PENGARUH WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP MUTU BUBUK INSTAN BIJI SALAK DENGAN METODE SPRAY DRYING

Dwi Desi Anggreini, Idrus Jus'at, Hendra Wijaya

Abstract


Abstract

Background: The production of snake fruit podoh from year to year has increased. Many processed from the fruit of snake fruit of course seeds produced only being waste.So that the seeds of snake fruit that is waste but has any nutrition are numerous and having the benefit for the body to be processed into a drink which is useful. Objective: The effect of extraction time on the quality of instant powdered snake fruit seeds and acceptance of the public against the organoleptic quality. Method: This is a research experiment , the snake fruit seeds powder in the extraction by the time the extraction of 5 minutes , 10 minutes , and 15 minutes. Product testing conducted by the organoleptic test by 30 panelists somewhat trained students test Esa Unggul University using Visual Analog Scale (VAS). Statistical tests using One Way ANOVA. Result: The time of the extraction of having significant with organoleptik to the criteria of taste and preference level with p <α (0.00 <0.05), but the extraction time has no significant to the color, consistency, and flavor. Test levels of quality and the most excellent A level is sampled to 1 with extraction time of 5 minutes, the water content of 3.76%, 7.82% ash content, ash kealkalian 1.16% and the level of preference with a mean of 4.20. Conclusion: Extraction time influence the organoleptic quality standards and instant powdered snake fruit seeds. Expected further research on snake fruit seed instant drinks that focuses on the mineral content present in the snake fruit seed.

Keywords: snake fruit Seed, extraction time, spray drying

Abstrak

Latar Belakang : Produksi salak podoh dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Banyak olahan dari buah salak tentunya biji yang dihasilkan hanya menjadi limbah. Sehingga biji salak yang merupakan limbah tetapi memiliki kandungan gizi yang banyak dan memiliki manfaat bagi tubuh akan diolah menjadi minuman yang bermanfaat. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh waktu ekstrasi terhadap mutu bubuk instan biji salak dan daya terima masyarakat terhadap mutu organoleptik. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimen, Bubuk biji salak di ekstraksi dengan waktu ekstraksi 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Pengujian produk dilakukan dengan uji organoleptik oleh 30 panelis agak terlatih mahasiwa/i Universitas Esa Unggul menggunakan uji Visual Analog Scale (VAS). Uji statistik menggunakan One Way Anova. Hasil : Waktu ekstraksi memiliki hubungan dengan organoleptik untuk kriteria rasa dan tingkat kesukaan dengan nilai p<α (0,00<0,05), tetapi waktu ekstraksi tidak memiliki hubungan terhadap warna, konsistensi, dan aroma. Uji kadar mutu dan tingkat kesukaan yang paling bagus adalah sampel ke 1 dengan waktu ekstraksi 5 menit, kadar air 3.76%, kadar abu 7.82%, kealkalian abu 1.16% dan tingkat kesukaan dengan nilai mean 4.20. Kesimpulan : Waktu ekstraksi mempengaruhi terhadap standar mutu dan organoleptik bubuk instan biji salak. Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut pada minuman instan biji salak yang berfokus pada kandungan mineral yang ada didalam biji salak.

Kata kunci     : Biji salak, waktu ekstraksi, spray drying


References


Daftar Pustaka

Agus Martua Ibrahim, Yunianta, Feronika Heppy Sriherfya. (April 2015). Pengaruh Suhu Dan Lama Ekstraksi Terhadap Sifat Kimia Dan Fisik Pada Pembuatan Minuman Sari Jahe Merah Dengan Kombinasi Penambahan Madu Sebagai Pemanis. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3(02) p.530-541.

Barbosa-Canovas. (1999). Foods Powders : Physical Properties, Processing dan Functionality. Spinger Publisher. Texas.

Devina Ingrid Anggraini, Agus Suprijono, Selvira Ligiya. (Januari 2013). Mineral Dalam Buah Naga (Hylocereus Undatus (Haw) Britt & Rose) Sebagai Penurun Asam Urat. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1).

Dicky. (2013). Kualitas Minuman Serbuk Instan Kulit Buah Manggis Dengan Variasi Maltodekstrin Dan Suhu Pemanasan. Jurnal Biologi, pp. 1-15.

.

Endang SS dan Prasetyastuti. (Agustus 2010). Pengaruh Pemberian Juice Lidah Buaya (Aloe Vera L) Terhadap Kadar Lipid Peroksida (MDA) pada Tikus Putih Jantan Hipelipidemia. Jurnal Farmasi Kedokteran, 13(2), 125-137.

Farhana. (2012). Determination Of Total Flavonoids, Total Phenolic And AscorbicAcid Content In Fresh And Cooked Longan (Dimocarpus Longan Lour), Nutmeg (Myristica Fragrans) And Snake Fruit (Salacca Edulis Reins) Seeds. Diakses dari http://eprints.uitm.edu.my/4935/1/FARHANA_BINTI_MOHAMED_WAZIR_12_24.pdf.

Hariyati. (2006). Ekstraksi dan Karakterisasi Pektin dari Limbah Proses Pengolahan Jeruk Pontianak (Citrus nobilis var microcarpa). Jurnal Teknoologi Pertanian, 3 (3), 51-55.

Lenty Artha, Rona J Nainggolan, Mimi Nurminah. (2014). Pengaruh Lama Ekstraksi Terhadap Mutu Pektin Dari kulit Durian. Jurnal Ilmu dan Teknnlogi Pangan J.Rekayasa Pangan dan Pert., 2(3).

Sukardi. (2007). Optimasi Waktu Ekstraksi Terhadap Kandungan Tanin Pada Bubuk Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidii Folium) Serta Biaya Produksinya. Jurnal Teknologi Pertanian, 8(2), 88-94.

Yuliawaty dan Susanto. (Januari, 2015). Pengaruh Lama Pengeringan dan Konsentrasi Maltdekstrin terhadap Karakteristik Fisik Kimia dan Organoleptik Minuman Instan Daun Mengkudu (Morinda Citrifolia L). Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3(1), p.41-52.

Yunizal, J.T. Murtini dan Basmal. (1999). Teknologi Ekstraksi Alginat dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae). Jurnal Ilmiah Farmasi,3(3).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.