PANDANGAN MASYARAKAT MINANGKABAU DI NAGARI ULAKAN TERHADAP PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA

Ernawati Ernawati, Ritta Setiyati

Abstract


Abstract

Divorce according to the applicable legislation must be done before the court hearing. But in fact the Minangkabau Nagari society Ulakan being divorced was not done in front of the Court of session on religion, the impact of divorce is not only the effect on the children and the wife but the lack of clarity of the status of the couple after that. This author wants to find out the factor down the causes and perceptions of Minangkabau Society against divorce in the courts. The method of this research is a Library Research and Field. The population in this research is the Minangkabau Society in Nagari Ulakan, district Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, West Sumatra Province. From the results of this study found the majority of Minangkabau society in Nagari Ulakan there have been many who know and get to know the function of the Court is that of the place of Religion after they divorced. And from the results of this research many divorce the respondent was not done on the Court.

 

Keywords: Divorce, religious courts, the public perception of the Minangkabau (Nagari Ulakan)

 

Abstrak

 

Perceraian menurut Undang-Undang yang berlaku haruslah dilakukan di hadapan sidang Pengadilan Agama. Tetapi pada kenyataannya di masyarakat Minangkabau Nagari Ulakan yang bercerai tidak dilakukan di depan sidang Pengadilan Agama, dampak dari perceraian tersebut bukan hanya berpengaruh terhadap anak dan isteri tetapi ketidak jelasan status dari pasangan suami-isteri tersebut. Hal ini penulis ingin menyelusuri untuk mengetahui faktor penyebab dan presepsi Masyarakat Minangkabau terhadap perceraian di Pengadilan Agama.Metode penelitian ini adalah Library Research dan Field Research.Populasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat Minangkabau di Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.Dari hasil peneilitian ini didapati mayoritas masyarakat Minangkabau di Nagari Ulakan sudah banyak yang mengetahui dan mengenal fungsi dari Pengadilan Agama yaitu sebagai tempat suami-isteri yang hendak bercerai. Dari hasil penelitian ini banyak juga perceraian responden tidak dilakukan di Pengadilan Agama.

 

Kata kunci: Perceraian, pengadilan agama, persepsi masyarakat Minangkabau (Nagari Ulakan)

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

‘Uwaidh, S. K. M. (2002). Fiqih wanita. Jakarta: Pustaka Firdaus.

‘Uweid, M. R. (1998). Pedoman hidup isteri sholehah. Bandung: Ash Shiddiq Press.

Abbas, A. S (2006). Problematika pernikahan dan solusinya. Jakarta: Prima Heza Lestari.

Ali, M. D. (1990). Azas-azas hukum Islam, (cet Ke-1). Jakarta: Rajawali Pers.

Al-Qur’an al-Karim

Amin, S. M. (2004). Hukum keluarga Islam di dunia Islam, (Cet. Ke-1). Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada.

Daly, P. (1988). Hukum perkawinan Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

Departemen Agama Republik Indonesia. (1987). Al-Qur’an dan terjemahannya. Semarang: Toha Putera.

Direktorat Pembinaan Peradilan Agama. (2002). Kompilasi hukum Islam. Jakarta:Depag RI.

Djunaidi, S. (1992). Pedoman mencari dan memilih jodoh, (Cet ke-1). Bandung: Sinar Baru Bandung.

Ensiklopedia Indonesia.(1991). Jakarta: PT. Ichtiar Baru-Van Houven, 1991.

Faiz, A. (2001). Citra keluarga Islam. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Firdawezi. (1989). Hukum Islam tentang fasakh perkawinan. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.

Hadi, S. (2004). Metedologi research jilid 2. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Haikal, A. (1993). Rahasia perkawinan Rasulullah SAW. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.

Halim, A. (2005). Politik hukum Islam di Indonesia, (Cet. Ke-1). Ciputat: Ciputat Press.

Harahap, M. Y. (1997). Kedudukan kewenangan dan acara pengadilan agama, (Cet. Ke-3). Jakarta: Pustaka Kartini.

Hasby Ash-Shiddieqy, T. M. (1981). Pengantar hukum Islam jilid II, (cet Ke-6). Jakarta: Bulan Bintang

Hasby Ash-Shiddieqy, T. M. (2001). Hasby. Falsafah hukum Islam. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra.

Indra, H. dkk. (2004). Potret wanita shalehah, (Cet. Ke-2). Jakarta: Penamadani.

Kuzari, A. (1995). Nikah sebagai perikatan, (Cet. Ke-1). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Latif, D. (1982). Aneka hukum perceraian di Indonesia.Cet. Ke-1.Jakarta: Ghalia Indonesia.

Manan, A. & Fauzan. (2002). Pokok-pokok hukum perdata, wewenang peradilan agama I, (Cet. Ke-5). Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Manan, A. (2006). Reformasi hukum Islam di Indonesia. Jakarta: PT.Rajawali Grafindo.

Mansur, A. H. (2006). Agar selamat sampai surga Allah, (Cet. Ke-1). Jakarta: Maghfirah Pustaka, 2006.

Musthofa, S. (1990). Pengantar dan azas-azas hukum Islam di Indonesia, (Cet. Ke-2). Solo: CV. Ramadhani.

Nata, A. (2002). Metodologi studi Islam, (Cet. Ke-8). Jakarta: Rajawali Press.

Nuruddin, A. & Akhmal, T. A. (2004). Hukum perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Prenada Media.

Pusat Studi Wanita (PSW). (2004). Relasi suami isteri dalam Islam. Jakarta: UIN Syarif Hidaytullah.

Rahman, G. A. (2003). Fiqh Munakahat, (Cet. Ke-1). Jakarta: Prenada Media.

Yin, R. K. (2004). Studi kasus desain dan metode. Jakarta: Rajawali Pers.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Visitor Statistic