ANALISIS FRAMING: DITETAPKANNYA ANAS URBANINGRUM SELAKU TERSANGKA PADA PEMBERITAAN HARIAN JURNAL NASIONAL DAN KOMPAS EDISI FEBRUARI - MARET 2013

Dani Vardiansyah

Sari


Penelitian ini menggunakan analisis framing guna menguak ideologi dan arah pemberitaan terkait ditetapkannya Anas Urbaningrum selaku tersangka. Yang dianalisis adalah Jurnas Nasional yang menyatakan walau didirikan oleh sejumlah tokoh Partai Demokrat, ini bukanlah media yang semata menyuarakan kepentingan partai. Sebagai pembanding dipilih Kompas yang selama ini memiliki reputasi yang tegas menyuarakan suara hatinurani rakyat namun tampil dengan pemberitaan santun. Penelitian dilakukan dalam tiga jenjang. Di level Makro: dilihat dan dicermati keseluruhan berita yang ada sebelum, pada saat, dan setelah AU ditetapkan selaku tersangka. Kemudian diamati di halaman berapa pemberitaan terkait ditetapkannya AU selaku tersangka itu diletakkan oleh JurNas? Diamati juga bagaimana JurNas melakukan penekanan pada judul beritanya: kepada apa atau siapa judul itu lebih berfokus?  Kemudian dilihat bagaimana hal yang sama pada Kompas. Level Meso:  dilihat dan dicermati bagaimana relevansi judul berita dengan teras berita? Bagaimana pula penulisan tubuh beritanya, siapa atau apa saja yang ditulis pada tubuh berita ini. Level Mikro: di sini dipilih kembali secara purposive berita yang memiliki kesetaraan untuk diperbandingkan. Model Robert N. Entmen digunakan untuk menganalisis problem identification, diagnouse causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Hasil penelitian ketiga jenjang di atas secara konsisten menunjukkan bahwa betapapun media sulit melepaskan diri dari ideologi yang melatarinya. Mulai dari analisis makro, meso, dan mikro menunjukkan bahwa JurNas sulit melepaskan diri dari Partai Demokrat yang membidaninya; sedangkan Kompasn dengan lugas tetap membawa ideologinya: amanat hatinurani rakyat, yang setelah reformasi adalah menyatakan perang terhadap korupsi. Disarankan, apabila JurNAs ingin menyasar pembaca yang lebih luas, sebaiknya JurNas coba meninjau ulang kebijakan redaksionalnya. Meletakkan kasus AU dalam kacamata “kepentingan” partai memang membuat nyaman para pembaca yang terdiri dari kader dan simpatisan PD, tapi sulit untuk menarik kalangan pembaca dari mereka yang berada di luar PD.

 

Kata kunci: framing, headline, judul berita


Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Amar, Djen. 1984. Hukum Komunikasi. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Anwar, Rosihan. 1996. Wartawan dan Kode Etik Jurnalistik. Yogyakarta: Media Abadi.

Assegaf, Dja’far. 1983. Jurnalistik. Masa Kini (Pengantar Kewartawanan). Jakarta: Ghalia Indonesia.

Bungin, Burhan. 2001. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Gravindo Persada.

Cangara, Hafied. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.

Effendy, Onong Uchjana. 2005. Dinamika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Eriyanto. 2002. Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LKIS

Gunadi, Ys. 1998. Himpunan Istilah Komunikasi. Jakarta: Grasindo.

Hamad, Ibnu. 2004. Media Massa dan Konstruksi Realitas Politik: Sebuah Kerangka Teori. Jakarta: Granit.

Junaedhie, Kurniawan. 1991. Ensiklopedia Pers Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Keller, Annet. 2009. Tantangan Dari Dalam, Otonomi Redaksi 4 Media Cetak Nasional. Jakarta: Yayasan Tifa.

Kompas. 3 Februari 2013. Survei Jeblok, Senior Demokrat Minta SBY Turun Tangan.

Kompas. 24 Februari 2013. Anas Terancam Hukuman Seumur Hidup. Headline.

Kompas. 25 Februari 2013. Kasus Anas - Percayalah kepada yang Telah Terbukti. Halaman 3.

Kompas. 26 Februari 2013. Anas Dipersilakan Bongkar Semua – Ancaman Mundur Loyalis Anas tidak Perlu Dikhawatirkan. Headline.

Kompas. 1 Maret. Diragukan, Anas Berani – Ancaman Bagian dari Membangun Posisi Tawar. Halaman 2.

Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Margontoro, YB. 2006. Mahir Berjurnalistik. Yogyakarta: Amara Books.

Moleong, Lexy J. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Mulyana, Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Munandar, Haris Priatna, Duddy dan 2004. Media Massa dan Masyarakat Modern. Jakarta: Grasindo.

Nawawi, Hadari. 2003. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Ngafenan, Mohamad. 1992. Kamus dan Daftar Istilah Bahasa Indonesia. Semarang: Dahara Prize

Nasional, Jurnal. 24 Februari 2013. Anas Tersangka – Demokrat Hormati KPK. Headline.

Nasional, Jurnal. 26 Februari 2013. Berniat Beberkan Kasus Hambalang – KPK Sambut Baik Keinginan Anas. Halaman 3.

Nasional, Jurnal. 1 Maret 2013. Demokrat Butuh Pilot Berkualitas Tinggi. Halaman 2.

Sobur, Alex. 2009. Analisis Teks Media. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan RD. Bandung: Alfabeta

Sularto, St. 2007. Kompas, Menulis dari Dalam. Jakrta: PT. Kompas Media Nusantara.

Surakhmad, Winarno. 1998. Pengantar Penelitian Ilmiah, Dasar, Metode dan Teknik. Bandung: Tarsito.

Suyanto, Bagong. 2008. Metode Penelitian Sosial, Berbagai Pendekatan Alternatif. Jakarta: Kencana.

Syamsul, Asep M. Romli. 2008. Kamus Jurnalistik, Daftar Istilah Penting Juranlistik Cetak, Radio, dan Televisi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Wiryanto, 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Gramedia Widiasarana.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


VISITOR NUMBER:
 
hit counter