KAJIAN RANTAI NILAI PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL DI KABUPATEN BANTUL STUDI KASUS : DUSUN KREBET, DESA SENDANGSARI, KECAMATAN PAJANGAN

Laili Fuji Widyawati

Sari


UMKM merupakan salah satu tulang punggung yang menggerakkan perekonomian bangsa, kontribusinya terhadap PDRB dan penyerapan tenaga kerja mengindikasikan bahwa pengembangan UMKM merupakan bentuk pengembangan ekonomi lokal (PEL). Dalam perkembangannya, produsen industri kecil mengalami berbagai kendala yang mengakibatkan posisi tawar produsen yang rendah. Implikasinya adalah produsen cenderung sebagai penerima harga dan mendapatkan distribusi keuntungan yang tidak adil. Hal ini akan berakibat pada rendahnya tingkat kesejahteraan penduduk lokal dan perkembangan wilayahnya yang cenderung rendah, sehingga tidak mampu bersaing dengan wilayah sekitar yang berdampak tidak langsung pada isu ketimpangan wilayah. Penelitian ini mengambil wilayah studi di Sentra Industri Kerajinan Batik Kayu di Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul dengan responden 24 informan yaitu pemilik sanggar. Temuan studi menyatakan bahwa bentuk saluran pemasaran batik kayu Krebet adalah tidak langsung, margin pemasaran dinilai besar dengan gap antara harga jual produsen dan harga beli konsumen hingga mencapai 50x lipat, informasi yang belum transparan, kemadirian produsen yang rendah teserta lemahnya kapasitas individu dan organisasi lokal. Hal ini mengindikasikan lemahnya posisi tawar produsen dibanding aktor lain, akibatnya keuntungan justru dinikmati pihak non produsen.
Kata Kunci : Pembangunan Berbasis Keadilan, Pengembangan Ekonomi Lokal, dan Rantai Nilai.


Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Alexander, J. 1987, Trade, Traders and Trading in Rural Java. Oxford: Oxford University Press

Andersson, Thomas et al. 2004. The Cluster Policies Whitebook. Sweden: Organisation International for Knowledge Economy and Enterprise Development.

Azwar, Saifudin. 1998. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya, Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Bacon, C. 2005. “Confronting the Coffee Crisis: Can Fair Trade, Organic, and Speciality Coffees Reduce Small-Scale Farmer Vulnerability in Northern Nicaragua?.†World Development, Vol. 33, No. 3, pp. 497-511.

Becchetti, L. and Constantino, M. 2006. Fair trade on marginalized producers: an impact analysis on Kenyan farmers. Mengutip dari Zuniga and Ruben.†How Standards Compete: Comparative impact of coffee certification in Northern Nicaragua.â€Netherlands: Radboud University Nijmegen, p.5.

Bradley, D et al. 1994. “Regional incentives and the quality of mobile investment in the less favoured regions of the EC. “ Progress in Planning, 41(1): 1–122.

Cooke, P. and K. Morgan. 1998. The associational Economy. Oxford: Oxford University Press

Curry, Richard. 2007. Tinjauan Rantai Nilai Industri: Komponen otomotif, Furniture, Garmen. Jakarta: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia (SENADA) dan USAID.

De Jong, W. 1988 The Role of Towns in Rural Development: A Case Study of Banjarnegara, Central Java. Yogyakarta: UGM Press.

Douglas, Michael. 1998. “A Regional Network Strategy for Reciprocal Rural-Urban Linkages: An Agenda for Policy Research with Reference to Indonesia.†Third World Planning Review. Vol. 20, No. 1.

Gaile, Gary L. 1992. “Improving rural-urban linkages through small town marketbased development. “Third World Planning Review, Volume 14, No.2, pp.135-136.

Gibb, Arthur. 1984. “Tertiary Urbanization: the Agricultural Market Center as a Consumption-related Phenomenon.†Regional Development Dialogue. 5:1. Spring, 110-148.

Lundy, Mark et al. 2004. Increasing the Competitiveness of Market chains for Smallholder producers. Canada: International Centre for Tropical Agriculture (CIAT).

Murray, J. 2003. Impact Assessment of Rural Urban Partnership Programme’s Linkage Enterprise Micro Credit Program in Nepal. Mengutip dari Ramesh Adhikari & Suresh Dhoj Shrestha.†Poverty Reduction through Rural Urban Linkages: The Case of Rural Urban Partnership Programme (RUPP) in Nepal.â€India.

Mynt, 1954.An interpretation of economic backwardness. Oxford Economist Paper. Mengutip dari Hunt, D. “Economic Theories of Development: An analysis of competing paradigms.†London: Harvester Wheatsheaf, 1989.

Ronchi, L. 2002. Monitoring Impact of Fair Trade Initiatives: A Case Study of Kuapa Kokoo and the Day Chocolate Company. London: Twin.

Sölvell, Ö et al. 2003. The Cluster Initiative Greenbook. Stockholm: Ivory Tower AB.

Sugiri, Redressing Equity Issues in Natural Resource-Rich Regions: A Theoretical Framework for Sustaining Development in East Kalimantan, Indonesia. Dalam Estelle L. Weber. 2009. “Environmental ethics,Sustainability and Education.†Oxford: Inter-Disciplinary Press.

Suryana et al. 2009. Pengembangan Model Ekonomi Kreatif Perdesaan Melalui Value Chain Strategy untuk Kelompok Usaha Kecil (Studi pada Industri Kerajinan di Jawa Barat). Bandung: Lembaga Penelitian UPI.

Syahza, Almasdi. 2009. Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Untuk Percepatan Peningkatan Ekonomi Daerah di Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau. Riau: Pusat Penggkajian Koperasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Universitas Riau Pekanbaru.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


VISIT COUNTER:

gerEGGe