KAJIAN EFEK PENCAHAYAAN BUATAN UNTUK RUANG GALERI BATIK (STUDI KASUS: MUSEUM TEKSTIL JAKARTA DAN MUSEUM BATIK PEKALONGAN)

Muhammad Fauzi

Abstract


Abstrak

Galeri Batik di Museum tekstil jakarta dan Museum Batik pekalongan merupakan galeri khusus koleksi batik yang terbaik di Indonesia. Pencahayaan buatan memegang peranan penting bagi keberhasilan sebuah museum untuk mengkomunikasikan antara pengamat dengan benda koleksi. Hal ini bisa diwujudkan dengan efek pencahayaan buatan yang tepat. Faktor-faktor yang mempengaruhi efek pencahayaan buatan menjadi masalah yang perlu dikaji dan diuraikan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ada galeri batik yang ideal secara keseluruhan dan oleh karena itu dapat menyebabkan kerusakan batik yang umumnya terbuat dari bahan alami. Efek pencahayaan buatan yang dihasilkan butuh perkembangan dan saran yang baik, pencahayaan di museum tekstil Jakarta dan museum batik pekalongan banyak yang belum mencapai ideal. Faktor pencahayaan buatan dipengaruhi oleh interior, jenis bahan koleksi, dan sistem pemasangan lampu dan hal-hal yang berkaitan dengan pencahayaan buatan. Kesimpulan dalam analisis dapat dicapai untuk kelanjutan konsep karakteristik pencahayaan buatan untuk koleksi Batik Tulis.

Kata Kunci: Batik, Pencahayaan Buatan, Museum dan Interior


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Adian, Donny Gahral. (2010). Pengantar Fenomenologi. Depok: Penerbit Koekoesan.

Akmal, Imelda. (2011). Tata Cahaya untuk Tempat Tinggal. Jakarta: PT. Gramedia.

Brown, Blain. (1992). Motion picture and video Lighting. USA: Focal Press.

Bogdan, Robert C. dan Steven J. Taylor. (1992). Introduction to Qualitative Research Methotds: A Phenomenological Approach in the Social Sciences. Alih bahasa Arief Furchan, John Wiley dan Sons, Surabaya: Usaha Nasional.

Brouwer, MAW. (1983). Psikologi Fenomenologis. Jakarta: PT Gramedia.

Cayless, Marssden. (1991). Lamp & Lighting (3rd.ed). London: McGraw-Hill. 1991

Daymon, Cristin, dan Holloway, Immy. (2008). Metode-metode Riset Kualitatif dalam Public Relations dan Marketing Communication. Yogyakarta: Bentang.

Istiawan, Saptono P.K.IAI & Kencana, Ira Puspa. (2002). Ruang Arsitek dengan pencahayaan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Jauhari. M Fuad. Laporan Lampu Otomatis Menggunakan sensor Cahaya Dengan Daya AC. Surabaya: Politeknik Elektronika Negeri.

Karlen, Mark. (2007). Dasar-dasar Desain Pencahayaan. Jakarta: Erlangga.

Moore, Fuller. (1991). Concept and practice of architecture daylighting. New York: Van Nostrad Reinhold.

Philip, Derek. (2002). Lighting Modern Design. London: McGraw-Hill.

Rea, Mark Stanley. The IESNA lighting handbook. Illuminating Engineering Society of North America.

Wesley E. Woodson. Principles of Forensic Human Factor/Ergonomics. 1981

Yuke Ardhiati. (2012). Grouded Theory Terkait Khora Materi Kuliah Metodologi Penelitianan Magister Desain Semester 2.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Web Stat