FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK UMUR 6-59 BULAN DI NUSA TENGGARA TIMUR (ANALISA DATA SEKUNDER RISKESDAS 2007)

Sunaryo Arif, Sandjaja Sandjaja, Bahar Herwanti

Sari


Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the major causes of mortality and morbidity in children. ARI symptoms is usually found in groups. ARI be a concern for both children in developing countries and developed countries. Children will be highly vulnerable to infection due to respiratory systems of the body are still low, which is why the prevalence and symptoms of ARI is very high for children. East Nusa Tenggara province is also the highest in the period prevalence of ARI amounted to 25.5%, according data of Riskesdas 2007. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of ARI in children aged 6-59 months in East Nusa Tenggara analysis data of Riskesdas 2007. The result showed that there was significant association between vitamin A supplementation with ARI (p-value <0.05), but there was no significant association between economic status, maternal education, demographic, nutritional status (WAZ, WHZ, HAZ ) with ARI (p-value> 0.05). The most influential factors on the incidence of respiratory infection in children aged 6-59 months in East Nusa Tenggara is giving vitamin A, so that parents who have children expected to regularly bring their children to the health service to get a capsule of vitamin A, in February and August.

Keywords: Capsule of vitamin A, ARI, Child

 

Abstrak

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kesakitan pada balita. Gejala ISPA sangat banyak ditemukan pada kelompok masyarakat. ISPA menjadi perhatian untuk balita baik dinegara berkembang maupun dinegara maju. Balita akan sangat rentan terinfeksi penyebab ISPA karena sistem tubuh yang masih rendah, itulah yang menyebabkan angka prevalensi dan gejala ISPA sangat tinggi bagi balita. Menurut Riskesdas 2007, Nusa Tenggara Timur juga merupakan provinsi tertinggi dengan ISPA dengan period prevalence ISPA sebesar 25,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak umur 6-59 bulan di Nusa Tenggara Timur berdasarkan data sekunder Riskesdas 2007. Dari hasil penelitian didapat bahwa Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian kapsul vitamin A dengan kejadian ISPA (p-value <0,05) sedangkan antara status ekonomi, pendidikan ibu, demografi, status gizi (BB/U, BB/TB, TB/U) dengan kejadian ISPA tidak terdapat hubungan yang bermakna (p-value > 0,05). Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian ISPA pada anak umur 6-59 bulan di Nusa Tenggara Timur adalah pemberian vitamin A sehingga dari hasil ini diharapkan kepada para orang tua, khususnya yang memiliki balita agar rutin membawa anaknya ke tempat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan kapsul vitamin A, pada bulan Februari dan Agustus.

Kata Kunci : Kapsul vitamin A, ISPA, anak


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Daftar Pustaka

Abbas, Pujiati dan Sri, Aprillia, H. (2011). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Bayi. Majalah Ilmiah Sultan Agung, Vol. 49, No. 123. Diakses 18 Maret 2015 ; http://jurnal.unissula.ac.id

Asfianti. F, Nazir. H. M, Husin. S, Theodorus. (2013). Pengaruh Suplementasi Seng dan Vitamin A Terhadap Kejadian ISPA dan Diare pada Anak. Sari Pediatri, Vol. 12. No. 2. Diakses 17 Maret 2013; http://saripediatri.idai.or.id

Asmidayanti, Susi. (2012). Hubungan Status Gizi dengan Morbiditas ISPA Anak Usia Balita di Desa Tanjumg Tanah Kecamatan Danau Kerinci Kabupaten Kerinci. E-Journal Home Economic and Tourism, vol. 1, No.1. Diakses 2 Februari 2015 ; http://ejournal.unp.ac.id.

Chandra. (2007). Pengantar kesehatan lingkungan. EGC: Jakarta.

Depkes RI. (2002). Pedoman Program Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut untuk Penanggulangan Pneumonia pada Balita: Depkes RI : Jakarta.

Donnen. P, A. Sylla, M. Dramaix, G. Sall, N. Kuakuvi, P. Hennart. (2012). Effect Of Daily Low Dose Of Vitamin A Compared With Single High Dose On Morbidity And Mortality Of Hospitalized Mainly Malnourished Children In Senegal: A Randomized Controlled Clinical Trial. European Journal of Clinical Nutrition, Vol. 7, No. 3. Diakses 6 Maret 2015 ; http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/ 17299466.

Dwi, Bayu. W dan Bambang, R. W. (2012). Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita Stunting. The Indonesian Journal of Public Health, Vol. 8, No. 3. Diakses 18 Maret 2015 ; http://jurnal.lib.unair.ac.id

Ernawati dan Farich, Achmad. (2012). Hubungan Faktor Lingkungan Rumah dan Faktor Anak dengan Kejadian ISPA Pada Anak Balita Di Desa Way Huwi Puskesmas Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan 2012. Jurnal Dunia Kesmas, Vol. 1. Diakses tanggal 17 Maret 2015 ; http://jurnalduniakesmas11

Fanada, Mery. (2012). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Pneumonia pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kanten Palembang 2012. Interaksi media promosi kesehatan Indonesia No. XIV. Diakses 14 Maret 2015 ; http://adln.lib.unair.ac.id

Fedriyansyah, Nazir. H. M, Theodorus, Husin, Syarif. (2010). Hubungan Kadar Seng dan Vitamin A dengan Kejadian ISPA dan Diare pada Anak. Sari Pediatri, Vol. 12, No. 4. Diakses 6 Maret 2015; http://www.idai.or.id/saripediatri/pdfile/12-4-5.pdf.

