HUBUNGAN GEJALA PREMENOPAUSE DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA WANITA USIA 40-50 TAHUN
Abstract
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan gejala premenopause dengan aktivitas fisik pada wanita usia 40-50 tahun. Metode: Jenis penelitian berupa deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 50 orang yang rutin melakukan senam satu kali seminggu di Club Senam Jeruk Jakarta Barat. Gejala premenopause diukur menggunakan Menopause Rating Scale (MRS) dan aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF) Hasil: Perbandingan proporsi menunjukkan perempuan yang tidak memiliki gejala premenopause banyak melakukan aktivitas fisik sedang–tinggi (84,6%) dan sedikit yang melakukan aktivitas fisik ringan (15,4%). Sebaliknya perempuan yang memiliki gejala premenopause lebih banyak melakukan aktivitas fisik ringan (86,5%) dibandingkan aktivitas fisik sedang-tinggi (13,5%). Selanjutnya uji hipotesis menggunakan uji Fisher diperoleh nilai p=0,001 dengan OR=6,26(2,68-14,61) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan yang mana perempuan yang tidak memiliki gejala premenopause akan memiliki aktivitas fisik sedang-tinggi sebanyak 6 kali lebih tinggi dibandingkan yang memiliki gejala premenopause. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara gejala premenopause dengan aktivitas fisik pada wanita usia 40-50 tahun.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Armini, N. K. A., Ni’mah, L., & Silviani, B.S. (2019). Complaints in menopausal women and Its correlation with lifestyle and Stress. Jurnal Ners, 13(2), 184–189. https://doi.org/10.20473/jn.v13i2.7753
Dewi, I. G., & Wuryaningsih, C. E. (2019). Aktivitas fisik masyarakat urban di Jakarta Selatan. Hasanuddin Journal of Midwifery, 1(1), 23. https://doi.org/10.35317/hajom.v1i1.1790
Galas, M., Dabrowska, J., Ptaszkowski, K. and, & Plinta, R. (2019). High Physical Activity Level May Reduce Menopausal Symptoms. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.3390/medicina55080466
Khadilkar, S. S. (2019). Musculoskeletal Disorders and Menopause. Journal of Obstetrics and Gynecology of India, 69(2), 99–103. https://doi.org/10.1007/s13224-019-01213-7
Marettih, A. K. E. (2020). Kualitas hidup perempuan manopause. Marwah, 19(Jurnal perempuan, agama, dan jender). http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/marwah/article/viewFile/506/486
Nguyen, T. T. P., Phan, H. T., Vu, T. M. T., Tran, P. Q., Do, H. T., Vu, L. G., Doan, L. P., Do, H. P., Latkin, C. A., Ho, C. S. H., & Ho, R. C. M. (2022). Physical activity and social support are associated with quality of life in middle-aged women. PLoS ONE, 17(5 May), 1–11. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0268135
Proverawati, A., & sulistyawati, E. (2010). Menopause dan sindrome premenopause (W. Kristiyanasari (ed.)). Nuha Medika.
Sahir, I., Andryani, Z. Y., & Firdayanti. (2021). Manajemen asuhan kebidanan pada Ny “S” dengan perimenopause di Puskesmas Bangkala Kec. Bangkala Kabupaten Jeneponto Tanggal 08 S/D 29 Desember 2020. Jurnal Midwifery, 3(2), 76–87. https://doi.org/10.24252/jmw.v3i2.24343
Yazia, V. Hamdayani, D. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan ibu premenopause dalam menghadapi masa menopause. Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa, 2(2), 53–68.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510
Telp : 021 5674223 ext 266
email : [email protected]