KEBERSYUKURAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PADA WANITA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL

Yeny Duriana Wijaya, Mariyana Widiastuti

Sari


Abstract

The purpose of the study was to determine the effectiveness of the gratitude intervention to improve subjective welfare for victims of sexual abuse. Many of the effects of sexual abuse include low of self-

confidence,low of self-esteem, depression, anxiety, fear of rape and increased fear of other criminal

acts. This condition causes the woman becoma low of well being , which tends to feel dissatisfied with their lives, does not feel happiness and often feels negative emotions such as anxiety and anger. Therefore, it is necessary to handle efforts so that victims of sexual abuse can improve their welfare. One way that can be done is to provide a gratitude intervention. Gratitude is the construction of cognitive, emotional, and behavioral. Gratitude as cognitive construction is shown by recognizing the generosity and kindness of the blessings that have been received and focusing on the positive things in him today. As an emotional construction, gratitude is characterized by the ability to change the emotional response to an event so that it becomes more meaningful. Quantitative data analysis using nonparametric Wilcoxon Signed Ranks Test. Qualitative data analysis from observations and interviews. The result of data analysis shows that the probability is 0.021, this value indicates that the probability  is  below  0.05.  So  it  can  be  concluded  that  the  gratitude  intervention  can  improve subjective well-being of sexually abused victim

 

Keywords: Gratitude, subjective well-being, women victims of sexual abuse

 

 

Abstrak

Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas intervensi kebersyukuran untuk meningkatkan kesejahteraaan subjektif pada korban pelecehan seksual. Banyak dampak yang diakibatkan  oleh  pelecehan  seksual  diantaranya  adalah  menurunnya  harga  diri,  menurunnya

kepercayaan diri, depresi, kecemasan, ketakutan terhadap perkosaan serta meningkatnya ketakutan

terhadap  tindakan-tindakan  kriminal  lainnya.  Kondisi  ini  menyebabkan  kesejahteraan  seseorang rendah, yaitu cenderung merasa tidak puas dengan kehidupannya, tidak merasakan kebahagiaan dan sering merasakan emosi negatif seperti kecemasan dan kemarahan. Oleh karena itu diperlukan upaya penanganan supaya korban pelecehan seksual dapat meningkatkan kesejahteraannya. Salah satu cara yang   dapat   dilakukan   adalah   dengan   memberikan   intervensi   kebersyukuran.   Kebersyukuran merupakan konstruksi kognitif, emosi, dan perilaku. Kebersyukuran sebagai konstruksi kognitif ditunjukkan dengan mengakui kemurahan dan kebaikan hati atas berkah yang telah diterima dan fokus terhadap hal positif di dalam dirinya saat ini. Sebagai konstruksi emosi, kebersyukuran ditandai dengan kemampuan mengubah respons emosi terhadap suatu peristiwa sehingga menjadi lebih bermakna.  Analisis  data  kuantitatif  menggunakan  nonparametrik  Wilcoxon  Signed  Ranks  Test  . Analisis data kualitatif dari hasil observasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa probabilitas sebesar 0,021, nilai ini menunjukkan bahwa probabilitas di bawah 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa intervensi kebersyukuran dapat meningkatkan kesejahteraan subjektif pada korban pelecehan seksual

 

Kata kunci :kebersyukuran, kesejahteraan subjektif, wanita korban pelecehan seksual


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arif, I. A. (2016). Psikologi positif, pendekatan saintifik menuju kebahagiaan. Jakarta: Gramedia.

BKKBN. (2012). Buku suplemen bimbingan teknik kesehetan reproduksi: pelecehan seksual. Jakarta.

Datu, J. A. D. (2014). Forgiveness, Gratitude and Subjective Well-Being Among Filipino Adolescents. International Journal for the Advancement of Counselling, 36(3), 262–

https://doi.org/10.1007/s10447-013-

-9

Gruszecka, E. (2015). Appreciating gratitude: Is gratitude an amplifier of well-being? Polish Psychological Bulletin, 46(2), 186–196. https://doi.org/10.1515/ppb-2015-0025

Kjell, O. N. E., Daukantaitė, D., Hefferon, K., & Sikström, S. (2016). The Harmony in Life Scale Complements the Satisfaction with Life Scale: Expanding the Conceptualization of the Cognitive Component of Subjective Well-Being. Social Indicators Research,

(2), 893–919. https://doi.org/10.1007/s11205-015-0903-z

Listiyandini, R. A., Nathania, A., Syahniar, D., Sonia, L., & Nadya, R. (2017). Mengukur Rasa Syukur: Pengembangan Model Awal Skala Bersyukur Versi Indonesia. Jurnal Psikologi Ulayat, 2(2), 473. https://doi.org/10.24854/jpu22015-41

Logan, T., & Weston, R. (2009). Sexual Harassment and Posttraumatic Stress Disorder: Damages Beyond Prior Abuse. Law Human & Behaviour, 33, 405–418. doi:

1007/s10979-008-9162-8

Snyder, C. R ., & Lopez, S. J. (2007). Positive Psychology, the scientific and practical explorations of human strengths. California: Sage Publications, Inc.

Macomber, J. L. (2010). Publication manual of the American Psychological Association. In sixth edition. Washington, DC: American Psychological Association.

Ni’mah, E. M. L. (2014). Menabung Kebahagiaan” sebagai intervensi kebersyukuran terhadap penyesuaikan pernikahan. Universitas Gadjah Mada.

Ruqoyah, S. (2016). 9 tahun, Kekerasan seksual di Jakarta terus meningkat. Retrieved from http://metro.news.viva.co.id/news/read/7772

-9-tahun-kekerasan-seksual-di-jakarta- terus-meningkat

Samman, E. (2007). Psychological and Subjective Wellbeing: A Proposal for Internationally Comparable Indicators.

Sapmaz, F., Yıldırım, M., Topcuoğlu, P., Nalbant, D., & Sızır, U. (2016). Gratitude, Forgiveness and Humility as Predictors of Subjective Well-being among University Students. International Online Journal of Educational Sciences, 8(1), 38–47. https://doi.org/10.15345/iojes.2016.01.004

Shadish, R. W., Cook, T. D., & Campbell, D. T. (2002). Experimental and quasi- experimental design for generalized inference. Boston: Houghton Mifflin Company.

Stockdale, M. S., Logan, T. K., & Weston, R. (2009). Sexual harassment and posttraumatic stress disorder: Damages beyond prior

abuse. Law and Human Behavior, 33(5),

–418. https://doi.org/10.1007/s10979-

-9162-8

Sumera, M. (2013). Perbuatan kekerasan/pelecehan seksual terhadap pempuan. Lex. Et Societis,

(2).

Toussaint, L., & Friedman, P. (2009). Forgiveness, gratitude, and well-being: The mediating role of affect and beliefs. Journal of Happiness Studies, 10(6), 635–654. https://doi.org/10.1007/s10902-008-9111-8

Triwijati, E. (2014). Pelecehan Seksual: Tinjauan Psikologis. Savy Amira Women’s Crisis Center: Surabaya

Waldron, S., Tinkler, L., & Hicks, S. (2010).

Measuring Subjective July 2011. London: Office for National Statistics, (July), 1–27. Retrieved from

file:///C:/Users/Customer/Google Drive/research project/measuringsubjectivewellbeingintheu

_tcm77-230298.pdf


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.