Hanum. Farida, Khomsan. A, Heryatno. Y. (2014). Hubungan Asupan Gizi dan Tinggi Badan Ibu dengan Status Gizi Anak Balita. Jurnal gizi pangan, Vol. 9, No. 1. Diakes 5 maret 2015 ; journal.Ipb.ac.Id

Khan. Y, Khan. N. (2012). Nutritional Status of Children (0-24 Months) In Jammu, Kashmir and Ladakh Regions. International journal of scientific and research publications, Vol. 2 (6). Diakses 1 Februari 2015 ; www.researchgate.net.

Long. Kurtz, J. L. Rosado, H. L. Dupont, E. Hertzmark, J.L. Santos. (2007). Supplementation with vitamin A reduces watery diarrhoea and respiratory infections in Mexican children. British Journal of Nutrition, Vol, 97 (2). Diakses 6 Maret 2015 ; http://search.proquest.com.

Mahyuddin. Meriwati, Erna. F.J, Purnama. T.S. (2011). Hubungan Pemberian Kapsul Vitamin A Dengan Kejadian Ispa Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan dan Kemasyarakatan, Vol. 2, No.1. Diakses 16 Maret 2015 ; http://isjd.pdii.lipi.go/id

Muchina dan PN, Waithaka. (2010). Relationship Between Breasrfeeding Practices and Nutritional Status of Children Aged 0-24Months in Nairobi, Kenya. African journal online, Vol. 10, No. 4. Diakses 28 Januari 2015; www.ajolinfo/index.php/ ajfand/article/view/55329.

Namakin, Kokab. (2014). Comparison of The WHO Child Growth Standarts with the NCHS for Estimations of Malnutritions in Birjand-Iran. International journal of preventive medicine, Vol. 5 (5). Diakses 1 Februari 2015 ; www.ncbi.nlm.nih. gov/pmc/articles/PMC4050688/.

Nasution. Kholisah, Rully. A. S, Erida. K. B, Adi. K. W, Ramdhani. M. Y, Mohd. Lenora, Ishak, Pratiwi. L, Wawolumaja. C, Endiyarni. B. (2009). Infeksi Saluran Napas Akut pada Balita di Daerah Urban Jakarta. Jurnal Sari Pediatri, Vol. 11 (4). Diakses 11 Maret 2015 ; http://www.idai.or.id/saripediatri/pdfile/11-4-1.pdf

Notoatmodjo, Soekidjo. (2005). Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Rineka Cipta : Jakarta.

Nuryanto. (2012) Hubungan Status Gizi terhadap terjadinya Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Balita. Jurnal Pembangunan Manusia, Vol. 6, No. 2. Diakses 2 Februari 2015 ; http://balitbangnovdasumsel.com

Pakhri. A, Fanny. L, Faridah. (2011). Pendidikan Ibu, Keteraturan Penimbangan, Asupan Gizi dan Status Gizi Anak Usia 0-24 Bulan. Jurnal media gizi dan pangan Vol. 11, Edisi 1. Diakses 1 Februari 2015 ; https://jurnalmediagizipangan.com.

Rahmawati. (2008). Hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA pada balita di URJ Anak RSU Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal (Buletin Penelitian RSU Dr Soetomo); 10(3): 141-6.

Rimelfhi. L. S, Oenzil. F, Asterina. (2014). Hubungan Status Gizi dengan Status Sosial Ekonomi Keluarga Murid Sekolah Dasar di Daerah Pusat dan Pinggiran Kota Padang. Jurnal kesehatan Andalas, Vol. 3, No. 2. Diakses 3 Febrari 2015 ; http://jurnal.fk.unand.ac.id.

Savitha. M. R, Nandheeshwara. S. B, Kumar. M.J.P. (2007). Modifiable Risk Factors For Acute Lower Respiratory Infestions. Indiana Journal Pediatr; 74:477-82.

Sukmawati. (2010). Hubungan Status Gizi, Berat Badan Lahir (BBL), Imunisasi Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tunikamaseang Kabupaten Maros. Media Gizi Pangan, Vol. X, Edisi 2. Diakses 17 Maret 2015 ; http://jurnalmediagizipangan.com

Syarif, Tjetjep, Hidayat dan Fuada, Noviati. (2012). Hubungan Sanitasi Lingkungan, Morbiditas dan Status Gizi Balita di Indonesia. Jurnal penelitian gizi dan makana, Vol. 34, No. 2. Diakses 2 Februari 2015 ; http://ejournal.litbang.depkes.id

Yanti. (2008). Hubungan Pemberian Kapsul Vitamin A dengan Kejadian ISPA pada Balita di Kota Payakumbuh, (Tesis). Diakses 2 Februari 2015 ; http://etd.ugm.ac.id

Yuliarti, N. (2008). Racun di sekitar Kita. CV. Andi Offset.Yogyarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Nutrire Diaita

Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Jalan Arjuna Utara No.9 Kebon Jeruk Jakarta 11510

Telp : 021-5674223 ext 266

email : publikasi@esaunggul.ac.id



VISIT COUNTER:

gerEGGe