REPRESENTASI POLITIK INDONESIA PADA SAMPUL DEPAN MAJALAH MEN’S OBSESSION (ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE)

R. Ahmad Reza Indrayana

Sari


 

Abstract

 


This research is critical that there is shutter departing from the way of seeing reality by assuming that there is always unjust social structures. This study managed to find a few things that concluded as political representation Indonesia on the front cover of the magazine Men's Obsessions, namely Political Indonesia is full of intrigue and manipulation, Indonesian politics which characterized the 'battle' nationalist groups with the group agamais, Indonesian politics is still dominated by a handful of people elite, Indonesia still smelled of centralized political, Indonesian politics dominated by men, Indonesian politics marred by political dynasties and politics Indonesia still adhere to the ideas of Bung Karno. The study also managed to uncover the ideology Men's Obsessions, where dwells a patriarchal view of democracy where penjewantahan partisiapsi switched on citizens in the political system which is focused on men only. Keywords : semiotic, representation, reality, media dan ideology

 


 Abstrak

 


Penelitian ini berada ada rana kritis yang berangkat dari cara melihat realitas dengan mengasumsikan bahwa selalu saja ada struktur sosial yang tidak adil. Penelitian ini berhasil menemukan beberapa hal yang disimpulkan sebagai representasi politik Indonesia pada sampul depan majalah Men’s Obsessions, yakni Politik Indonesia yang penuh dengan intrik dan manipulasi, politik Indonesia yang diwarnai dengan ‘pertarungan’ kelompok nasionalis dengan kelompok agamais, politik Indonesia masih dikuasai oleh segelintir kaum elit saja, politik Indonesia masih berbau sentralistik, politik Indonesia yang didominasi oleh kaum lelaki, politik Indonesia diwarnai oleh politik dinasti dan politik Indonesia masih memegang teguh gagasan-gagasan Bung Karno. Penelitian ini juga berhasil menguak ideologi Men’s Obsessions, dimana bersemayam pandangan demokrasi patriarki dimana penjewantahan partisiapsi aktf warga negara dalam sistem politik yang difokuskan kepada kaum lelaki saja. Kata kunci: semiotika, representasi, realitas, media dan ideologi

 


Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Daftar Pustaka

Amir Piliang, Yasraf. (2003). Hipersemiotika; Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Yogyakarta : Jalasutra.

Arrianie, Lely. (2010). Komunikasi Politik; Politisi dan Pencitraan di Pangung Politik. Widya Padjajaran. Bandung.

Berger, Arthur Asa. (2010). Pengantar Semiotika: Tanda-tanda dalam Kebudayaan Kontemporer (edisi baru), Tiara Wacana, Yogyakarta.

Budiman, Kris. (2011). Semiotika Visual (Konsep, Isu, Ikonitas), Jala Sutra, Yogyakarta.

Bungin, Burhan. (2006). Sosiologi Komunikasi; Teori, Paradigma dam Diskusi Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Prenada Media Group. Jakarta.

Danesi, Marcel. (2010). Pesan, Tanda, dan Makna. Jalasutra. Yogyakarta.

Danesi, Marel. (2010). Pengantar Memahami Semiotika Media. Jalasutra. Yogyakarta.

Elfanany, Burhan, (2013). Buku Pintar Bahasa Tubuh Untuk Guru dan Dosen, Araska.

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Analisa Teks Media. Yogyakarta:LKIS.

Fiske, John. (1990). Introduction to Communication Studies, 2nd edition, London: Routledge.

Fiske, John. (2012). Pengantar Ilmu Komunikasi/John Fiske; penerjemah Hapsari Dwiningtyas. Ed. 3. Jakarta: Rajawali Pers.

Gultom, Maidin. Perlindungan Hukum Terhadap Anak dan Perempuan. Dicetak oleh PT. Refika Aditama.

Kumar, Vijaya. Jago. (2013). Membaca Bahasa Tubuh, Penerbit: Buku Biru. Cetakan Pertama. Bandung.

Littlejohn, Stephen. (2002). Theories of Human Communication. California:Wadsworth Publishing Company.

Nurudin. (2001). Komunikasi Propaganda, Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Sobur, Alex. (2009). Semiotika Komunikasi (cetakan keempat), PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Vera, Nawiroh. (2014). Semiotika Dalam Riset Komunikasi. Ghalia Indonesia. Bogor.

Wibowo, Indiwan Seto Wahyu. (2013). Semiotika Komunikasi; Aplikasi Praktis Bagi Penelitian Komunikasi (edisi 2). Mitra Wacana Media. Jakarta


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


VISITOR NUMBER:
 
hit counter