DIMENSI PERUNDANGAN PERGURUAN TINGGI DALAM BINGKAI PLURALISME

Moh Shohib

Sari


Abstract

Universities as higher education providers are still regarded as a source of science, ethics, and policy values. Therefore, in relation to the development of pluralism in universities, the attention to the vision of universities is very important. Regarding the autonomy of university management regulated in Law No. 12 of 2012 on academic affairs covers the application of operational norms and policies and the implementation of Tridharma (see Article 64 paragraph (2)), while autonomy in non academic fields includes the application of operational norms and policies as well implementation of organization, finance, student affairs, personnel, and infrastructure (Article 64 paragraph (3)). So the strategy of developing pluralism in universities is strategic planning, which is a disciplined effort to make important decisions and actions that shape and guide how to be an institution to do and why to develop pluralism.

 

Keywords: autonomy of higher education, pluralism, law no. 12 of 2012

 

Abstrak

Perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan tinggi masih dianggap sebagai sumber ilmu pengetahuan, etika, dan nilai-nilai kebijakan.Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan pengembangan pluralisme di perguruan tinggi, maka perhatian terhadap visi perguruan tinggi sangat penting.Mengenai otonomi pengelolaan perguruan tinggi di atur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 pada bidang akademik meliputi penerapan norma dan kebijakan operasional serta pelaksanaan Tridharma (lihat Pasal 64 ayat (2)), sedangkan otonomi di bidang non akademik meliputi penerapan norma dan kebijakan operasional serta pelaksanaan organisasi, keuangan, kemahasiswaan, ketenagaan, dan sarana prasarana (lihat Pasal 64 ayat (3)). Maka strategi pengembangan pluralisme di perguruan tinggi merupakan perencanaan strategis, yaitu upaya yang disiplinkan untuk membuat keputusan dan tindakan penting yang membentuk dan memandu bagaimana menjadi institusi yang harus megerjakan dan mengapa mengerjakan pengembangan pluralisme.

 

Kata kunci:otonomi perguruan tinggi, pluralisme,uu no. 12 tahun 2012


Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Daftar Pustaka

A. Supratiknya, Undang-Undang Nomor 12/2012 Tentang Pendidikan Tinggi: beberapa Catatan Kritis, hlm.2, pada makalah yang disampaikan dalam seminar Nasional “Menyongsong Undang-Undang Pendidikan Tinggi: Peluang, Harapan, dan Tatangan Untuk Indonesia”, tanggal 10 November 2012.

Bennet Silalahi, (2004). Corporate Culture & Performance Appraisa, Jakarta: Yayasan Pendidikan Alhamra.

Fathi Usman. (2002).Wahdat Al-Adyan: Dialog Pluralisme Agama. Yogyakarta: LKIS.

Fazlur Rahman. (1983).Tema Pokok Al-Qur’an, diterjemahkan oleh Anas Mahyuddin dari judul Mayor Themes Of The Qur’an, Bandung: Mizan.

Gamal Al-Banna. (2006).At Ta’addudiyah Fi Mujtama’ Islamiy, Ahmad Z.H (ed), Pluralitas Dalam Masyarakat Islam, Jakarta: MataAir Publishing.

Jimly Asshiddiqie. (2013).Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara, Cet. 5,Jakarta: RajaGrafindo Persada.

John M. Bryson. (2003).Perencanaan Strategis Bagi Organisasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Johnny Ibrahim. (2006). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Nomatif, Cet. 2, Malang: Bayumedia Publishing.

Komarudin Hidayat (ed). (19998).Passing Over Melintasi Batas Agama, Jakarta: Gramedia dan Pramadina.

Muhammad Imarah. (1999).Islam dan Pluralitas: Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan, Jakarta: Gema Insani.

Muhammad Legnhausen.Islam and Religious Pluralism, (London: Islamic Studies Department, Alhoda Publishers and Printers, 1999), terj. Arif Mulyadi dan Ana Farida, Pluralitas dan Pluralisme Agama: Keniscayaan Pluralitas Agama sebagai Fakta Sejarah dan Kerancuan Konsep Pluralisme Agama dalam Liberalisme, (Jakarta: Shadra Press, 2010).

Peter Mahmud Marzuki. (2014).Penelitian Hukum Edisi Revisi, Cet. 9, Jakarta: Kencana.

R, Berdahl. (1990). "Academic Freedom, Autonomy and Accountability in British Universities", Studies in Higher Education, Vol. 15 (2), 1990.

Redja Mudyahardjo. (2006). Pengantar Pendidikan, Sebuah Studi Awal Tentang Dasar-dasar Pcndidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia, Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Santoso S. Hamidjojo et al., (1998). Platform Reformasi Pendidikan Nasional, Jakarta: Tim Kerja Peduli Reformasi Nasional.

Soebagio Atmodiwirio. (2000).Manajemen Pendidikan Indnesia, Jakarta: Ardadizya jaya.

Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. (2003).Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

UUD 1945


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


VISITOR NUMBER: