ACCULTURATION OF LOCAL CULTURE AND ISLAMIC CULTURE: TRADITIONAL MARRIAGE LAW OF NAGARI ULAKAN PADANG PARIAMAN

Mohammad Shohib, Bustomi Bustomi, Ernawati Ernawati, Erwan Baharudin

Abstract


Abstrak Kedatangan Islam di suatu tempat mengakibatkan adanya tajdid (pembaharuan) pada masyarakat menuju ke arah yang lebih baik selain itu juga dapat ikut melestarikan apa saja yang baik dan benar dari masa lampau itu dan bisa dipertahankan dalam ajaran universal Islam yang disebut ‘Urf. Termasuk pada perkawinan dengan berbagai prosesi di dalamnya mengandung ‘urf yang kemudian masyarakat setempat menjadikannya sebagai budaya lokal. Hal inilah yang menimbulkan timbal balik antara Islam dan budaya lokal karena adanya pengaruh yang saling mempengaruhi (akulturasi). Di Nagari Ulakan Padang Pariaman, ditemukannya Akulturasi budaya lokal dalam perkawinan terhadap ajaran Islam karena perpaduan antara budaya lokal dengan budaya yang berkembang sekarang yang di dalamnya mengandung nilai-nila agama. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui berbagai aspek budaya lokal Padang Pariaman di Nagari Ulakan khususnya mengenai perkawinan yang berasimilasi dengan pranata keagamaan. Dengan demikian, masalah pokok yang dijadikan objek penelitian di sini adalah bagaimana eksistensi hukum keluargaan Islam dalam kaitannya dengan budaya lokal mengenai adat perkawinan masyarakat di Nagari Ulakan Padang Pariaman. Kata Kunci: Akulturasi Islam dan Budaya, Adat Perkawinan, Padang Pariaman Abstract The arrival of Islam in a place resulted in a tajdid (renewal) in the community towards a better direction besides it can also participate in preserving what is good and right from the past and can be maintained in the universal teachings of Islam called ‘Urf. Included in marriages with various processions there are ‘urf which then the local community makes it a local culture. This is what gives rise to reciprocity between Islam and local culture because of the influence of mutual influence (acculturation). In Nagari Ulakan Padang Pariaman, the discovery of local cultural acculturation in marriage to the teachings of Islam because of the fusion of local culture with a culture that is developing now in which contains religious values. This research is intended to find out various aspects of Padang Pariaman's local culture in Nagari Ulakan, especially regarding marriages that are assimilated by religious institutions. Thus, the main problem which is the object of research here is how the existence of Islamic family law in relation to local culture regarding the customs of community marriage in Nagari Ulakan Padang Pariaman. Keywords: Acculturation of Islam and Culture, Traditional Marriage, Padang Pariaman

Full Text:

PDF

References


References

Alisyahbana, S. T. (1977) ‘perkembangan

sejarah kebudayaan di Indonesia dilihat

dari jurusan Nilai’, Jakarta: Tanpa

Penerbit.

Azra, A. and Al-Jauhari, A. (1996) Pergolakan

politik Islam: Dari fundamentalisme,

modernisme hingga post-modernisme.

Paramadina.

Erni Hastuti, dan T. O. (2016) ‘Budaya

Pernikahan Masyarakat Minang Rantau

di Jakarta’, UG Jurnal, 10(8).

Fatmawati, K. M. (2015) ‘NAHDLATUL

ULAMA DAN NILAI AJARAN

AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

(ASWAJA) SEBAGAI PEMBENTUK

PILIHAN PENDIDIKAN

MASYARAKAT (Studi Fenomenologi

pada Masyarakat Dusun Arjosari, Desa

Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan)’, Jurnal

Mahasiswa Sosiologi, 2(2).

Junaid, H. (2013) ‘Kajian Kritis Akulturasi

Islam dengan Budaya Lokal’, Jurnal

Diskursus Islam, 1(1), pp. 56–73.

Muhtadi, A. S. (2005) Pribumisasi Islam: Ikhtiar

menggagas fiqh kontekstual. Pustaka

Setia.

Qorib, M. (2010) ‘Solusi Islam: Mencari

Alternatif Jawaban Terhadap Problem

Kontemporer’, PT Diah Rakyat, Jakarta,

Indonesia.

Wahid, A. (2001) Pergulatan Negara, Agama, dan

Kebudayaan. Desantara


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510
Telp : 021 5674223 ext 266

email : [email protected]

    




Visitor Statistic