PENGEMBANGAN ALAT TRANSPORTASI KELAPA SAWIT YANG DAPAT MEMBANTU MENGEFESIENSIKAN WAKTU DALAM PROSES PEMANENAN

Nikmatul Jannah, Geggy Gamal Surya

Abstract


Abstract

Palm oil is one of the most consumed and produced oils in the world. This cheap, easily produced and highly stable oil is used for a variety of foods, cosmetics, hygiene products, and can also be used as a source of biofuels or biodiesel. In 2016, Indonesia produced around 36 million tons of palm oil which placed this country as the largest palm oil producer in the world. shifting the position of other oil palm producing countries. However, the problem of the existing harvesting process is still relatively traditional because the tools used are also still very traditional, such as using angkong or spinning, this affects the inefficiency of time and human resources during the harvesting process of oil palm. While the process of harvesting oil palm can be done throughout the year.Land that has a swamp or low profile, can be hilly and bumpy, including the poor condition of road infrastructure resulting in the transportation process of oil palm fruit bunches (FFB) is often constrained. Because it requires an accurate transportation system.

 

Keywords: Palm oil, transportation design, yields

 

Abstrak

Minyak sawit adalah salah satu minyak yang paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di dunia. Minyak yang murah, mudah diproduksi dan sangat stabil ini digunakan untuk berbagai variasi makanan, kosmetik, produk kebersihan, dan juga bisa digunakan sebagai sumber biofuel atau biodiesel. Pada tahun 2016 lalu, Indonesia menghasilkan sekitar 36 juta ton kelapa sawit yang menempatkan negara ini menjadi penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. menggeser posisi negara penghasil kelapa sawit lainnya. Namun persoalannya proses pemanenan yang ada saat ini masih tergolong tradisional di karenakan alat bantu yang di gunakan juga masih sangat tradisional seperti menggunakan angkong maupun pikulan, hal ini berpengaruh pada kurang efesiennya waktu serta SDM pada saat proses pemanenan kelapa sawit. Sedangkan proses pemanenan kelapa sawit dapat di lakukan sepanjang tahun.Lahan yang bertopografi rawa atau rendahan, bisa berbukit dan bergelombang, termasuk kondisi infrastruktur jalan yang buruk mengakibatkan proses transportasi tandan buah segar (TBS) sawit kerap terkendala. Sebab itu dibutuhkan satu sistem transportasi yang jitu.

 

Kata kunci :Kelapa sawit, desain transportasi, hasil panen


References


Sarana Informasi Pertanian. “Panen dan Pengangkutan Kelapa Sawit ( Harvesting and Transporting )â€. Di akses pada 05 Januari 2019https://tangkaikayu.com/panen-dan-pengangkutan-kelapa-sawit-harvesting-and-transporting/

Marajo, Desrial Sutan. (2015).“Alat Transportasi Sawit Modernâ€. 04 Oktober 2015. http://sinarharapan.net/2016/10/alat-transportasi-sawit-modern/Di akses pada 05 januari 2019.

Wahyudi, Roni. (2012). “Manajemen Panen Kelapa Sawitâ€. 18 Januari 2012. http://rony-bujangjumendang.blogspot.com/2012/01/manajemen-panen-kelapa-sawit-tujuan.htmlDi akses pada 13 Januari 2019.

Prasetyo, andhika.(2017).“ekspor komoditasperkebunan meningkat di awal tahunâ€. 22 maret 2017. http://mediaindonesia.com/read/detail/97671-ekspor-komoditas-perkebunan-meningkat-di-awal-tahun di akses pada 23 september 2017.pkl 16.01.

Indonesia Investments. (2017).“Minyak Kelapa Sawitâ€. Update 26 Juni 2017. https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/minyak-sawit/item166? Di akses pada 05 Januari 2019.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Web Stat