2011. Etika Periklanan. UB Press. Jakarta. 2011

Wijaya, Bambang Sukma. “Model Komunikasi Berasa dalam Komunikasi Pemasaran: Studi Mengenai Iklan Ambient Media dalam Meraih Kepercayaan Khalayak Konsumen”. Journal Communication Spectrum, Vol. 1 No. 1, p. 55-74. 2011

Wijaya, Bambang Sukma. “Experiential Communication Model in the Organizational Communication”. Jurnal Komunika LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Vol. 14 No. 1, p. 37-44. 2011

Zaltman, Gerald & Lindsay Zaltman. “Marketing Metaphoria: What Deep Metaphors Reveal About The Minds of Consumers”. Boston: Harvard Business Press. 2008


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


VISITOR NUMBER:
 
hit counter