HAMBATAN-HAMBATAN PROSES PENYELESAIAN SENGKETA PERLINDUNGAN KONSUMEN BELUM DAPAT BERJALAN SECARA EFEKTIF (STUDI KASUS BPSK KABUPATEN TANGERANG)

Pardamean Harahap

Sari


Abstract

Every person ever is a consumer to satisfy the need for needs of the need to be either a primer and secondary needs in order to obtain goods and services, although not everyone is s businessman, therefore as a consumernot to escape the various problems that may occur as a result of the fraud of a businessman, fraud and so on, then it needs to be settled, through the courts and outside of court such as the client’s settling body (BPSK) As a new agency that gives consumers a chance and businessman to choose on of the three resettlement mechanisms, namely: Konsiliasi,Mediasi dan Arbitrase. This study uses some method, namely : the first study library is made up of (a). the kind of normative law study or a study of secondary data documents sekunder; (b). the nature of the research in this research use descriptive research analysis; and (c). the type of data consists of primary legal data, legal data secondary, and tertiary legal materials, the second interview with two members of the Consumer Dispute Settlement Board (BPSK) in the District Tangerang.

 

Keywords: dispute, consumer protection, bpsk tangerang district

 

Abstrak

Setiap orang pernah menjadi konsumen untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder dalam rangka memperoleh barang dan jasa, walaupun tidak semua orang menjadi pelaku usaha, oleh karena itu sebagai konsumen tidak luput dari berbagai permasalahan yang mungkin terjadi seperti adanya kecurangan pelaku usaha, penipuan dan sebagainya, maka perlu penyelesaian sengketa konsumen yang baik dan benar, melalui pengadilan maupun diluar pengadilan seperti Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) sebagai lembaga baru yang memberikan kesempatan kepada konsumen dan pelaku usaha untuk memilih salah satu dari tiga mekanisme penyelesaian sengketa konsumen, yaitu : Konsiliasi, Mediasi dan Arbitrase. Penelitian ini menggunakan beberapa metode yakni : pertama studi pustaka terdiri dari (a). jenis penelitian hukum normative atau studi dokumen data sekunder; (b). sifat penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analisis; dan (c). jenis data terdiri dari data hukum primer, data hukum sekunder, dan bahan-bahan hukum tersier. Kedua melakukan wawancara kepada dua orang anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) di kabupaten Tangerang dan kepada salah satu pengurus di sekretarian BPSK kabupaten Tangerang.

 

Kata kunci: sengketa, perlindungan konsumen, bpsk kabupaten tangerang 


Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Daftar Pustaka

Ahmadi Miru & Sutarman Yodo. (2004).Hukum Perlindungan Konsumen. Jakarta: Penerbit PT.Raja Grafindo Persada.

Celina Tri Siwi Kristianti. (2011).Hukum Perlindungan Konsumen. Jakarta : Sinar Grafika.

Dedi Harianto. (2010).Perlindungan Hukum bagi Konsumen terhadap iklan yang menyesatkan.Medan : Ghalia Indonesia.

M.Sadar dkk. (2012).Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia. Jakarta : Akademia.

Susanti Adi Nugroho. (2011).Proses Penyelesaian Sengketa Konsumen ditinjau dari HukumAcara serta kendala inplementasinya. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Yusuf Shofie dan Somi Awam. (2004).Sosok Peradilan Konsumen, mengungkap berbagai persoalan mendasar BPSK. Penerbit: Piramedia Jakarta.

Wawancara dengan Anggota BPSK Kabupaten Tangerang.

Wawancara dengan Arif Sekretariat BPSK Kabupaten Tangerang.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


VISITOR NUMBER: