Sensitivitas Kinerja Bursa Efek Indonesia Terhadap Perubahan Indeks Harga Saham Di Bursa Global

Eka Bertuah

Abstract


Abstract

Indonesian capital market that is part of the capital markets of the world, cannot avoid international influences that drive toward co-integration and inter-dependency the inter market. The study was intended to determine the extent of the influence of a strong country in the economy against a weaker State. The indicators that will be used as a mirror of the country's macro economy condition is the stock price index. Regarded as a strong economy and subjected to shocks is currently the United States, while countries that have advanced in Asia and its stock exchange is considered liquid is Japan, Hongkong and Singapore. Using test obtained the result that causality Dow Jones index and Jakarta Stock Exchange Composite Index (JCI) is not mutually influential. Meanwhile, the Hang Seng Index to a change and the change of Jakarta Stock Exchange Composite Index (JCI) is influenced by the in the previous period.

Keywords :        stock price index, jakarta stock exchange composite index (JCI), efficient market hypothesis

Abstrak

Pasar Modal Indonesia yang merupakan bagian dari pasar modal dunia, tidak dapat menghindari pengaruh-pengaruh internasional yang mendorong ke arah kointegrasi dan interdepedensi antar pasar. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh negara yang kuat secara perekonomian terhadap negara yang lebih lemah. Indikator yang akan digunakan sebagai cermin kondisi perekonomian makro negara adalah Indeks Harga Saham. Negara yang dianggap kuat secara perekonomian dan mengalami guncangan saat ini adalah Amerika, sementara negara yang telah maju di Asia dan bursa sahamnya dianggap likuid adalah Jepang, Hongkong dan Singapura. Dengan menggunakan uji kausalitas diperoleh hasil bahwa indeks Dow Jones dan IHSG tidak saling berpengaruh. Sementara itu Indeks Hang Seng berpengaruh terhadap perubahan IHSG dan perubahan IHSG dipengaruhi oleh indeks IHSG di periode sebelumnya. Hal ini memperkuat hasil penelitian empiris yang menunjukkan bahwa Bursa Efek Indonesia memiliki efisiensi pasar setengah kuat (semi strong efficiency market).

Kata kunci : indeks harga saham, IHSG, efficient market hypothesis


References


Daftar Pustaka

Bodie, Kane & Markus, Investment, New York: McGraw Hill, 2005

Brealy & Mayers, Principle of Corporate Finance, McGraw-Hill, New York, 2003

Fama, Efficient Capital Market II: A Review of theory and Empirical Work, Journal of Finance, volume 25, New York, 1970

French, Kenneth R., Stock Return and The Weekend Effect, Journal of Financial Economic 8, 1980

Gujarati, Damodar, Basic Econometric, Second Edition, New York: McGraw Hill, 1982.

Husnan, Suad, Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisa Sekuritas, Cetakan Kedua, Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Krugman, The International Economics: Theory and Policy, Pearson, New York, 2003

Lin, T Winston, Dynamic and Stochastic Instability and The Unbiased Forward Rate Hypothesis, Multinational Finane Journal, Vol. 3, Nomor 3, New York.

Ludovicus Sensi Wondabio, Analisa Hubungan IHSG, London (FTSE), Tokyo (Nikkei) dan Singapura (SSI), Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 2006.

Machfoedz dan Suciwati, Pengaruh Resiko Nilai Tukar Rupiah Terhadap Return Saham: Studi Empiris Pada Perusahaan Manufactur yang Terdapat di BEJ, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia (17), Oktober 2002.

Pindyck, Robert S. dan D.L. Rubinfeldt, 1991, Econometric Models dan Economic Forecast, Third Edition, New York: McGraw Hill Inc.

Rozeff M.S. dan W.R. Kinney, Jr. Capital Market Seasonality: the Case of Stock Returns, Journal of Financial Eonomic 3, 1976.

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi, Metode Penelitian Survey, Jakarta: LP3ES, 1995.

UU RI No. 8 Tahun 1995

http://www.bi.go.id

http:// www.google.co.id

http:// www.ssrn.com

http://bloomberg.com.

http://202.146.4.141/index.php/Investasi/news/2011/IHSG_Melorot_ke_Level_1_451__BEI_Suspend_Perdagangan


Refbacks

  • There are currently no refbacks.