Korelasi Tuhan dan Demokrasi di Indonesia Setelah Pemerintahan Orde Baru

Tomy M Saragih

Abstract


Abstract

Concerning performing change democratizes before and after orde baru governance, therefore arises changing The Infinite and democracy correlation at Indonesian. At in this case The Infinite don't act as the infinite but It more tend most manifest as footing in acting. Domicile The Infinite in democratizes to lie under people power. God who are in democratize wherewith as a substance for all WNI, it can be parallelized by God in agnostic's scope and atheism. As suggest as that mandatory government works to equal college party to give studies visceral for society to extend about The Infinite and democracy. It also take in positive order in order not to happens adverse action that democratizes for god's sake. One of example it maltreatment an ethnical, dislike step-up to minority religion, reject to liyan's clan or voice take process that undemocratic.

Keywords: god, democracy, pancasila 


Abstrak

Terkait perubahan pelaksanaan demokrasi sebelum dan setelah pemerintahan orde baru, maka memunculkan perubahan korelasi Tuhan dan demokrasi di Indonesia. Di dalam hal ini Tuhan tidak bertindak sebagai tuhan namun Ia lebih cenderung terejawantah sebagai pijakan dalam bertindak. Kedudukan Tuhan di dalam demokrasi berada di bawah kekuasaan rakyat. Tuhan yang berada di dalam demokrasi bermakna sebagai suatu zat bagi seluruh WNI, hal ini dapat disejajarkan dengan tuhan dalam lingkup agnostik dan atheis. Sebagai saran agar pemerintah wajib bekerja sama dengan pihak perguruan tinggi untuk memberi telaah mendalam bagi masyarakat luas tentang Tuhan dan demokrasi. Hal ini juga membawa pesan positif agar tidak terjadi tindakan merugikan yang mengatasnamakan demokrasi demi Tuhan. Salah satu contohnya penganiayaan suatu etnis, peningkatan kebencian kepada agama minoritas, penolakan kepada kaum liyan atau proses pengambilan suara yang tidak demokratis.

Kata kunci: tuhan, demokrasi, pancasila


References


Agung Yuriandi, “Perbandingan Teori Hukum Roscoe Pound Dan Carl Von Savigny Dipandang Dari Perspektif Politik Hukum”, Tesis Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Medan, 2008.

Didik Suhariyanto, “Pergantian Presiden Di Indonesia, Disertasi FH Unibraw, Malang, 2012.

E Fernando M Manullang, “Menggapai Hukum Berkeadilan”, Buku Kompas, Jakarta, 2007.

Hendarmin Ranadireksa, “Visi Politik Amandemen UUD 1945 Menuju Konstitusi Yang Berkedaulatan Rakyat”, Pancur Siwah, Jakarta, 2002.

Ibrahim Gultom, “Agama Malim Di Tanah Batak”, Bumi Aksara, Jakarta, 2010.

Isrok, “Ilmu Negara (Dilihat Dalam Dunia Abstrak”, Bina Hukum dan Manajemen Bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, 2009.

James E Anderson, “Public Policy Making”, Praeger Publisher, New York, 1979.

Ki Sugeng Subagya, “Ajaran Hasta Brata dalam Serat Aji Pamasa Beserta Maknanya”, http://susub.blogspot.com/2009/01/ajaran-hasta-brata-dalam-serat-aji.html, 1 Maret 2013.

M Fadjar, “Pemilu Yang Demokratis Dan Berkualitas: Penyelesaian Hukum Pelanggaran Pemilu Dan PHPU”, Jurnal Konstitusi, Volume 6, Jakarta, 2009.

Mattulada, “Demokrasi Dalam Tradisi Masyarakat Indonesia”, LP3ES, Jakarta, 1986.

Paul Enns, “Buku Pegangan Teologi Jilid 2”, LITERATUR SAAT, Malang, 2006.

Pengerang, “Prinsip Permusyawaratan Rakyat Berdasarkan Pasal 18 UUD 1945 Dan Implementasinya Dalam Sistem Pemerintahan Di Daerah”, Disertasi FH Unpad, Bandung, 1999.

Sam Harri, “The End of Faith: Religion: Terror and the Future of Reason”, Norton, New York, 2004.

Soekarno, “Bung Karno Wacana Konstitusi Dan Demokrasi, Kenangan 100 Tahun Bung Karno”, Grasindo, Jakarta, 2001.

Surya Fermana, “Kebijakan Publik Sebuah Tinjauan Filosofi”, AR-RUZZ MEDIA, Jogjakarta, 2009.

Tomy M Saragih, “Pemahaman Teori Dalam Ilmu Hukum”, 959 Publishing House, Depok, 2010.

_______________, “Teori Love Thy Neighbour Terkait Pelaksanaan UU No. 13-2011”, Jurnal Ilmu Hukum Refleksi Hukum Universitas Kristen Satya Wacana Edisi Oktober 2011.

_______________, “Eksistensi Agama Terhadap Kerukunan Umat Beragama (Kajian Pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945)”, Majalah Ilmu Hukum Kertha Wicaksana Fakultas Hukum Universitas Warmadewa Volume 18 Nomor 2 Juli 2012.

Yudi Latief, “Negara Paripurna (Historitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila”, PT. gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2011.

Zainal Abidin Ahmad, “Konsepsi Politik Dan Idiologi Islam”, Bulan Bintang, Jakarta, 1977.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Visitor Statistic